Wartatrans.com, TAKENGON – lagi lagi sungai burlah meluap,sebuah eskalator yang sedang bekerja memperbaiki jembatan darurat nyaris terbawa arus.
Empat desa di Kecamatan Ketol kembali terisolir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Tingginya curah hujan membuat aliran sungai di kawasan Berawang kembali meluap dan berarus deras. Akibatnya, akses jalan penghubung antara Berawang dan Burlah rusak parah dan tidak bisa dilalui.
Bahkan, satu unit alat berat jenis ekskavator yang tengah melakukan perbaikan jalan nyaris hanyut terseret derasnya arus sungai.
Seorang warga mengungkapkan kondisi mencekam yang dialaminya saat hendak pulang.
“Saya dari Bintang Pepara, mau pulang ke huntara jalan tengah, terperangkap di sana, tidak bisa lewat. Akhirnya nyebrang pakai tali, kereta ditinggal di Burlah,” ujarnya.
Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Warga kesulitan keluar masuk desa, termasuk untuk keperluan penting seperti berobat, sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian.
Jika hujan kembali turun, kondisi jalan semakin parah dan bahkan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua sekalipun.
Selain itu, distribusi bahan pokok ikut terganggu sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan harga di wilayah terdampak.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan darurat, mengingat kondisi ini kerap terjadi dan sangat merugikan masyarakat.
Saat ini, warga hanya bisa mengandalkan jalur alternatif yang berisiko tinggi, bahkan harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai menggunakan tali.*** (Kamaruzzaman)

























