Wartatrans.com, JAKARTA – Upaya elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung menjadi salah satu faktor kunci di balik peningkatan layanan dan kapasitas angkut KRL dalam beberapa tahun terakhir.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, hingga kini elektrifikasi di lintas tersebut telah mencapai 72,769 kilometer track dengan jalur ganda. Pengembangan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, elektrifikasi tidak hanya meningkatkan keandalan operasional, tetapi juga memungkinkan peningkatan kapasitas layanan.
“Dengan elektrifikasi, operasional KRL menjadi lebih efisien dan andal. Selain itu, panjang rangkaian dapat ditingkatkan hingga 12 kereta, sehingga daya angkut penumpang menjadi lebih besar,” ujar Anne.
Sebelum pengembangan tersebut, rangkaian KRL umumnya terdiri dari 8 hingga 10 kereta. Kini, dengan formasi 12 kereta (SF 12), kepadatan penumpang dapat lebih terdistribusi dan kenyamanan perjalanan meningkat.
Selain itu, sistem elektrifikasi juga mendukung pengaturan headway atau jarak antar perjalanan yang lebih rapat. Hal ini berdampak pada meningkatnya frekuensi perjalanan serta berkurangnya waktu tunggu penumpang di stasiun.
Pengembangan elektrifikasi juga diikuti dengan peningkatan prasarana pendukung lainnya, seperti sistem persinyalan dan jalur ganda, yang secara keseluruhan memperkuat kinerja operasional di lintas tersebut.
KAI menilai, elektrifikasi menjadi fondasi penting dalam pengembangan transportasi berbasis rel yang modern, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta yang terus berkembang.(fahmi)































