Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

PERISTIWA

Dinkes Aceh Tempuh Jalur Ekstrem Demi Keselamatan Warga Terdampak Bencana

badge-check


 Dinkes Aceh Tempuh Jalur Ekstrem Demi Keselamatan Warga Terdampak Bencana Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Dinas Kesehatan Aceh menempuh jalur ekstrem demi memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah. Medan berat, akses terbatas, hingga cuaca tak menentu tak menyurutkan langkah tim medis yang turun langsung ke lokasi pengungsian.

Untuk misi kemanusiaan tersebut, Dinkes Aceh membentuk Emergency Medical Team (EMT) yang terdiri dari lintas profesi, di antaranya dokter umum, dokter spesialis gigi forensik, dokter spesialis THT, dokter spesialis keluarga dan layanan primer , bidan, perawat, psikolog, tenaga farmasi, serta sanitarian.

Kegiatan pelayanan kesehatan ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 16 hingga 22 Januari 2026, dengan mengerahkan empat tim EMT khusus untuk wilayah Aceh Tengah.

Adapun tugas utama EMT adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana yang berada di berbagai posko pengungsian, seperti di Owaq, Ise-ise, Bintang Pepara, Rejewali, Kuyun, Rusip, Bergang, Kala Segi, Bamil Nosar, Telpam, Delung Sekinel, Daling, dan Tebuk.

Kehadiran tim medis ini disambut antusias oleh masyarakat. Selama masa pengungsian, banyak warga mengalami gangguan kesehatan, sementara kondisi medan dan jarak membuat mereka tidak memungkinkan untuk berobat ke fasilitas kesehatan.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Banyak yang sakit selama mengungsi, tapi tidak sanggup turun ke puskesmas,” ungkap salah seorang warga pengungsian.

Bentuk pelayanan yang diberikan tidak hanya pengobatan umum, tetapi juga penyuluhan kesehatan, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, pencabutan gigi, pemeriksaan telinga, hingga layanan homecare bagi warga yang membutuhkan perawatan khusus.

Langkah Dinas Kesehatan Aceh ini menjadi contoh terbaik untuk memastikan hak dasar kesehatan tetap terpenuhi meski harus menembus jalur-jalur ekstrem pascabencana.*** (Kamaruzzaman).

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di PERISTIWA