Menu

Mode Gelap
Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu

BANDARA

Ditjen Hubud Perkuat Kolaborasi Strategis dan Mitigasi Operasional di OBU IV Bali

badge-check


 Ditjen Hubud Perkuat Kolaborasi Strategis dan Mitigasi Operasional di OBU IV Bali Perbesar

Wartatrans.com, LABUAN BAJO – Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo secara resmi membuka Rapat Koordinasi Wilayah Kerja (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU) Wilayah IV Bali Tahun 2026 di Labuan Bajo 27-28 Januari 2026.

Rakorwil dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Pemerintah Daerah Bali, NTB, dan NTT, TNI AU, PT Angkasa Pura Indonesia, AirNav Indonesia, serta para pimpinan Badan Usaha Angkutan Udara.

Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara,  AhmaSetiyo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat konektivitas transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman.

“Khususnya di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ucapnya.

Rakorwil tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Rencana Strategis Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Penerbangan dan Peningkatan Kompetensi Personel Penerbangan Guna Memperkuat Konektivitas yang Selamat, Aman, dan Nyaman di Wilayah Kerja KOBU IV”.

Dia mengungkapkan, hingga tahun 2025, industri penerbangan menunjukkan indikator positif dengan adanya peningkatan trafik penumpang, pesawat, serta penambahan rute dan operator.

Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan kompleks yang harus segera diantisipasi.

“Kita dihadapkan pada keterbatasan armada, dinamika harga tiket, pengelolaan ruang udara, hingga kebutuhan akan keandalan infrastruktur bandara dan peningkatan kompetensi SDM penerbangan,” ujar Setiyo.

Namun demikian, Ditjen Hubud menegaskan komitmen untuk selalu mengedepankan prinsip Safety, Security, Services, dan Compliance (3S+1C) dalam setiap kebijakan.

Dalam kegiatan tersebut, Ditjen Hubud memaparkan sejumlah isu strategis untuk periode tahun 2025-2029, di antaranya:

* Target On Time Performance (OTP): Mencapai 85% pada tahun 2029;

* ⁠Pengembangan Infrastruktur: Mendukung sentra produksi pangan, energi, dan air nasional di Wanam, Papua Selatan.
* Penguatan Kelembagaan: Melakukan pemisahan fungsi regulator dan operator guna memperkuat tata kelola.
* Keamanan dan Keselamatan: Pemenuhan standar keselamatan dan keamanan penerbangan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan ini Setiyo menyampaikan instruksi khusus dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara kepada seluruh pemangku kepentingan di wilayah KOBU IV untuk:

1. Meningkatkan mitigasi keselamatan saat cuaca buruk.
2. Mempersiapkan contingency plan demi mencapai target zero accident dan zero fatality.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik, mulai dari kebersihan fasilitas terminal hingga fasilitas keamanan.
4. Mempersiapkan pelaksanaan angkutan Mudik Lebaran agar berjalan dengan lancar.

“Saya berharap, rakor ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, serta merumuskan langkah konkret demi memastikan konektivitas udara yang berkelanjutan,” tegas Setiyo.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Cecep Kurniawan mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, wilayah Bali-Nusra mencatat pertumbuhan trafik yang signifikan.

Total trafik penumpang domestik dan internasional mencapai 29.391.427 orang, meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi sebesar 17,79% terhadap total trafik nasional.

Selain membahas kebijakan strategis, Rakorwil tahun ini juga menyelenggarakan organisasi pembelajaran bagi teknisi penerbangan dan personel lainnya.

“Peningkatan trafik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan kompetensi SDM agar transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman benar-benar terwujud,” kata Cecep. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Garuda Indonesia Sebut Kinerja Positif GMFI jadi Sinyal Kuat Pemulihan Grup

2 April 2026 - 15:59 WIB

InJourney Sukses Optimalkan Kelancaran Arus Mudik dan Libur Lebaran 2026

1 April 2026 - 18:49 WIB

Perhatian! Naik Garuda Indonesia, Tiket ke Jeddah dan Madinah Cuma Mulai Rp4 Jutaan

1 April 2026 - 16:29 WIB

Jamaah Umrah Lhokseumawe Berangkat ke Madinah, Skema Kemudahan Biaya Jadi Sorotan

1 April 2026 - 15:14 WIB

INACA Minta Pemerintah Segera Realisasikan Kenaikan Fuel Surcharge dan TBA Penerbangan

1 April 2026 - 13:47 WIB

Garuda Indonesia Siapkan Antisipasi Hadapi Rencana Kenaikan Avtur

1 April 2026 - 05:51 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink Selesaikan Operasional Peak Season dengan OTP Tembus 92,08%

31 Maret 2026 - 14:30 WIB

Ini 5 Indikator Kesuksesan Angleb di Bandara InJourney Airports

30 Maret 2026 - 19:00 WIB

Layani 8,8 Juta Penumpang, Angleb Sukses di Seluruh Bandara InJourney Airports

30 Maret 2026 - 18:51 WIB

Trending di BANDARA