Menu

Mode Gelap
KA Blora Jaya Tumbuh 72,76% pada Triwulan I 2026, Perjalanan yang Menghubungkan Harapan Banyak Masyarakat KAI Kirim 780 Gerbong Datar Produk Dalam Negeri ke Palembang, Perkuat Angkutan Batu Bara dan Logistik Nasional AISMOLI Sebut Sodium Ion Pas untuk Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia ASDP Hadirkan Fasilitas Belajar Modern Inklusif, Dukung SDM Unggul CANSO Apresiasi Penerapan ATMAS AirNav Indonesia BPSDMP Kemenhub Gencar Sosialisasi SIPENCATAR 2026

PERISTIWA

Empat Desa di Ketol Masih Terisolir, TNI Bangun Jembatan Darurat Demi Pulihkan Akses Warga

badge-check


 Empat Desa di Ketol Masih Terisolir, TNI Bangun Jembatan Darurat Demi Pulihkan Akses Warga Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH  — Empat desa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, yakni Kampung Burlah, Bintang Pepara, Kekuyang, dan Buge Ara hingga kini masih terisolir dari akses listrik, jalan, jembatan, serta jaringan seluler. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat.

Sebagai upaya membuka kembali akses warga, saat ini tengah dilakukan pembangunan jembatan darurat oleh personel TNI dari Yon Zipur yang diperbantukan oleh Batalion Yonif TP 854/Dharma Kersaka (DK) Pameu, bersama masyarakat setempat. Jembatan darurat ini diharapkan dapat menjadi jalur vital bagi warga untuk beraktivitas, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian.

Pembangunan jembatan darurat tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah kondisi arus sungai yang masih deras dan tinggi, sehingga menyulitkan proses pengerjaan, termasuk penggunaan alat berat di lokasi.

Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Warga menyambut pembangunan jembatan ini dengan rasa harap dan syukur, meskipun masih diselimuti kecemasan menunggu selesainya jembatan agar dapat segera digunakan.

Empat desa yang terdampak isolasi ini dihuni oleh sekitar 2.628 jiwa, yang saat ini sangat bergantung pada rampungnya jembatan darurat tersebut untuk memulihkan akses transportasi dan roda perekonomian.

“Semoga jembatan darurat ini cepat terselesaikan tanpa kendala apa pun, agar ekonomi masyarakat bisa kembali normal, paling tidak mencapai 70 persen. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan masyarakat yang telah membantu kami,” ujar Broenk, Relawan Posko Rakyat.

Pembangunan jembatan darurat ini menjadi harapan besar bagi masyarakat empat desa agar keterisolasian segera teratasi dan kehidupan sosial ekonomi warga dapat kembali berjalan dengan lebih baik.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Helikopter Jatuh di Sekadau, Seluruh Penumpang Dilaporkan Tewas

17 April 2026 - 10:42 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Kajati Sulteng Kunker ke Tolitoli, Resmikan Mess Kejari Hasil Hibah Pemda

16 April 2026 - 16:40 WIB

HBH Seusama Jadi Momentum Penggalangan Dana Balai Pengajian, Kegiatan Digelar di Jakarta dan Aceh

16 April 2026 - 14:09 WIB

Trending di RAGAM