Menu ✖

Mode Gelap
Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

PERISTIWA

FMBB Gelar Aksi Demo, Tolak Pembatasan Pengunjung dan Tutup Pintu Utama Candi Borobudur

badge-check


 FMBB Gelar Aksi Demo, Tolak Pembatasan Pengunjung dan Tutup Pintu Utama Candi Borobudur Perbesar

Wartatrans.com, MAGELANG -– Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Borobudur Bangkit (FMBB) menggelar aksi demonstrasi pada Jumat (12/12/2025) pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Aksi berlangsung di ruas pertigaan bekas Pintu Utama Candi Borobudur yang kini dibekukan, tepatnya di Jalan Pramudyawardani–Badrawati, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Dalam aksinya, FMBB menyampaikan sejumlah tuntutan yang menyoroti kebijakan pengelolaan Candi Borobudur yang dinilai merugikan masyarakat lokal. Salah satu tuntutan utama adalah pencabutan pembatasan jumlah pengunjung yang saat ini dibatasi 1.200 orang per hari. FMBB mengusulkan jumlah kunjungan dinaikkan menjadi 10.000 orang per hari guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi warga.

Selain itu, FMBB menuntut dibukanya kembali akses Pintu 1 dan Pintu 2 Candi Borobudur, pengembalian hak kios pedagang yang tergabung dalam SKMB di kawasan Kampung Seni Borobudur, serta pemberian program voucher belanja yang diarahkan khusus untuk pedagang lokal. Mereka juga mendesak revisi Peraturan Presiden terkait pengelolaan Candi Borobudur dan menuntut agar masyarakat dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan, pemanfaatan, pengembangan, serta pelestarian kawasan cagar budaya tersebut.

FMBB turut menyatakan penolakan terhadap keberadaan Restoran Prana Borobudur yang dinilai mematikan usaha pedagang kecil di sekitar kawasan wisata.

Ketua FMBB, Puguh Gaishan, menyampaikan bahwa kebijakan pengelolaan Borobudur saat ini tidak berpihak pada masyarakat sekitar. “Pendapatan warga turun drastis sejak akses pintu utama ditutup dan pembatasan pengunjung diberlakukan. Kami merasa tersingkir di rumah kami sendiri,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kasinem (45), penjual kacang godok di kawasan Borobudur. Ia mengaku kondisi ekonomi keluarganya semakin sulit sejak pintu utama ditutup. “Sekarang sepi, dagangan jarang laku. Penghasilan jauh berkurang,” ujarnya dengan nada prihatin.

Aksi diwarnai dengan orasi, pembacaan petisi tuntutan, serta aksi karikatur yang mengkritik kebijakan sosial dan apa yang mereka sebut sebagai arogansi oligarki dalam pengelolaan Candi Borobudur. Massa juga melakukan orasi di depan rabat Selasar Fasad Ikon Candi Borobudur, disertai pembakaran simbolik berupa tumpukan ban mobil yang memunculkan kobaran api dan asap.

Usai menyampaikan tuntutan di pintu utama, massa aksi bergerak secara estafet menuju Pintu Kalpataru untuk melanjutkan orasi.

Kapolsek Borobudur, AKP Marsodik, SH, dalam imbauannya meminta para peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan menghormati pengguna jalan lain agar tidak menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi aksi.

Sementara itu, salah satu orator, Priyo PR, menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan yang disebutnya sebagai praktik oligarki dengan slogan “Borobudur Ora Di Dol”, yang bermakna bahwa pengelolaan Candi Borobudur seharusnya berpihak pada masyarakat, bukan kepentingan segelintir pihak.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berakhir tanpa bentrokan.*** (Priyo)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

1 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong

1 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

1 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Trending di RAGAM