Wartatrans.com, ACEH — Suasana hujan tak mengurangi kemeriahan Festival Linge 2 yang digelar di kawasan adat Linge. Ratusan pengunjung tetap memadati balai adat, duduk bersila di atas tikar sambil menikmati hidangan dan pertunjukan seni yang disajikan panitia. Suasana hangat terasa di antara tiang-tiang kayu tua yang menjadi saksi sejarah negeri leluhur ini, selasa (25/11/2025).
Festival secara resmi dibuka oleh Reja Kampung Linge, Zainudin SL yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya ajang ini sebagai ruang pengenalan budaya dan sejarah Linge kepada masyarakat luas, bahkan hingga mancanegara.

“Kami berharap Festival Linge dapat menjadi jembatan yang mempertemukan dunia luar dengan kekayaan budaya Linge,” ujar Reja Kampung Linge dalam sambutannya.
Acara tersebut turut dihadiri Raja Linge ke-XXI, Juhursyah, yang menjadi tamu kehormatan. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap upaya masyarakat adat dan panitia yang berhasil menghidupkan kembali tradisi dan memperkuat identitas budaya Gayo-Linge melalui festival ini.
Perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, Dr Anas juga hadir memberikan kata sambutan. Mereka menekankan bahwa Linge adalah salah satu sumber penting sejarah Aceh, dan festival semacam ini menjadi momentum strategis pengembangan wisata budaya.
Dalam rangkaian hiburan, Sanggar Renggali memukau pengunjung dengan penampilan teater dan lantunan lagu-lagu Gayo yang menyentuh suasana. Iringan musik tradisional berpadu dengan tepuk tangan dan sorakan meriah dari para pengunjung.
Meski hujan turun hampir sepanjang acara, semangat masyarakat tidak surut. Tawa, obrolan hangat, aroma makanan, serta lantunan musik tradisional menjadikan Festival Linge 2 sebagai perayaan budaya yang sarat makna dan penuh kebersamaan.*** (Jasa)










