Menu ✖

Mode Gelap
Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka ​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI Ode Untuk Namamu, Ketika Puisi dan Lukisan Merayakan Cinta serta Perjuangan Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

PERISTIWA

Dinkes Aceh Tempuh Jalur Ekstrem Demi Keselamatan Warga Terdampak Bencana

badge-check


 Dinkes Aceh Tempuh Jalur Ekstrem Demi Keselamatan Warga Terdampak Bencana Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Dinas Kesehatan Aceh menempuh jalur ekstrem demi memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah. Medan berat, akses terbatas, hingga cuaca tak menentu tak menyurutkan langkah tim medis yang turun langsung ke lokasi pengungsian.

Untuk misi kemanusiaan tersebut, Dinkes Aceh membentuk Emergency Medical Team (EMT) yang terdiri dari lintas profesi, di antaranya dokter umum, dokter spesialis gigi forensik, dokter spesialis THT, dokter spesialis keluarga dan layanan primer , bidan, perawat, psikolog, tenaga farmasi, serta sanitarian.

Kegiatan pelayanan kesehatan ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 16 hingga 22 Januari 2026, dengan mengerahkan empat tim EMT khusus untuk wilayah Aceh Tengah.

Adapun tugas utama EMT adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana yang berada di berbagai posko pengungsian, seperti di Owaq, Ise-ise, Bintang Pepara, Rejewali, Kuyun, Rusip, Bergang, Kala Segi, Bamil Nosar, Telpam, Delung Sekinel, Daling, dan Tebuk.

Kehadiran tim medis ini disambut antusias oleh masyarakat. Selama masa pengungsian, banyak warga mengalami gangguan kesehatan, sementara kondisi medan dan jarak membuat mereka tidak memungkinkan untuk berobat ke fasilitas kesehatan.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Banyak yang sakit selama mengungsi, tapi tidak sanggup turun ke puskesmas,” ungkap salah seorang warga pengungsian.

Bentuk pelayanan yang diberikan tidak hanya pengobatan umum, tetapi juga penyuluhan kesehatan, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, pencabutan gigi, pemeriksaan telinga, hingga layanan homecare bagi warga yang membutuhkan perawatan khusus.

Langkah Dinas Kesehatan Aceh ini menjadi contoh terbaik untuk memastikan hak dasar kesehatan tetap terpenuhi meski harus menembus jalur-jalur ekstrem pascabencana.*** (Kamaruzzaman).

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur

10 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trending di RAGAM