Menu ✖

Mode Gelap
Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026 Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka ​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

RAGAM

Gerakan Ibu Negeri Rayakan Maulid dan Milad ke-9, Edukasikan Remaja Perempuan

badge-check


 Gerakan Ibu Negeri Rayakan Maulid dan Milad ke-9, Edukasikan Remaja Perempuan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Gerakan Ibu Negeri (GIN) menggelar kegiatan Maulid dan Milad ke-9 bertema “Langkah Cinta, Remajaku Cantik, Tangguh dan Mulia” sebagai momentum memperkuat arah gerakan menuju milestone 2045.

Pada kegiatan dihadirkan pemateri dr.Dewi Inong Irana, dan Retno Suminar Strangenge dan peserta adalah siswi-siswi dari beberapa sekolah jenjang menegah.

Ketua Umum sekaligus pendiri GIN, Neno Warisman, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi titik awal konsolidasi program edukasi bagi remaja perempuan di berbagai daerah.

“Gerakan Ibu Negeri adalah sebuah gerakan yang lahir karena kepedulian kaum ibu muslimah pada saat tahun 2014, itu yang pertama, namun tidak menjadi sebuah organisasi. Tahun 2016 lah, dalam momen yang kita mengenal secara persisnya itu gerakan atau aksi damai 212, nah itulah rahim telahirannya Gerakan Ibu Negeri. Memang yang menggagas saya memberi namanya Gerakan Ibu Negeri, itu saya, dan menjadi ketua umum sampai hari ini,” ujar Neno.

Ia menjelaskan GIN berdiri di atas empat pilar utama: patriotisme, kemanusiaan, pendidikan, dan ekonomi. Meski sering diidentifikasi dekat dengan politik karena momentum kelahirannya, Neno menegaskan bahwa GIN bukan gerakan politik.

Pada Milad ke-9 ini, GIN mengumumkan rencana roadshow nasional 2025 untuk menyatukan gagasan dan mengerucutkan program menuju 2045.

“Nah tahun 2025 saya mengajak teman-teman di usia Gerakan Ibu Negeri ke-9 untuk tidak tercerai-berai secara gagasan, mulai untuk mengerucutkan semua kegiatan agar menjadi milestone menuju 2045. Caranya kita akan roadshow ke seluruh daerah di Indonesia dan mengajak berpartner dengan beberapa lembaga, termasuk lembaga kemanusiaan, juga instansi atau kementerian yang terkait nantinya. Sekarang kita betul-betul swadaya mandiri, ini betul-betul upaya dari kawan-kawan generasi tahun ke-9 untuk menjadikan Gerakan Ibu Negeri ini memiliki milestone pre-generasi,” kata Neno.

Program roadshow GIN berfokus pada penguatan karakter dan pengetahuan remaja perempuan.

“Jadi kita memang khusus melakukan edukasi publik kepada siswi, siswi artinya perempuan ya, jadi tidak siswa. Jadi siswi dengan pembekalan yang kita anggap itu paling penting. Pertama yaitu mengenali diri mereka sebagai aset bangsa, anak perempuan ini kan aset bangsa,” ujarnya.

Menurut Neno, remaja perempuan saat ini menghadapi tantangan besar akibat keterbukaan informasi dan derasnya arus hedonisme yang memengaruhi gaya hidup. Ia menilai GIN perlu hadir untuk meneguhkan jati diri anak perempuan.

Neno juga menyoroti maraknya pergaulan tidak sehat, risiko penyimpangan seksual, hingga penyakit psikologis pada remaja.

Dalam roadshow nanti, anak perempuan juga akan dibekali pemahaman mengenai seksualitas diri dan laki-laki, agar mampu memilih pasangan hidup yang sehat dan terhindar dari penyimpangan.

“Jadi kita membekali anak-anak ini, perempuan, keliling Indonesia nantinya agar mereka memiliki pengetahuan tentang seksualitas mereka, seksualitas juga anak laki-laki yang nanti akan menjadi pasangan hidup mereka, atau berteman dengan siapa,” katanya.

GIN turut membuka ruang keterampilan kewirausahaan sebagai bagian dari kemandirian remaja perempuan.

“Kita pengen anak-anak perempuan kita sehat dan berpengetahuan, dan satu lagi pembekalan yang dilakukan yaitu membuka ruang entrepreneurship skills di dalam tentang perjalanan mereka,” kata Neno

“Ini pantikan ya, pantikan supaya anak-anak bisa memiliki wacana, oh iya aku memang mungkin belum suka ini, tapi kemudian dia bisa mendapatkan satu keyakinan, oh iya aku harus cari uang sendiri- aku harus punya bakatku dan ini bisa gitu loh, mungkin nantinya jadi kuliner di bidang kuliner atau di bidang-bidang lain, di bidang seni, kita akan terus memberikan berbeda-beda kemampuannya, kemampuan untuk mereka mencari uangnya,” terang Neno.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Trending di ANJUNGAN