Wartatrans.com, BEKASI – Kegiatan doa bersama untuk korban kecelakaan Commuter Line KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur berlangsung khidmat pada Ahad (3/5/2026) malam.
Acara yang diinisiasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bekasi ini diikuti relawan serta penumpang KRL yang berada di lokasi.

Kegiatan digelar di area sekitar lokasi kejadian, tepatnya di sebelah dekat dengan tragedi lecelakaan rangkaian Commuter Line KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada 27 April 2026 lalu.
Rangkaian acara diisi dengan sholat ghaib, doa bersama, serta tabur bunga di sekitar lokasi sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Suasana berlangsung tenang dan penuh empati.
Sejumlah penumpang yang berada di stasiun tampak turut bergabung secara spontan, larut dalam doa untuk para korban yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan.
Ketua FPRB Kota Bekasi, Abdul Haris, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap para korban tragedi tersebut.
“Kami berharap korban yang luka segera diberi kesembuhan, dan yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Dia juga menambahkan, kejadian ini merupakan pengingat bagi semua pihak untuk bisa lebih sigap membuat kebijakan terutama untuk keselamatan masyarakat.
Turut hadir Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Bekasi, Yoyo Suhaimi, yang mewakili Wali Kota Bekasi. Kehadiran pemerintah daerah disebut sebagai dukungan atas kegiatan kemanusiaan sekaligus empati kepada keluarga korban.
“Pemerintah Kota Bakasi menaruh perhatian kepada kejadian ini, terutama para korban dan para keluarga. Semoga kiranya keluarga bisa lebih tabah atas musibah tersebut dan Insyaallah bagi yang meninggal dunia kita doakan mendapatkan ampunan dari Allah SWT dan ditempatkan di tempat sebaik-baiknya,” ujar Yoyo.
Turut meramaikan kagitan malam itu dari BPBD Kota Bekasi dan penumpang KRL yang sedang berada di lokasi.
Kagiatan malam itu, yang bersama ini menjadi bagian dari upaya spiritual untuk memberikan penguatan bagi korban dan keluarga yang terdampak.
Seiring berjalannya acara, suasana Stasiun Bekasi Timur yang biasanya ramai berubah lebih hening. Momen doa dan tabur bunga tersebut menciptakan kebersamaan yang penuh makna di tengah duka yang masih dirasakan masyarakat.(fahmi)































