Menu ✖

Mode Gelap
Cegah Abrasi Pantura Jawa, AHY Tanam Mangrove Berteknologi HexBricks BKKP Kemenhub Catat Berbagai Prestasi Strategis ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII Berkat Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Sabet Penghargaan Tak Lagi Menunggu Warga Datang, Disdukcapil Kabupaten Bogor Jemput Bola Layani Masyarakat Dorong Kopi dan Nilam Aceh Go International, Misi Dagang Aceh–Jatim Cetak Transaksi Rp1,079 Triliun. 

BANDARA

Ditjen Hubud Perkuat Kolaborasi Strategis dan Mitigasi Operasional di OBU IV Bali

badge-check


 Ditjen Hubud Perkuat Kolaborasi Strategis dan Mitigasi Operasional di OBU IV Bali Perbesar

Wartatrans.com, LABUAN BAJO – Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo secara resmi membuka Rapat Koordinasi Wilayah Kerja (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU) Wilayah IV Bali Tahun 2026 di Labuan Bajo 27-28 Januari 2026.

Rakorwil dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Pemerintah Daerah Bali, NTB, dan NTT, TNI AU, PT Angkasa Pura Indonesia, AirNav Indonesia, serta para pimpinan Badan Usaha Angkutan Udara.

Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara,  AhmaSetiyo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat konektivitas transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman.

“Khususnya di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ucapnya.

Rakorwil tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Rencana Strategis Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Penerbangan dan Peningkatan Kompetensi Personel Penerbangan Guna Memperkuat Konektivitas yang Selamat, Aman, dan Nyaman di Wilayah Kerja KOBU IV”.

Dia mengungkapkan, hingga tahun 2025, industri penerbangan menunjukkan indikator positif dengan adanya peningkatan trafik penumpang, pesawat, serta penambahan rute dan operator.

Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan kompleks yang harus segera diantisipasi.

“Kita dihadapkan pada keterbatasan armada, dinamika harga tiket, pengelolaan ruang udara, hingga kebutuhan akan keandalan infrastruktur bandara dan peningkatan kompetensi SDM penerbangan,” ujar Setiyo.

Namun demikian, Ditjen Hubud menegaskan komitmen untuk selalu mengedepankan prinsip Safety, Security, Services, dan Compliance (3S+1C) dalam setiap kebijakan.

Dalam kegiatan tersebut, Ditjen Hubud memaparkan sejumlah isu strategis untuk periode tahun 2025-2029, di antaranya:

* Target On Time Performance (OTP): Mencapai 85% pada tahun 2029;

* ⁠Pengembangan Infrastruktur: Mendukung sentra produksi pangan, energi, dan air nasional di Wanam, Papua Selatan.
* Penguatan Kelembagaan: Melakukan pemisahan fungsi regulator dan operator guna memperkuat tata kelola.
* Keamanan dan Keselamatan: Pemenuhan standar keselamatan dan keamanan penerbangan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan ini Setiyo menyampaikan instruksi khusus dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara kepada seluruh pemangku kepentingan di wilayah KOBU IV untuk:

1. Meningkatkan mitigasi keselamatan saat cuaca buruk.
2. Mempersiapkan contingency plan demi mencapai target zero accident dan zero fatality.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik, mulai dari kebersihan fasilitas terminal hingga fasilitas keamanan.
4. Mempersiapkan pelaksanaan angkutan Mudik Lebaran agar berjalan dengan lancar.

“Saya berharap, rakor ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, serta merumuskan langkah konkret demi memastikan konektivitas udara yang berkelanjutan,” tegas Setiyo.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Cecep Kurniawan mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, wilayah Bali-Nusra mencatat pertumbuhan trafik yang signifikan.

Total trafik penumpang domestik dan internasional mencapai 29.391.427 orang, meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi sebesar 17,79% terhadap total trafik nasional.

Selain membahas kebijakan strategis, Rakorwil tahun ini juga menyelenggarakan organisasi pembelajaran bagi teknisi penerbangan dan personel lainnya.

“Peningkatan trafik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan kompetensi SDM agar transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman benar-benar terwujud,” kata Cecep. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dampak Karhutla pada Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gandeng EIGER, Garuda Daur Ulang Pelampung dan Pelapis Kursi Pesawat jadi Koleksi Menarik

17 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Riyadh

16 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Karhutla pada Operasional 16 Bandara di Wilayah Papua

16 Oktober 2026 - 10:20 WIB

INACA Beri Penghargaan 5 Bandara

15 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

15 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Sikapi Eskalasi Geopolitik Timteng, Garuda Perkuat Mitigasi Operasional

15 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Pelayanan Selama MotoGP Sukses, BIZAM Lombok: Operasional Aman dan Zero Accident

14 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Trending di BANDARA