Menu

Mode Gelap
PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus KAI Divre III Palembang Catat 6.980 Penumpang Anak Nikmati Perjalanan dan Edukasi Kereta Api Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus Layanan Kereta Bersubsidi Layani 155 Juta Pelanggan Selama Januari–April 2026

BANDARA

Ditjen Hubud Perkuat Kolaborasi Strategis dan Mitigasi Operasional di OBU IV Bali

badge-check


 Ditjen Hubud Perkuat Kolaborasi Strategis dan Mitigasi Operasional di OBU IV Bali Perbesar

Wartatrans.com, LABUAN BAJO – Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo secara resmi membuka Rapat Koordinasi Wilayah Kerja (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU) Wilayah IV Bali Tahun 2026 di Labuan Bajo 27-28 Januari 2026.

Rakorwil dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Pemerintah Daerah Bali, NTB, dan NTT, TNI AU, PT Angkasa Pura Indonesia, AirNav Indonesia, serta para pimpinan Badan Usaha Angkutan Udara.

Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara,  AhmaSetiyo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat konektivitas transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman.

“Khususnya di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ucapnya.

Rakorwil tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Rencana Strategis Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Penerbangan dan Peningkatan Kompetensi Personel Penerbangan Guna Memperkuat Konektivitas yang Selamat, Aman, dan Nyaman di Wilayah Kerja KOBU IV”.

Dia mengungkapkan, hingga tahun 2025, industri penerbangan menunjukkan indikator positif dengan adanya peningkatan trafik penumpang, pesawat, serta penambahan rute dan operator.

Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan kompleks yang harus segera diantisipasi.

“Kita dihadapkan pada keterbatasan armada, dinamika harga tiket, pengelolaan ruang udara, hingga kebutuhan akan keandalan infrastruktur bandara dan peningkatan kompetensi SDM penerbangan,” ujar Setiyo.

Namun demikian, Ditjen Hubud menegaskan komitmen untuk selalu mengedepankan prinsip Safety, Security, Services, dan Compliance (3S+1C) dalam setiap kebijakan.

Dalam kegiatan tersebut, Ditjen Hubud memaparkan sejumlah isu strategis untuk periode tahun 2025-2029, di antaranya:

* Target On Time Performance (OTP): Mencapai 85% pada tahun 2029;

* ⁠Pengembangan Infrastruktur: Mendukung sentra produksi pangan, energi, dan air nasional di Wanam, Papua Selatan.
* Penguatan Kelembagaan: Melakukan pemisahan fungsi regulator dan operator guna memperkuat tata kelola.
* Keamanan dan Keselamatan: Pemenuhan standar keselamatan dan keamanan penerbangan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan ini Setiyo menyampaikan instruksi khusus dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara kepada seluruh pemangku kepentingan di wilayah KOBU IV untuk:

1. Meningkatkan mitigasi keselamatan saat cuaca buruk.
2. Mempersiapkan contingency plan demi mencapai target zero accident dan zero fatality.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik, mulai dari kebersihan fasilitas terminal hingga fasilitas keamanan.
4. Mempersiapkan pelaksanaan angkutan Mudik Lebaran agar berjalan dengan lancar.

“Saya berharap, rakor ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, serta merumuskan langkah konkret demi memastikan konektivitas udara yang berkelanjutan,” tegas Setiyo.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Cecep Kurniawan mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, wilayah Bali-Nusra mencatat pertumbuhan trafik yang signifikan.

Total trafik penumpang domestik dan internasional mencapai 29.391.427 orang, meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi sebesar 17,79% terhadap total trafik nasional.

Selain membahas kebijakan strategis, Rakorwil tahun ini juga menyelenggarakan organisasi pembelajaran bagi teknisi penerbangan dan personel lainnya.

“Peningkatan trafik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan kompetensi SDM agar transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman benar-benar terwujud,” kata Cecep. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

API dan Polres Bandara Soekarno-Hatta Perketat Keamanan, Pelanggaran Kargo Terungkap

16 Mei 2026 - 13:23 WIB

INACA Apresiasi Penyesuaian Fuel Surcharge dari Pemerintah

14 Mei 2026 - 20:45 WIB

Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Angkutan Udara

14 Mei 2026 - 20:42 WIB

Gelar RUPST, Garuda Indonesia Perkuat Fokus Transformasi

14 Mei 2026 - 12:43 WIB

Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Group Tumbuh 6,76% di Kuartal I-2026

14 Mei 2026 - 12:36 WIB

Pengamat: Usia Pesawat Bukan Penentu Keandalan dan Keselamatan

14 Mei 2026 - 11:01 WIB

Layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo, Mudahkan Jemaah Haji Embarkasi Solo

13 Mei 2026 - 15:51 WIB

OTP Keberangkatan Penerbangan Haji dari 14 Bandara InJourney Airports Capai 96%

10 Mei 2026 - 15:13 WIB

AirNav–CAAS Bahas Penguatan Kolaborasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Asia Pasifik

8 Mei 2026 - 17:29 WIB

Kolaborasi Kemenhub dan InJourney Airports Perkuat Konektivitas Udara 

7 Mei 2026 - 15:26 WIB

Trending di BANDARA