Menu

Mode Gelap
KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional Elektrifikasi Lintas Rangkasbitung-Merak Perkuat Layanan KRL dan Kapasitas Angkut KAI Catat Lonjakan Penumpang KRL Lintas Rangkasbitung, Tembus 77 Juta pada 2025 Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

PERON

Elektrifikasi Lintas Rangkasbitung-Merak Perkuat Layanan KRL dan Kapasitas Angkut

badge-check


 Elektrifikasi Lintas Rangkasbitung-Merak Perkuat Layanan KRL dan Kapasitas Angkut Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Upaya elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung menjadi salah satu faktor kunci di balik peningkatan layanan dan kapasitas angkut KRL dalam beberapa tahun terakhir.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, hingga kini elektrifikasi di lintas tersebut telah mencapai 72,769 kilometer track dengan jalur ganda. Pengembangan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, elektrifikasi tidak hanya meningkatkan keandalan operasional, tetapi juga memungkinkan peningkatan kapasitas layanan.

“Dengan elektrifikasi, operasional KRL menjadi lebih efisien dan andal. Selain itu, panjang rangkaian dapat ditingkatkan hingga 12 kereta, sehingga daya angkut penumpang menjadi lebih besar,” ujar Anne.

Sebelum pengembangan tersebut, rangkaian KRL umumnya terdiri dari 8 hingga 10 kereta. Kini, dengan formasi 12 kereta (SF 12), kepadatan penumpang dapat lebih terdistribusi dan kenyamanan perjalanan meningkat.

Selain itu, sistem elektrifikasi juga mendukung pengaturan headway atau jarak antar perjalanan yang lebih rapat. Hal ini berdampak pada meningkatnya frekuensi perjalanan serta berkurangnya waktu tunggu penumpang di stasiun.

Pengembangan elektrifikasi juga diikuti dengan peningkatan prasarana pendukung lainnya, seperti sistem persinyalan dan jalur ganda, yang secara keseluruhan memperkuat kinerja operasional di lintas tersebut.

KAI menilai, elektrifikasi menjadi fondasi penting dalam pengembangan transportasi berbasis rel yang modern, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta yang terus berkembang.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen

12 April 2026 - 16:55 WIB

Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal

12 April 2026 - 16:22 WIB

KAI Catat Lonjakan Penumpang KRL Lintas Rangkasbitung, Tembus 77 Juta pada 2025

12 April 2026 - 15:03 WIB

Layani 97.306 Pelanggan pada Triwulan I 2026, KA Pangandaran jadi Pilihan Menuju Liburan Seru ke Pantai yang Indah

11 April 2026 - 21:45 WIB

Akses Stasiun JIS Segera Beroperasi, KAI Perkuat Konektivitas Lintas Tanjung Priok

11 April 2026 - 18:47 WIB

Seluruh Lokomotif dan Genset KAI Sudah Pakai Biosolar B40, Siap Sambut Inovasi B50

11 April 2026 - 18:17 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Stasiun demi Kenyamanan dan Keselamatan

11 April 2026 - 12:22 WIB

Deretan tempat sampah terpilah tersedia di area stasiun sebagai upaya KAI Daop 1 Jakarta meningkatkan kebersihan, kenyamanan, dan keselamatan. KAI mengimbau masyarakat untuk membuang sampah sesuai jenisnya dan tidak sembarangan demi menjaga lingkungan stasiun tetap bersih dan aman.

KAI Amankan 6.047 Barang Tertinggal Awal 2026, Pelanggan Diimbau Lebih Waspada Saat Naik Kereta Api

11 April 2026 - 12:13 WIB

KAI Daop 7 Madiun Sterilisasi Jalur di Stasiun Tulungagung, Tutup Akses Jalan Liar

11 April 2026 - 11:34 WIB

KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Refreshing Petugas Jalur, Perkuat Keselamatan Perjalanan KA

10 April 2026 - 21:12 WIB

Trending di PERON