Menu

Mode Gelap
Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar: Bangun Kepedulian dan Kebersamaan Warga Dengan Semangat Kemerdekaan Sempat Memanas Gegara Lagu, Valdy Nyonk dan Ecko Show Akhirnya Berdamai Pedang, Amanah, dan Marwah Linge Gubernur Jateng Mengingatkan DCF 2026 Agar Menjaga Identitas Daerah Aset Master Lagu Diduga Dialihkan Tanpa Izin, Valdy Nyong Somasi Label Ide Timur  Manusia Di Antara Dua Setan 

RAGAM

DPR Desak Percepatan Huntara Korban Bencana Jelang Ramadan

badge-check


 DPR Desak Percepatan Huntara Korban Bencana Jelang Ramadan Perbesar

Wartatrans.com, AKARTA — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Irmawan menyoroti lambannya pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dua bulan setelah bencana, ribuan warga masih bertahan di tenda-tenda darurat, tanpa kepastian kapan hunian layak bisa ditempati.

Irmawan menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya respons negara dalam fase pemulihan pascabencana. Padahal, Ramadan tinggal menghitung minggu.

“Faktanya, sampai hari ini masih banyak saudara kita yang hidup di pengungsian dengan beratapkan terpal dan beralas tanah. Jika ini dibiarkan, mereka akan menjalani puasa dalam kondisi yang tidak manusiawi,” kata Irmawan, Ahad, 25 Januari 2026.

Legislator dari daerah pemilihan Aceh itu menegaskan, huntara bukan sekadar bangunan fisik, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar warga negara yang terdampak bencana. Tanpa hunian sementara yang layak, proses pemulihan fisik, psikologis, hingga sosial ekonomi pengungsi akan berjalan pincang.

Menurut Irmawan, keberadaan huntara sangat menentukan stabilitas keluarga korban bencana. “Tanpa ruang privat, anak-anak sulit beristirahat dengan baik, orang tua tidak tenang beribadah, dan upaya pemulihan ekonomi keluarga terhambat,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah perlu menjadikan percepatan pembangunan huntara sebagai prioritas utama, bukan sekadar program administratif. Irmawan menyebut Komisi V DPR RI akan terus mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi terkait agar bergerak lebih cepat, terutama dalam merespons kelompok rentan yang terdampak cuaca ekstrem.

“Negara tidak boleh hadir terlambat. Jangan sampai keterlambatan pembangunan hunian sementara membuat korban bencana kehilangan kesempatan menjalani Ramadan secara layak dan bermartabat,” kata Irmawan.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar: Bangun Kepedulian dan Kebersamaan Warga Dengan Semangat Kemerdekaan

30 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Pedang, Amanah, dan Marwah Linge

30 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Manusia Di Antara Dua Setan 

30 Agustus 2026 - 08:25 WIB

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Dinsos Tolak Ajuan Keringanan Pasien Miskin Non BPJS di RS dr. Slamet Garut 

28 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Trending di RAGAM