Menu

Mode Gelap
Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan KAI Siapkan Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi KAJJ, KRL hingga Monas Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik Aset KAI Group Meningkat Jadi Rp105,43 Triliun pada 2025, Perkuat Layanan Berbasis Rel

RAGAM

DPR Desak Percepatan Huntara Korban Bencana Jelang Ramadan

badge-check


 DPR Desak Percepatan Huntara Korban Bencana Jelang Ramadan Perbesar

Wartatrans.com, AKARTA — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Irmawan menyoroti lambannya pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dua bulan setelah bencana, ribuan warga masih bertahan di tenda-tenda darurat, tanpa kepastian kapan hunian layak bisa ditempati.

Irmawan menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya respons negara dalam fase pemulihan pascabencana. Padahal, Ramadan tinggal menghitung minggu.

“Faktanya, sampai hari ini masih banyak saudara kita yang hidup di pengungsian dengan beratapkan terpal dan beralas tanah. Jika ini dibiarkan, mereka akan menjalani puasa dalam kondisi yang tidak manusiawi,” kata Irmawan, Ahad, 25 Januari 2026.

Legislator dari daerah pemilihan Aceh itu menegaskan, huntara bukan sekadar bangunan fisik, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar warga negara yang terdampak bencana. Tanpa hunian sementara yang layak, proses pemulihan fisik, psikologis, hingga sosial ekonomi pengungsi akan berjalan pincang.

Menurut Irmawan, keberadaan huntara sangat menentukan stabilitas keluarga korban bencana. “Tanpa ruang privat, anak-anak sulit beristirahat dengan baik, orang tua tidak tenang beribadah, dan upaya pemulihan ekonomi keluarga terhambat,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah perlu menjadikan percepatan pembangunan huntara sebagai prioritas utama, bukan sekadar program administratif. Irmawan menyebut Komisi V DPR RI akan terus mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi terkait agar bergerak lebih cepat, terutama dalam merespons kelompok rentan yang terdampak cuaca ekstrem.

“Negara tidak boleh hadir terlambat. Jangan sampai keterlambatan pembangunan hunian sementara membuat korban bencana kehilangan kesempatan menjalani Ramadan secara layak dan bermartabat,” kata Irmawan.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Hadirkan Genre Bisnis Baru, 10 Bioskop Mini Alfamart Siap Ramaikan Jagat Hiburan

6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di RAGAM