Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Desa Bergang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih terimbas dampak serius bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Akses jalan utama menuju desa masih terputus total, menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat belum dapat masuk ke wilayah tersebut.

Untuk keluar dan masuk desa, warga terpaksa menggunakan jalur darurat berupa sling penyeberangan dan jembatan sementara yang kondisinya sangat berisiko. Situasi ini membuat aktivitas masyarakat berjalan dengan penuh kehati-hatian dan ancaman bahaya setiap saat.

Akses jalan yang terputus harus pakai slink.
Selain persoalan akses, kondisi logistik dan kebutuhan pokok juga menjadi masalah besar. Pada masa awal bencana, pasokan makanan sempat terhenti total.
Warga bertahan hidup dengan persediaan seadanya seperti pisang dan ubi. Seiring waktu, bantuan logistik mulai masuk, termasuk dari relawan mahasiswa yang menembus medan berat. Namun hingga kini, kebutuhan warga masih sangat mendesak.
Masyarakat Desa Bergang terus menyuarakan permintaan kepada pemerintah daerah agar segera dilakukan penanganan darurat akses jalan. Warga berharap setidaknya jalur sementara bisa dilalui dengan aman. Tanpa akses tersebut, kegiatan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, distribusi bantuan, dan mobilitas warga masih lumpuh.
Risiko di lapangan juga nyata. Saat kunjungan pejabat beberapa waktu lalu, sempat terjadi insiden tali sling penyeberangan putus ketika menyeberangi sungai. Kejadian ini menjadi gambaran jelas besarnya bahaya yang masih dihadapi warga dan tim penyelamat.
Hingga kini, Desa Bergang masih berada dalam kondisi pasca-bencana yang berat. Akses utama terputus, logistik terbatas, dan warga bergantung pada jalur darurat yang berbahaya.
Meski upaya bantuan terus berjalan, pemulihan masih jauh dari selesai. Penanganan darurat akses jalan menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga Desa Bergang saat ini.*** (Kamaruzzaman)

Darurat akses jalan























