Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

ANJUNGAN

Perkuat Pemahaman Industri Logistik Kendaraan, Bahana Sekuritas dan Komunitas Saham Sambangi IPCC

badge-check


 Perkuat Pemahaman Industri Logistik Kendaraan, Bahana Sekuritas dan Komunitas Saham Sambangi IPCC Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan pemahaman pasar terhadap peran strategis logistik terminal kendaraan nasional, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) membuka ruang dialog dan pembelajaran langsung di lapangan melalui program site visit pemangku kepentingan pasar modal.

Dalam kesempatan ini, IPCC menyambut kehadiran Bahana Sekuritas bersama Komunitas Realfunders untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai fondasi bisnis Perseroan, mulai dari kinerja operasional, soliditas keuangan, efektivitas proses bisnis, hingga arah keberlanjutan jangka panjang yang mendukung ekosistem industri otomotif dan perekonomian nasional.

Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran perspektif yang konstruktif antara manajemen dan pelaku pasar, dihadiri oleh Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi, Direktur Operasi dan Teknik IPCC Bagus Dwipoyono, Direktur Operasional PT Bahana Sekuritas Suryadi Adipranata, Head of Investment Specialist PT Bahana Sekuritas Christy Maryani, Head of Retail Marketing and Product Development Henan Asset Management Haritcha Pahlawati, serta lebih dari 40 Realfunders yang ingin memahami lebih dalam bagaimana IPCC menciptakan nilai berkelanjutan melalui pengelolaan terminal kendaraan yang modern, efisien, dan bertanggung jawab.

Sebagai wujud nyata transformasi operasional berbasis teknologi, IPCC memperkenalkan secara langsung bagaimana digitalisasi menjadi tulang punggung pengelolaan terminal kendaraan modern di Terminal Internasional Branch Jakarta.

Melalui penerapan sistem PTOS-C (Pelindo Terminal Operating System–Car), IPCC telah mengintegrasikan seluruh aktivitas operasional mulai dari stevedoring, cargodoring, receiving/delivery, hingga pemeriksaan unit ke dalam satu platform terpadu yang meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi proses bisnis di lapangan, baik di terminal Jakarta maupun di terminal satelit yang dikelola IPCC.

Untuk memperdalam pemahaman atas transformasi tersebut, IPCC mengajak para Realfunders menyaksikan langsung implementasi digitalisasi operasional sekaligus berdiskusi mengenai pondasi bisnis dan strategi jangka panjang Perseroan.

Dialog ini menegaskan bahwa penguatan kinerja dan nilai perusahaan di pasar modal tidak hanya bertumpu pada capaian finansial, tetapi juga pada komitmen IPCC dalam membangun ekosistem logistik kendaraan yang lebih cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Sebagai pengelola terminal, IPCC mengedepankan pelayanan prima menuju Green & Smart Port yang telah terealisasi dengan pemanfaatan solar panel untuk penerangan area kantor dan layanan CIF (central inspection facility), digitalisasi dalam proses bisnis serta pemanfaatan kendaraan operasional berbasis Listrik untuk mobilisasi di dalam terminal seperti golf car dan electric car.

“Dalam berinvestasi, kami selalu menekankan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan: berpegang pada prinsip long term dengan horizon jangka panjang, bersikap adaptif terhadap dinamika pasar melalui re-profiling yang tepat, mengedepankan analisis fundamental sebagai dasar pengambilan keputusan, serta membaca momentum dengan bijak—ikut pada peluang yang dibuka pasar, bukan berusaha melawannya.”, ucap Haritcha dalam paparannya.

“Pendekatan investasi yang tepat harus berlandaskan visi jangka panjang berbasis kualitas dan stabilitas, dengan portofolio yang tetap fleksibel untuk menangkap peluang saat kondisi membaik, berfokus pada emiten berfundamental kuat dengan neraca sehat dan tata kelola yang baik, disiplin dalam valuasi serta manajemen risiko di tengah ketidakpastian, sambil terus memantau indikator makro dan pasar untuk melakukan rotasi strategi secara tepat waktu tanpa bersikap agresif melawan market, namun siap memanfaatkan peluang saat visibilitas dan momentum semakin jelas.” tutur Suryadi dalam sambutannya.

“IPCC merupakan emiten yang tepat untuk dikunjungi mengingat harga saham IPCC sempat terjun bebas namun dengan manajemen yang handal dan fundamental yang sangat baik mampu menaikkan harga saham IPCC bahkan hampir menyentuh harga IPO di tahun 2025 lalu” sambungnya.

“Setelah mengarungi tahun 2025 yang cukup menantang, dengan mengusung Integrated Auto Solutions kami akan terus berupaya memenuhi ekspektasi para pemegang saham, stakeholder dan masyarakat untuk menjadikan IPCC lebih baik lagi di tahun 2026.” tutup Sugeng.

Selain mengoperasikan terminal kendaraan di Jakarta, saat ini IPCC juga telah mengoperasikan terminal kendaraan di satelit Belawan, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar yang telah terintegrasi dengan satu sama lain dengan sistem PTOS-C dan memiliki standar yang pelayanan yang sama dengan terminal Branch Jakarta.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino

1 Oktober 2026 - 10:39 WIB

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah

1 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Trending di RAGAM