Menu

Mode Gelap
Antusiasme Mudik Lebaran 2026 Meningkat, Penjualan Tiket Kereta Api Reguler Capai 435.708 Tiket Jelang Imlek 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta Hadirkan Dekorasi Tematik di Sejumlah Stasiun Asar Humanity Luncurkan Program Totalitas Ramadhan dan Panen Raya Ikan di Pesantren Summarecon Mall Bekasi 2 Resmi Dibuka, Hadirkan Konsep Lifestyle dan Wellness Terintegrasi Mantan Ketua KIP Aceh Tengah Tantang DPRK Serahkan Gaji dan Pokir untuk Korban Bencana Perkuat Pemahaman Industri Logistik Kendaraan, Bahana Sekuritas dan Komunitas Saham Sambangi IPCC

ANJUNGAN

Ditjen Hubla Kampanye Kespel di Muara Angke dan Kepulauan Seribu

badge-check


 Kampanye Kespel Perbesar

Kampanye Kespel

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggelar Kampanye Keselamatan Pelayaran di dua lokasi, yaitu Pelabuhan Muara Angke, Jakarta dan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Rabu (10/12/2025).

Hadir Wakil Menteri Perhubungan Suntana serta berbagai pemangku kepentingan sektor pelayaran di wilayah DKI Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Capt. Hendri Ginting mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut menegaskan, Pelabuhan Muara Angke memiliki peran yang sangat strategis bagi Provinsi DKI Jakarta dan Indonesia secara umum.

Pelabuhan ini tidak hanya menjadi tempat sandar kapal, tetapi juga berfungsi sebagai titik penghubung utama mobilitas masyarakat menuju Kepulauan Seribu.

Tingginya intensitas pergerakan kapal, khususnya kapal penumpang, menjadikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran sebagai prioritas yang tidak dapat ditawar.

“Keselamatan pelayaran adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh ekosistem maritim, operator kapal, nakhoda, nelayan, hingga masyarakat pengguna jasa,” ucap Capt. Hendri.

Capt. Hendri  menambahkan, kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelaikan kapal, penggunaan life jacket, serta pemahaman terhadap cuaca dan alur pelayaran merupakan faktor kunci pencegahan kecelakaan di laut.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus memperkuat budaya keselamatan melalui pembinaan, edukasi, pengawasan, serta penyediaan sarana pendukung keselamatan. Namun upaya tersebut tidak akan efektif tanpa peran aktif pelaku pelayaran.

“Kami mengajak seluruh operator kapal dan nakhoda untuk memastikan kapal laiklaut, menggunakan alat keselamatan, memperhatikan informasi cuaca, dan mematuhi seluruh ketentuan keselamatan pelayaran,” katanya.

Capt. Hendri berharap kampanye ini tidak berhenti sebagai seremonial, melainkan menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif menuju pelayaran yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Pembagian Alat Keselamatan dan Dokumen Kepelautan

Sebagai bentuk komitmen nyata, Ditjen Perhubungan Laut memberikan berbagai sarana keselamatan dan dokumen kepelautan kepada masyarakat maritim, antara lain 530 unit life jacket, 10 unit lifebuoy, penerbitan 38 Pas Kecil, 2.791 Buku Pelaut Merah, serta 70 paket sembako.

Penggunaan life jacket disebut sebagai langkah sederhana namun sangat krusial, terutama dalam kondisi darurat di laut.

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan nelayan, nakhoda, dan operator kapal dalam menghadapi cuaca yang dinamis dan potensi bahaya di perairan sekitar Muara Angke.

Antisipasi Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru

Capt. Hendri juga menyoroti persiapan menghadapi Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di mana jumlah penumpang moda laut diperkirakan mencapai 2,62 juta orang, meningkat 38,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan mobilitas tersebut terjadi bersamaan dengan potensi cuaca ekstrem yang ditandai gelombang tinggi, angin kencang, dan curah hujan intensitas tinggi.

“Tidak ada perjalanan yang lebih penting daripada keselamatan jiwa. Jika cuaca tidak mendukung, maka keputusan terbaik adalah menunda keberangkatan,” tegasnya.

Sebagai penutup, Capt. Hendri mengajak seluruh peserta dan masyarakat maritim untuk terus mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.

“Keselamatan bukan hambatan dalam bekerja, tetapi jaminan agar kita dapat kembali pulang dan bertemu keluarga. Mari kita jadikan keselamatan sebagai budaya bersama,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Pemahaman Industri Logistik Kendaraan, Bahana Sekuritas dan Komunitas Saham Sambangi IPCC

4 Februari 2026 - 16:49 WIB

Asah Kesiapsiagaan Tanggap Darurat, Terminal Teluk Lamong Gelar Lomba Emergency Response 2026

4 Februari 2026 - 16:37 WIB

Di Bulan K3 Nasional 2026, IPC TPK Dorong Budaya Sadar Keselamatan di Warakas

4 Februari 2026 - 15:35 WIB

Respon Cepat, KPLP Tanjung Priok Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Alur Pelabuhan

4 Februari 2026 - 11:28 WIB

Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal Penumpang di Padang Bai dan Benoa

3 Februari 2026 - 21:26 WIB

Trending di ANJUNGAN