Wartatrans.com, SINGAPURA — Fort Canning Tree Tunnel di Fort Canning Park, Singapura, masih menjadi magnet bagi wisatawan. Pada Jumat, 2 Januari 2026, antrean panjang terlihat mengular di area terowongan pohon yang dikenal sebagai salah satu spot foto paling populer di negeri itu.
Terletak tak jauh dari Jalan Penang, Tree Tunnel merupakan bagian dari Fort Canning Park, taman kota yang menyimpan jejak sejarah panjang. Tangga melingkar dengan naungan pepohonan rindang ini menciptakan pemandangan estetik yang kerap disebut menyerupai “tangga menuju surga”, terutama saat cahaya matahari menembus celah dedaunan.

Awalnya, kawasan ini merupakan bagian dari benteng militer Inggris yang dibangun pada 1859. Pada masa pendudukan Jepang dalam Perang Dunia II, area ini sempat dimanfaatkan untuk kepentingan militer. Setelah itu, pada 1972, Fort Canning dialihfungsikan menjadi taman umum. Seiring waktu, Tree Tunnel menjelma menjadi ikon visual yang populer di media sosial.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean pengunjung didominasi wisatawan asal Indonesia. Marni, wisatawan dari Lampung, mengaku tertarik datang setelah melihat foto kerabatnya di lokasi tersebut. “Saya lihat foto saudara di sini, bagus sekali. Jadi penasaran dan ingin foto juga,” ujarnya saat mengantre.
Hal serupa diungkapkan Angga, wisatawan asal Jakarta. Ia mengaku puas dengan hasil fotonya. “Latar belakangnya unik, seperti akar-akar pohon yang melingkar. Fotonya jadi terlihat lebih artistik,” katanya.
Tree Tunnel merupakan terowongan pejalan kaki dengan langit-langit alami dari dedaunan dan akar pohon yang menjuntai. Kombinasi unsur alam dan desain tangga spiral menjadikannya salah satu spot paling difavoritkan wisatawan di Singapura, khususnya bagi mereka yang berburu foto unik dan Instagrammable.*** (Ifal)





























