Menu

Mode Gelap
Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

PERISTIWA

DPRK Aceh Selatan Soroti Dugaan Pelanggaran Kewajiban Plasma PT Asdal Prima Lestari

badge-check


 DPRK Aceh Selatan Soroti Dugaan Pelanggaran Kewajiban Plasma PT Asdal Prima Lestari Perbesar

Wartatrans.com, ACEH SELATAN — Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan melalui Panitia Khusus (Pansus) menemukan dugaan pelanggaran ketentuan perundang-undangan oleh PT Asdal Prima Lestari dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Temuan tersebut terungkap saat Pansus melakukan kunjungan lapangan ke areal perkebunan perusahaan yang telah beroperasi sejak 1986 di Aceh Selatan.

Anggota Pansus DPRK Aceh Selatan, Adi Samridha, menyebut PT Asdal diduga tidak menjalankan kewajiban penyediaan kebun plasma bagi masyarakat sekitar, meskipun perusahaan telah menguasai lahan lebih dari 2.000 hektare. Padahal, berdasarkan regulasi perkebunan, perusahaan wajib menyediakan kebun plasma minimal 20 persen dari total luas lahan yang dikelola.

“Selama hampir empat dekade beroperasi, tidak ada realisasi kebun plasma. Bahkan satu batang pun tidak ditemukan,” ujar Adi, Kamis, 15 Januari 2026.

Selain persoalan plasma, Pansus juga mencatat tidak adanya program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar perkebunan. Kondisi ini dinilai berpotensi merugikan warga serta memperlebar kesenjangan antara perusahaan dan lingkungan sosialnya.

Dalam kunjungan tersebut, DPRK Aceh Selatan juga menyoroti minimnya keterbukaan dan komunikasi perusahaan terhadap lembaga pengawas daerah. Menurut Adi, hal itu menjadi catatan penting karena DPRK memiliki fungsi pengawasan terhadap aktivitas usaha yang berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.

Tak hanya itu, pola hubungan PT Asdal dengan warga sekitar turut menjadi perhatian. Pansus mencatat adanya konflik berkepanjangan antara perusahaan dan masyarakat, yang dalam beberapa kasus justru berujung pada pelaporan warga ke aparat penegak hukum.

“Seharusnya perusahaan mengedepankan dialog dan penyelesaian secara persuasif, bukan langsung menempuh jalur hukum,” kata Adi.

Pansus DPRK Aceh Selatan berencana menindaklanjuti temuan tersebut dengan memanggil manajemen PT Asdal Prima Lestari serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kepatuhan perusahaan terhadap aturan perkebunan dan perlindungan hak masyarakat setempat.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

Trending di ANJUNGAN