Menu

Mode Gelap
Ikan Kayu dan Ikan Asap Resmi Masuk SRG, Pelaku Usaha Perikanan Kini Lebih Mudah Akses Pembiayaan Dirut: PTPN 1 Menuju Korporasi Agroindustri Modern Berdaya Saing Global Program Diskon Transportasi PELNI Terserap 96 Persen Petugas Logistik KAI Services Pastikan Ketersediaan Konsumsi Penumpang Kereta Api Akses Transportas Nyamani, Bekasi Bidik Efisiensi APBD Puluhan Miliar via Swastanisasi Stadion Industri CCTV Diproyeksikan Tumbuh Dua Digit, Impor Masih Mendominasi

EKOBIS

Didukung Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban, Rebana Tawarkan Peluang Investasi Besar

badge-check


 Didukung Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban, Rebana Tawarkan Peluang Investasi Besar Perbesar

Wartatran.com, BANDUNG – Badan Pengelola (BP) Kawasan Cirebon–Patimban–Kertajati (Rebana) menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada investor dan pelaku usaha Selangor, Malaysia, dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 di Bandung, Jawa Barat.

Kawasan Rebana Metropolitan yang didukung Bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban, dan jaringan tol terintegrasi dinilai memiliki potensi besar, terlebih tingkat keterisian kawasan industrinya saat ini masih di bawah 10 persen.

Kepala Pelaksana BP Rebana, Helmy Yahya, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempromosikan potensi investasi Jawa Barat, khususnya kawasan Rebana Metropolitan yang dinilai memiliki prospek besar bagi investor regional.

“Kerjaan saya di Rebana adalah mempromosikan dan mengundang investor. Minat yang muncul luar biasa bagus. Tinggal bagaimana kita menindaklanjuti dengan mempermudah perizinan, mengurangi birokrasi, dan menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan,” kata Helmy dikutip Wartatrans.com dari Antara, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan Rebana Metropolitan mencakup tujuh kabupaten dan satu kota dengan populasi sekitar 10 juta jiwa serta memiliki empat kawasan industri seluas sekitar 43 ribu hektare.

Ia menyebut saat ini tingkat keterisian kawasan industri tersebut masih di bawah 10 persen sehingga peluang investasi masih sangat terbuka.

“Artinya kami masih memiliki potensi investasi yang sangat besar. Investor dapat berinvestasi di berbagai sektor,” ujarnya.

Helmy menyebut kawasan Rebana menjadi salah satu koridor ekonomi paling siap berkembang di Indonesia karena didukung infrastruktur strategis seperti Bandara Internasional Kertajati, Pelabuhan Patimban, serta jaringan jalan tol yang terintegrasi.

Menurut dia, Jawa Barat juga merupakan tujuan investasi terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 47 juta jiwa dan tenaga kerja mencapai 26 juta orang.

“Pada 2025, nilai ekspor Jawa Barat tercatat mencapai sekitar 38,45 miliar dolar AS. Dengan kerja sama yang lebih kuat, saya yakin angka tersebut dapat meningkat secara signifikan,” katanya.

Sementara itu, Group CEO Menteri Besar Selangor Incorporated, Mej (K) Dato’ Ts. Saipolyazan M Yusop, menegaskan Indonesia merupakan mitra ekonomi strategis Selangor dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi ASEAN.

Menurut dia, potensi kerja sama antara Selangor dan Indonesia mencakup berbagai sektor seperti energi terbarukan, manufaktur maju, industri halal, logistik, ekonomi digital, layanan kesehatan, kedirgantaraan, pendidikan, kota pintar, hingga ketahanan pangan.

“Selangor siap menjadi pintu gerbang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memasuki pasar Malaysia dan ASEAN,” katanya.

Ia menambahkan Selangor memiliki ekosistem bisnis yang matang dengan dukungan infrastruktur, tenaga kerja terampil, sistem logistik yang kuat, serta lingkungan investasi yang ramah investor.

Melalui SIBS ASEAN 2026, Selangor berharap dapat memperkuat kemitraan bisnis, investasi, dan integrasi ekonomi regional antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dengan Jawa Barat dan kawasan Rebana.(fahmi)

Baca Lainnya

Ikan Kayu dan Ikan Asap Resmi Masuk SRG, Pelaku Usaha Perikanan Kini Lebih Mudah Akses Pembiayaan

21 Juli 2026 - 17:35 WIB

Dirut: PTPN 1 Menuju Korporasi Agroindustri Modern Berdaya Saing Global

21 Juli 2026 - 15:22 WIB

KKP dan Otoritas Tiongkok Lakukan Inspeksi Bersama, Jaga Akses Ekspor Produk Perikanan Indonesia

21 Juli 2026 - 05:40 WIB

PELNI Perkuat Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia

20 Juli 2026 - 17:49 WIB

AirNav Gandeng Badan Informasi Geospasial, Perkuat Sistem Navigasi Berbasis Satelit

20 Juli 2026 - 17:47 WIB

FIFpreneur 2026 Hadirkan Kisah Purnabakti Bangun Usaha Indekos

20 Juli 2026 - 14:14 WIB

ASDP Operasikan Kembali Layanan Perintis di NTT Mulai Hari ini

20 Juli 2026 - 07:24 WIB

Presiden Tinjau Hilirisasi Bioetanol di PTPN I Malang

19 Juli 2026 - 17:16 WIB

ASDP Sebut Sterilisasi Pelabuhan Perkuat Keselamatan dan Modernisasi Layanan Penyeberangan

19 Juli 2026 - 15:55 WIB

TOD Rp2,7 Triliun: Mampukah Redam Krisis Hunian Perkotaan di JABODETABEK ?

19 Juli 2026 - 09:45 WIB

Trending di EKOBIS