Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Empat desa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, yakni Kampung Burlah, Bintang Pepara, Kekuyang, dan Buge Ara hingga kini masih terisolir dari akses listrik, jalan, jembatan, serta jaringan seluler. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat.
Sebagai upaya membuka kembali akses warga, saat ini tengah dilakukan pembangunan jembatan darurat oleh personel TNI dari Yon Zipur yang diperbantukan oleh Batalion Yonif TP 854/Dharma Kersaka (DK) Pameu, bersama masyarakat setempat. Jembatan darurat ini diharapkan dapat menjadi jalur vital bagi warga untuk beraktivitas, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian.

Pembangunan jembatan darurat tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah kondisi arus sungai yang masih deras dan tinggi, sehingga menyulitkan proses pengerjaan, termasuk penggunaan alat berat di lokasi.
Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Warga menyambut pembangunan jembatan ini dengan rasa harap dan syukur, meskipun masih diselimuti kecemasan menunggu selesainya jembatan agar dapat segera digunakan.

Empat desa yang terdampak isolasi ini dihuni oleh sekitar 2.628 jiwa, yang saat ini sangat bergantung pada rampungnya jembatan darurat tersebut untuk memulihkan akses transportasi dan roda perekonomian.
“Semoga jembatan darurat ini cepat terselesaikan tanpa kendala apa pun, agar ekonomi masyarakat bisa kembali normal, paling tidak mencapai 70 persen. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan masyarakat yang telah membantu kami,” ujar Broenk, Relawan Posko Rakyat.
Pembangunan jembatan darurat ini menjadi harapan besar bagi masyarakat empat desa agar keterisolasian segera teratasi dan kehidupan sosial ekonomi warga dapat kembali berjalan dengan lebih baik.*** (Jasa)
























