Menu

Mode Gelap
Banjir Limbah 57.000 Ton Baterai Bekas: Hantu Pasar Gelap dan Ancaman bagi Industri Nikel Indonesia KAI Catat KA Makassar-Parepare Layani Lebih dari 1 Juta Penumpang Sejak Beroperasi, Semester I 2026 Meningkat 15,44 Persen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran KAI Angkut 123.810 Ton Barang Retail pada Semester I 2026, Naik 5,06 Persen For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

BANDARA

Ditjen Hubud Perkuat Kolaborasi Strategis dan Mitigasi Operasional di OBU IV Bali

badge-check


 Ditjen Hubud Perkuat Kolaborasi Strategis dan Mitigasi Operasional di OBU IV Bali Perbesar

Wartatrans.com, LABUAN BAJO – Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo secara resmi membuka Rapat Koordinasi Wilayah Kerja (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU) Wilayah IV Bali Tahun 2026 di Labuan Bajo 27-28 Januari 2026.

Rakorwil dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Pemerintah Daerah Bali, NTB, dan NTT, TNI AU, PT Angkasa Pura Indonesia, AirNav Indonesia, serta para pimpinan Badan Usaha Angkutan Udara.

Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara,  AhmaSetiyo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat konektivitas transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman.

“Khususnya di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ucapnya.

Rakorwil tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Rencana Strategis Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Penerbangan dan Peningkatan Kompetensi Personel Penerbangan Guna Memperkuat Konektivitas yang Selamat, Aman, dan Nyaman di Wilayah Kerja KOBU IV”.

Dia mengungkapkan, hingga tahun 2025, industri penerbangan menunjukkan indikator positif dengan adanya peningkatan trafik penumpang, pesawat, serta penambahan rute dan operator.

Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan kompleks yang harus segera diantisipasi.

“Kita dihadapkan pada keterbatasan armada, dinamika harga tiket, pengelolaan ruang udara, hingga kebutuhan akan keandalan infrastruktur bandara dan peningkatan kompetensi SDM penerbangan,” ujar Setiyo.

Namun demikian, Ditjen Hubud menegaskan komitmen untuk selalu mengedepankan prinsip Safety, Security, Services, dan Compliance (3S+1C) dalam setiap kebijakan.

Dalam kegiatan tersebut, Ditjen Hubud memaparkan sejumlah isu strategis untuk periode tahun 2025-2029, di antaranya:

* Target On Time Performance (OTP): Mencapai 85% pada tahun 2029;

* ⁠Pengembangan Infrastruktur: Mendukung sentra produksi pangan, energi, dan air nasional di Wanam, Papua Selatan.
* Penguatan Kelembagaan: Melakukan pemisahan fungsi regulator dan operator guna memperkuat tata kelola.
* Keamanan dan Keselamatan: Pemenuhan standar keselamatan dan keamanan penerbangan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan ini Setiyo menyampaikan instruksi khusus dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara kepada seluruh pemangku kepentingan di wilayah KOBU IV untuk:

1. Meningkatkan mitigasi keselamatan saat cuaca buruk.
2. Mempersiapkan contingency plan demi mencapai target zero accident dan zero fatality.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik, mulai dari kebersihan fasilitas terminal hingga fasilitas keamanan.
4. Mempersiapkan pelaksanaan angkutan Mudik Lebaran agar berjalan dengan lancar.

“Saya berharap, rakor ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, serta merumuskan langkah konkret demi memastikan konektivitas udara yang berkelanjutan,” tegas Setiyo.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Cecep Kurniawan mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, wilayah Bali-Nusra mencatat pertumbuhan trafik yang signifikan.

Total trafik penumpang domestik dan internasional mencapai 29.391.427 orang, meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi sebesar 17,79% terhadap total trafik nasional.

Selain membahas kebijakan strategis, Rakorwil tahun ini juga menyelenggarakan organisasi pembelajaran bagi teknisi penerbangan dan personel lainnya.

“Peningkatan trafik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan kompetensi SDM agar transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman benar-benar terwujud,” kata Cecep. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ditjen Hubud-DGAC Prancis Perbarui Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil

6 Juli 2026 - 06:49 WIB

Pelita Air-BNI Hadirkan Promo Diskon Tiket Domestik hingga Rp360 Ribu

6 Juli 2026 - 06:32 WIB

Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan PASPlus, bikin Libur Sekolah Makin Asik

4 Juli 2026 - 08:54 WIB

Perkuat Kualitas Layanan Navigasi AirNav Indonesia-ASA Gelar Program ITSAP

3 Juli 2026 - 17:11 WIB

Citilink Serahkan Hadiah Undian Mobil dan Tiket Gratis untuk Pelanggan Setia

3 Juli 2026 - 14:57 WIB

InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara

2 Juli 2026 - 21:04 WIB

Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar

2 Juli 2026 - 18:57 WIB

Insiden Pesawat Perintis PK-RCY di Balinggama, Papua Pegunungan, Pilot Meninggal Dunia

2 Juli 2026 - 16:21 WIB

Citilink Buka 5 Rute Baru Hubungkan Kalimantan, Yogya, dan Batam

1 Juli 2026 - 14:43 WIB

Kemenhub Dorong Percepatan Persiapan Reaktivasi Bandara Husein Bandung

1 Juli 2026 - 09:06 WIB

Trending di BANDARA