Menu

Mode Gelap
KA Logawa Tabrak Truk di Perlintasan Bagor-Saradan, Sejumlah Perjalanan Kereta Terlambat Perkuat Sinergitas, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Silaturahmi dengan PWI-LS DKI Jakarta Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja PTPN I Gandeng dan Jaga Lahan Warga untuk Tembakau di Jember KAI Angkut 1,17 Juta Ton Semen dan Klinker pada Semester I 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

PERISTIWA

Empat Desa di Ketol Masih Terisolir, TNI Bangun Jembatan Darurat Demi Pulihkan Akses Warga

badge-check


 Empat Desa di Ketol Masih Terisolir, TNI Bangun Jembatan Darurat Demi Pulihkan Akses Warga Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH  — Empat desa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, yakni Kampung Burlah, Bintang Pepara, Kekuyang, dan Buge Ara hingga kini masih terisolir dari akses listrik, jalan, jembatan, serta jaringan seluler. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat.

Sebagai upaya membuka kembali akses warga, saat ini tengah dilakukan pembangunan jembatan darurat oleh personel TNI dari Yon Zipur yang diperbantukan oleh Batalion Yonif TP 854/Dharma Kersaka (DK) Pameu, bersama masyarakat setempat. Jembatan darurat ini diharapkan dapat menjadi jalur vital bagi warga untuk beraktivitas, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian.

Pembangunan jembatan darurat tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah kondisi arus sungai yang masih deras dan tinggi, sehingga menyulitkan proses pengerjaan, termasuk penggunaan alat berat di lokasi.

Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Warga menyambut pembangunan jembatan ini dengan rasa harap dan syukur, meskipun masih diselimuti kecemasan menunggu selesainya jembatan agar dapat segera digunakan.

Empat desa yang terdampak isolasi ini dihuni oleh sekitar 2.628 jiwa, yang saat ini sangat bergantung pada rampungnya jembatan darurat tersebut untuk memulihkan akses transportasi dan roda perekonomian.

“Semoga jembatan darurat ini cepat terselesaikan tanpa kendala apa pun, agar ekonomi masyarakat bisa kembali normal, paling tidak mencapai 70 persen. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan masyarakat yang telah membantu kami,” ujar Broenk, Relawan Posko Rakyat.

Pembangunan jembatan darurat ini menjadi harapan besar bagi masyarakat empat desa agar keterisolasian segera teratasi dan kehidupan sosial ekonomi warga dapat kembali berjalan dengan lebih baik.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali

9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

9 Juli 2026 - 14:16 WIB

Serap Aspirasi Peserta DPM, Poltekpel Surabaya Gelar Forum Konsultasi Publik

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

9 Juli 2026 - 11:12 WIB

Terminal Teluk Lamong dan BPD GINSI Jawa Timur Satukan Langkah Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan

9 Juli 2026 - 06:56 WIB

Menteri PU Sampaikan Salam Presiden Prabowo, Tokoh Masyarakat Gayo Balas dengan Doa

9 Juli 2026 - 00:21 WIB

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Trending di ANJUNGAN