Menu

Mode Gelap
Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026 Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo Bima Alfath Perkenalkan Single “Cinta Tak Bernyawa”, Siap Tampil Perdana di Panggung NEW CELEBRITY PTP Nonpetikemas Paparkan Strategi ESG dan DEI pada IDEAS Conference 2026 Semester I 2026 Layani 1,39 Juta Pelanggan, KAI Siapkan Dukungan untuk Kajian KA Sumut-Aceh Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

PERISTIWA

Gelombang Penolakan Pembangunan Pendopo Bupati Mempawah Terus Menguat

badge-check


 Gelombang Penolakan Pembangunan Pendopo Bupati Mempawah Terus Menguat Perbesar

Wartatrans.com, MEMPAWAH – Aksi penolakan terhadap rencana pembangunan pendopo rumah dinas Bupati Mempawah senilai Rp15 miliar kembali menguat. Demonstrasi yang digelar kelompok mahasiswa, pemuda, dan masyarakat telah memasuki jilid ketiga pada Senin (8/12/2025), dan diagendakan berlanjut ke jilid keempat.

Sejak pagi, ratusan massa mendatangi Kantor Bupati Mempawah untuk meminta klarifikasi langsung dari Bupati Erlina. Namun untuk ketiga kalinya, Bupati tidak hadir. Pemerintah Kabupaten menyampaikan bahwa Bupati tengah berada di Yogyakarta menghadiri seminar antikorupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Absennya Bupati kembali memicu kekecewaan. Di tengah panas terik, para demonstran membentangkan spanduk bertuliskan kritik satir seperti “Pendopo Elit, Jalan Sulit” serta seruan keras agar rencana pembangunan dibatalkan.

Meski Bupati tidak hadir, massa diterima Wakil Bupati Juli Suryadi Burdadi, Ketua DPRD Safruddin, Sekda Ismail, serta sejumlah kepala OPD. Aksi berlangsung tertib.

Koordinator aksi, Muslim, menegaskan bahwa penolakan dilakukan karena anggaran Rp15 miliar dinilai tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, banyak persoalan mendesak seperti jalan rusak, fasilitas kesehatan terbatas, dan sekolah yang belum layak.

“Tidak ada kompromi. Kami membawa aspirasi rakyat. Pendopo tidak memiliki urgensi,” ujar Muslim dari atas mobil komando.

Aksi kali ini juga diwarnai kehadiran tokoh masyarakat yang jarang turun ke jalan, di antaranya Kepala Desa Antibar, Julkarnaidi. Kehadiran mereka dianggap simbol bahwa gelombang penolakan kini meluas ke lapisan masyarakat yang lebih beragam.

Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokol Riski menyatakan bahwa ketidakhadiran Bupati murni karena agenda resmi KPK. Namun narasi lain di media sosial menyebutkan Bupati sengaja menghindari massa, memicu spekulasi tambahan di tengah publik.

Wakil Bupati Juli Suryadi menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan membuka forum dialog. “Ibu Bupati sudah menyampaikan kesediaan untuk menemui massa pada Selasa pukul 16.00 WIB. Aspirasi ini sudah didengar,” ujarnya.

Namun pengumuman tersebut justru memicu seruan mobilisasi lebih besar. Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Bersatu mengajak warga Mempawah untuk turut mengawal dialog dan memastikan keputusan yang diambil berpihak kepada masyarakat.

Sejumlah warga menilai pembangunan pendopo bukan prioritas. “Kalau ekonomi masyarakat sudah kuat dan infrastruktur memadai, silakan bangun. Tapi sekarang? Itu bukan kebutuhan, itu kemewahan,” ujar seorang warga dari Kecamatan Sungai Pinyuh.

Gelombang penolakan terhadap pembangunan pendopo ini dinilai sebagai refleksi meningkatnya kritik publik terhadap arah pembangunan daerah. Masyarakat kini menanti pertemuan Selasa sore, yang dianggap sebagai momentum menentukan: apakah pemerintah akan mendengarkan suara rakyat atau tetap melanjutkan rencana pembangunan.

Aksi jilid keempat dijadwalkan berlangsung sore ini, menandai bahwa tekanan publik terhadap kebijakan tersebut belum menunjukkan tanda mereda.*** (LonyenkRap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

Trending di RAGAM