Menu ✖

Mode Gelap
Wahyu Zein, Penyany Sekaligus Komposer Rilis EP dan Sukses Tembus 8 Ribuan Montly Listeners di Spotify Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026 Digelar di USK, Hadirkan Seniman dari Berbagai Negara Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang OPINI: Peralihan Pucuk Pimpinan Polri – Murni Bebenah atau Sekadar Alat Kekuasaan Baru?

PERON

Dua Insiden Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi

badge-check


 Dua Insiden Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Perjalanan Commuter Line lintas Bogor dan Tangerang mengalami gangguan pada Kamis (20/8/2026) pagi akibat dua insiden berbeda. Gangguan tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan KRL mengalami keterlambatan.

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna. Petugas saat ini masih melakukan penanganan di lapangan, termasuk memperbaiki sarana KRL dan mengurai antrean perjalanan yang terdampak.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, gangguan pertama terjadi pada Commuter Line Nomor 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota yang tertemper orang di lintas Cawang-Tebet.

“Commuter Line No.1183 relasi Bogor-Jakarta Kota tertemper orang di lintas Cawang-Tebet yang menyebabkan kerusakan pada sistem pengereman,” ujar Leza dalam keterangan pers, Kamis (20/8/2026).

Insiden tersebut berdampak terhadap perjalanan Commuter Line lintas Bogor. Untuk mengurangi dampak keterlambatan, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi dengan melayani perjalanan menggunakan satu jalur pada lintas Pasar Minggu-Manggarai.

Sementara itu, gangguan kedua terjadi pada Commuter Line Nomor 1914 relasi Duri-Tangerang yang tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi pada lintas Tangerang.
Peristiwa tersebut mengakibatkan bagian depan KRL mengalami kerusakan dan berdampak terhadap perjalanan Commuter Line lintas Tangerang.

Dalam penanganannya, KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi dengan menggunakan satu jalur pada lintas Rawabuaya-Batu Ceper. Rekayasa dilakukan untuk membantu mengurai antrean perjalanan yang terdampak gangguan.

Leza mengimbau pengguna Commuter Line untuk mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung. Pengguna juga diminta mengantisipasi perjalanan dengan memantau informasi terbaru mengenai kondisi perjalanan.

“Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan,” kata Leza.

KAI Commuter memastikan petugas terus melakukan penanganan terhadap kedua gangguan tersebut agar perjalanan Commuter Line dapat kembali normal.

KCI juga meminta pengguna mengatur waktu perjalanan serta tetap memperhatikan informasi perjalanan yang disampaikan melalui petugas di stasiun selama proses penanganan berlangsung.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang

4 Oktober 2026 - 19:58 WIB

KA Mutiara Timur Catat 304.522 Pelanggan, Banyuwangi Makin Terhubung dengan Surabaya

4 Oktober 2026 - 17:26 WIB

KAI Catat 11,34 Juta Pergerakan Pelanggan di Sumatra, Naik 12,02 Persen

4 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Commuter Run 2026 Diikuti 2.500 Peserta, KAI Commuter Dorong Gaya Hidup Sehat dan Transportasi Publik

4 Oktober 2026 - 09:07 WIB

KA Harina Tembus 567 Ribu Pelanggan, Hubungkan Bandung-Surabaya via Jalur Utara

3 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Dilema Aturan Impor KRL Bekas dan Kebutuhan Layanan Publik

3 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Angkutan Non-Batu Bara KAI Capai 9,15 Juta Ton, Hasil Pertanian Banyuwangi–Jakarta Mulai Dibidik

2 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Keributan Terjadi di Eskalator Stasiun Bekasi, Diduga Dipicu Perselisihan Pasangan

2 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Trending di PERON