Menu ✖

Mode Gelap
Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi Tolitoli Pastikan 21 Cabor Bertanding di Porprov X Sulteng Morowali 2026 Rimbun Air Bidik Rute Jakarta-Tasikmalaya KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026, Cek Jadwal Baru GAPEKA Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli Pengamanan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Libatkan Ribuan Personel, Terbesar Sepanjang Sejarah?

RAGAM

Mantan Ketua KIP Aceh Tengah Tantang DPRK Serahkan Gaji dan Pokir untuk Korban Bencana

badge-check


 Mantan Ketua KIP Aceh Tengah Tantang DPRK Serahkan Gaji dan Pokir untuk Korban Bencana Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Kepedulian Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah terhadap masyarakat terdampak banjir dan longsor 27 November 2025 kembali dipertanyakan. Hingga kini, penanganan pascabencana dinilai belum maksimal dan belum menyentuh kebutuhan mendasar warga.

Aktivis yang juga mantan Ketua KIP Aceh Tengah serta warga Kecamatan Linge, Serta Lia Gali melontarkan tantangan terbuka kepada Ketua dan seluruh Anggota DPRK Aceh Tengah. Ia menantang wakil rakyat yang benar-benar berpihak kepada korban bencana untuk menyerahkan gaji serta dana pokok pikiran (Pokir) mereka demi penanganan pascabencana.

Sebagai bentuk apresiasi simbolik, Serta Lia Gali bahkan menyiapkan Durian Jamat dari Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, sebagai “pelakat penghargaan” dari rakyat.

“Jika ada Ketua atau Anggota DPRK yang berani menyerahkan gaji dan Pokir mereka untuk penanganan bencana, akan langsung kami antar ke Kantor DPRK sebagai pelakat penghargaan dari rakyat yang telah kehilangan rumah dan kampung mereka,” tegas Sera Lia Gali.

Ia menjelaskan, dampak banjir dan longsor 27 November 2025 hampir dirasakan di seluruh daerah pemilihan (dapil) di Aceh Tengah. Banyak warga kesulitan membawa hasil panen dari wilayah perkebunan ke pemukiman akibat rusaknya akses jalan.

Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Kemukiman Wih Dusun Jamat. Hasil bumi seperti durian dan kopi tidak dapat dipasarkan karena wilayah tersebut masih terisolasi.

Saat dikonfirmasi WARTATRANS.com melalui WhatsApp, Sera Lia Gali menyayangkan kondisi masyarakat di sejumlah kampung di Kecamatan Linge yang hingga kini belum mendapatkan penanganan memadai.

“Memang mereka tidak mati karena banjir dan longsor, tetapi rumah dan harta benda mereka hilang. Yang lebih menyakitkan, pascabencana mereka kehilangan harapan untuk memulihkan kehidupan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat sangat berharap kehadiran pemerintah secara nyata, terutama dalam membuka akses jalan agar roda perekonomian kembali bergerak.

“Minimal akses jalan dibuka, supaya hasil bumi yang masih selamat bisa ditukar dengan kebutuhan harian,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak dan orang tua di Desa Jamat dan Kute Reje, yang mengalami trauma berat akibat bencana alam.

“Jangan sampai trauma itu bertambah, bukan hanya kepada alam, tetapi juga kepada pemerintah yang tidak hadir untuk mereka,” pungkas Serta Lia Gali dengan nada prihatin.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dorong Green Port, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Bertenaga Listrik

30 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Pelindo dan Pemkab Bangka Barat Bahas Pengelolaan Pelabuhan Mentok

30 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Trending di ANJUNGAN