Menu

Mode Gelap
Sastra Semesta #16 Rayakan 7 Tahun, Komunitas Seni Didorong Jadi Penggerak Pemajuan Kebudayaan BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin KAI Percepat Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang, 145 Titik Sudah Terealisasi Stasiun Karet dan BNI City Mulai Diintegrasikan, Layanan Penumpang KRL Dialihkan Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports Kapal PELNI Angkut 300 Ton Bantuan ke NTT

RAGAM

Mantan Ketua KIP Aceh Tengah Tantang DPRK Serahkan Gaji dan Pokir untuk Korban Bencana

badge-check


 Mantan Ketua KIP Aceh Tengah Tantang DPRK Serahkan Gaji dan Pokir untuk Korban Bencana Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Kepedulian Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah terhadap masyarakat terdampak banjir dan longsor 27 November 2025 kembali dipertanyakan. Hingga kini, penanganan pascabencana dinilai belum maksimal dan belum menyentuh kebutuhan mendasar warga.

Aktivis yang juga mantan Ketua KIP Aceh Tengah serta warga Kecamatan Linge, Serta Lia Gali melontarkan tantangan terbuka kepada Ketua dan seluruh Anggota DPRK Aceh Tengah. Ia menantang wakil rakyat yang benar-benar berpihak kepada korban bencana untuk menyerahkan gaji serta dana pokok pikiran (Pokir) mereka demi penanganan pascabencana.

Sebagai bentuk apresiasi simbolik, Serta Lia Gali bahkan menyiapkan Durian Jamat dari Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, sebagai “pelakat penghargaan” dari rakyat.

“Jika ada Ketua atau Anggota DPRK yang berani menyerahkan gaji dan Pokir mereka untuk penanganan bencana, akan langsung kami antar ke Kantor DPRK sebagai pelakat penghargaan dari rakyat yang telah kehilangan rumah dan kampung mereka,” tegas Sera Lia Gali.

Ia menjelaskan, dampak banjir dan longsor 27 November 2025 hampir dirasakan di seluruh daerah pemilihan (dapil) di Aceh Tengah. Banyak warga kesulitan membawa hasil panen dari wilayah perkebunan ke pemukiman akibat rusaknya akses jalan.

Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Kemukiman Wih Dusun Jamat. Hasil bumi seperti durian dan kopi tidak dapat dipasarkan karena wilayah tersebut masih terisolasi.

Saat dikonfirmasi WARTATRANS.com melalui WhatsApp, Sera Lia Gali menyayangkan kondisi masyarakat di sejumlah kampung di Kecamatan Linge yang hingga kini belum mendapatkan penanganan memadai.

“Memang mereka tidak mati karena banjir dan longsor, tetapi rumah dan harta benda mereka hilang. Yang lebih menyakitkan, pascabencana mereka kehilangan harapan untuk memulihkan kehidupan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat sangat berharap kehadiran pemerintah secara nyata, terutama dalam membuka akses jalan agar roda perekonomian kembali bergerak.

“Minimal akses jalan dibuka, supaya hasil bumi yang masih selamat bisa ditukar dengan kebutuhan harian,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak dan orang tua di Desa Jamat dan Kute Reje, yang mengalami trauma berat akibat bencana alam.

“Jangan sampai trauma itu bertambah, bukan hanya kepada alam, tetapi juga kepada pemerintah yang tidak hadir untuk mereka,” pungkas Serta Lia Gali dengan nada prihatin.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Dinsos Tolak Ajuan Keringanan Pasien Miskin Non BPJS di RS dr. Slamet Garut 

28 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Ketua DEN Minta Perbaikan Program MBG Lewat Digitalisasi

28 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Pemerintah Dorong Industri Baterai Nikel, MOLINAS Masuk Rantai Hilirisasi

28 Agustus 2026 - 13:16 WIB

KIP Dorong Keterbukaan Informasi Tak Sekadar Predikat Informatif

28 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Trending di RAGAM