Menu

Mode Gelap
Bogor Line Layani 78,08 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, KAI Perkuat Kapasitas Stasiun Bogor dengan SF12 Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan KAI Siapkan Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi KAJJ, KRL hingga Monas Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

PERISTIWA

Dinkes Aceh Tempuh Jalur Ekstrem Demi Keselamatan Warga Terdampak Bencana

badge-check


 Dinkes Aceh Tempuh Jalur Ekstrem Demi Keselamatan Warga Terdampak Bencana Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Dinas Kesehatan Aceh menempuh jalur ekstrem demi memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah. Medan berat, akses terbatas, hingga cuaca tak menentu tak menyurutkan langkah tim medis yang turun langsung ke lokasi pengungsian.

Untuk misi kemanusiaan tersebut, Dinkes Aceh membentuk Emergency Medical Team (EMT) yang terdiri dari lintas profesi, di antaranya dokter umum, dokter spesialis gigi forensik, dokter spesialis THT, dokter spesialis keluarga dan layanan primer , bidan, perawat, psikolog, tenaga farmasi, serta sanitarian.

Kegiatan pelayanan kesehatan ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 16 hingga 22 Januari 2026, dengan mengerahkan empat tim EMT khusus untuk wilayah Aceh Tengah.

Adapun tugas utama EMT adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana yang berada di berbagai posko pengungsian, seperti di Owaq, Ise-ise, Bintang Pepara, Rejewali, Kuyun, Rusip, Bergang, Kala Segi, Bamil Nosar, Telpam, Delung Sekinel, Daling, dan Tebuk.

Kehadiran tim medis ini disambut antusias oleh masyarakat. Selama masa pengungsian, banyak warga mengalami gangguan kesehatan, sementara kondisi medan dan jarak membuat mereka tidak memungkinkan untuk berobat ke fasilitas kesehatan.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Banyak yang sakit selama mengungsi, tapi tidak sanggup turun ke puskesmas,” ungkap salah seorang warga pengungsian.

Bentuk pelayanan yang diberikan tidak hanya pengobatan umum, tetapi juga penyuluhan kesehatan, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, pencabutan gigi, pemeriksaan telinga, hingga layanan homecare bagi warga yang membutuhkan perawatan khusus.

Langkah Dinas Kesehatan Aceh ini menjadi contoh terbaik untuk memastikan hak dasar kesehatan tetap terpenuhi meski harus menembus jalur-jalur ekstrem pascabencana.*** (Kamaruzzaman).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Hadirkan Genre Bisnis Baru, 10 Bioskop Mini Alfamart Siap Ramaikan Jagat Hiburan

6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di RAGAM