Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan baru kelas Ekonomi Kerakyatan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Kehadiran layanan ini menjadi alternatif perjalanan di tengah padatnya mobilitas, sekaligus memperkuat kapasitas angkutan kereta api.
Hingga 26 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket KA Tambahan relasi Lempuyangan–Pasarsenen (pp) mencapai 26.850 tiket untuk periode perjalanan 11 Maret hingga 1 April 2026. Angka tersebut terus bergerak mengikuti kebutuhan perjalanan, khususnya pada masa arus balik.

Tingginya antusiasme terlihat pada okupansi kelas Ekonomi Kerakyatan yang melampaui kapasitas. Pada relasi Lempuyangan–Pasarsenen, tercatat 10.187 tempat duduk terjual atau 124 persen dari kapasitas 8.184 kursi. Sementara relasi Pasarsenen–Lempuyangan mencapai 9.911 tempat duduk atau 121 persen. Okupansi di atas 100 persen terjadi karena adanya pergerakan naik turun penumpang di berbagai stasiun.
Sejak awal pengoperasian, layanan ini telah melayani ribuan pelanggan. Pada periode 11–25 Maret 2026, sebanyak 7.221 pelanggan menggunakan relasi Lempuyangan–Pasarsenen dan 6.867 pelanggan pada relasi sebaliknya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan layanan Ekonomi Kerakyatan menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih beragam selama Lebaran.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan memberikan tambahan kapasitas dengan pengaturan tempat duduk yang lebih nyaman. Layanan ini menjadi pilihan baru bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan Lebaran,” ujarnya.
Kereta Ekonomi Kerakyatan dioperasikan dalam rangkaian KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi kerakyatan. Dalam satu rangkaian tersedia 250 tempat duduk kelas eksekutif dan 372 tempat duduk kelas ekonomi kerakyatan.
Perjalanan dilayani dua kali setiap hari, dengan keberangkatan dari Lempuyangan pukul 06.00 WIB dan tiba di Pasarsenen pukul 13.56 WIB. Sementara dari Pasarsenen berangkat pukul 15.25 WIB dan tiba di Lempuyangan pukul 22.57 WIB.
Dari sisi kenyamanan, konfigurasi tempat duduk 3–2 dengan kapasitas 93 kursi per kereta memberikan ruang lebih lega, serta kursi yang dapat disesuaikan arahnya mengikuti perjalanan. Untuk tarif, layanan ini berada di antara kelas Ekonomi PSO dan Ekonomi reguler, dengan tarif relasi terjauh sekitar Rp175.000 selama periode Angkutan Lebaran.
“Di tengah meningkatnya mobilitas Lebaran, kehadiran layanan baru ini memberi pilihan tambahan bagi masyarakat dalam menentukan perjalanan, sekaligus memperkuat kapasitas angkutan pada jalur dengan permintaan tinggi,” tutup Anne.(fahmi)






























