Menu

Mode Gelap
Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026 Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026 KA Bandara Adi Soemarmo Catat Okupansi 129 Persen Selama Nataru, jadi Pilihan Utama Masyarakat Madiun

PERISTIWA

FMBB Gelar Aksi Demo, Tolak Pembatasan Pengunjung dan Tutup Pintu Utama Candi Borobudur

badge-check


					FMBB Gelar Aksi Demo, Tolak Pembatasan Pengunjung dan Tutup Pintu Utama Candi Borobudur Perbesar

Wartatrans.com, MAGELANG -– Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Borobudur Bangkit (FMBB) menggelar aksi demonstrasi pada Jumat (12/12/2025) pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Aksi berlangsung di ruas pertigaan bekas Pintu Utama Candi Borobudur yang kini dibekukan, tepatnya di Jalan Pramudyawardani–Badrawati, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Dalam aksinya, FMBB menyampaikan sejumlah tuntutan yang menyoroti kebijakan pengelolaan Candi Borobudur yang dinilai merugikan masyarakat lokal. Salah satu tuntutan utama adalah pencabutan pembatasan jumlah pengunjung yang saat ini dibatasi 1.200 orang per hari. FMBB mengusulkan jumlah kunjungan dinaikkan menjadi 10.000 orang per hari guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi warga.

Selain itu, FMBB menuntut dibukanya kembali akses Pintu 1 dan Pintu 2 Candi Borobudur, pengembalian hak kios pedagang yang tergabung dalam SKMB di kawasan Kampung Seni Borobudur, serta pemberian program voucher belanja yang diarahkan khusus untuk pedagang lokal. Mereka juga mendesak revisi Peraturan Presiden terkait pengelolaan Candi Borobudur dan menuntut agar masyarakat dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan, pemanfaatan, pengembangan, serta pelestarian kawasan cagar budaya tersebut.

FMBB turut menyatakan penolakan terhadap keberadaan Restoran Prana Borobudur yang dinilai mematikan usaha pedagang kecil di sekitar kawasan wisata.

Ketua FMBB, Puguh Gaishan, menyampaikan bahwa kebijakan pengelolaan Borobudur saat ini tidak berpihak pada masyarakat sekitar. “Pendapatan warga turun drastis sejak akses pintu utama ditutup dan pembatasan pengunjung diberlakukan. Kami merasa tersingkir di rumah kami sendiri,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kasinem (45), penjual kacang godok di kawasan Borobudur. Ia mengaku kondisi ekonomi keluarganya semakin sulit sejak pintu utama ditutup. “Sekarang sepi, dagangan jarang laku. Penghasilan jauh berkurang,” ujarnya dengan nada prihatin.

Aksi diwarnai dengan orasi, pembacaan petisi tuntutan, serta aksi karikatur yang mengkritik kebijakan sosial dan apa yang mereka sebut sebagai arogansi oligarki dalam pengelolaan Candi Borobudur. Massa juga melakukan orasi di depan rabat Selasar Fasad Ikon Candi Borobudur, disertai pembakaran simbolik berupa tumpukan ban mobil yang memunculkan kobaran api dan asap.

Usai menyampaikan tuntutan di pintu utama, massa aksi bergerak secara estafet menuju Pintu Kalpataru untuk melanjutkan orasi.

Kapolsek Borobudur, AKP Marsodik, SH, dalam imbauannya meminta para peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan menghormati pengguna jalan lain agar tidak menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi aksi.

Sementara itu, salah satu orator, Priyo PR, menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan yang disebutnya sebagai praktik oligarki dengan slogan “Borobudur Ora Di Dol”, yang bermakna bahwa pengelolaan Candi Borobudur seharusnya berpihak pada masyarakat, bukan kepentingan segelintir pihak.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berakhir tanpa bentrokan.*** (Priyo)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

2 Januari 2026 - 06:35 WIB

Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026

2 Januari 2026 - 01:10 WIB

Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana

1 Januari 2026 - 21:37 WIB

Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

1 Januari 2026 - 21:20 WIB

Refleksi Awal Tahun, Noyo Gimbal View Dipadati Wisatawan

1 Januari 2026 - 18:57 WIB

Trending di RAGAM