Menu

Mode Gelap
Sekjen IABI: Kompensasi Delay Bentuk Tanggung Jawab Maskapai Bahlil Prioritaskan Warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya Bekerja di Proyek LNG Blok Masela KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya

RAGAM

Gerakan Ibu Negeri Rayakan Maulid dan Milad ke-9, Edukasikan Remaja Perempuan

badge-check


 Gerakan Ibu Negeri Rayakan Maulid dan Milad ke-9, Edukasikan Remaja Perempuan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Gerakan Ibu Negeri (GIN) menggelar kegiatan Maulid dan Milad ke-9 bertema “Langkah Cinta, Remajaku Cantik, Tangguh dan Mulia” sebagai momentum memperkuat arah gerakan menuju milestone 2045.

Pada kegiatan dihadirkan pemateri dr.Dewi Inong Irana, dan Retno Suminar Strangenge dan peserta adalah siswi-siswi dari beberapa sekolah jenjang menegah.

Ketua Umum sekaligus pendiri GIN, Neno Warisman, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi titik awal konsolidasi program edukasi bagi remaja perempuan di berbagai daerah.

“Gerakan Ibu Negeri adalah sebuah gerakan yang lahir karena kepedulian kaum ibu muslimah pada saat tahun 2014, itu yang pertama, namun tidak menjadi sebuah organisasi. Tahun 2016 lah, dalam momen yang kita mengenal secara persisnya itu gerakan atau aksi damai 212, nah itulah rahim telahirannya Gerakan Ibu Negeri. Memang yang menggagas saya memberi namanya Gerakan Ibu Negeri, itu saya, dan menjadi ketua umum sampai hari ini,” ujar Neno.

Ia menjelaskan GIN berdiri di atas empat pilar utama: patriotisme, kemanusiaan, pendidikan, dan ekonomi. Meski sering diidentifikasi dekat dengan politik karena momentum kelahirannya, Neno menegaskan bahwa GIN bukan gerakan politik.

Pada Milad ke-9 ini, GIN mengumumkan rencana roadshow nasional 2025 untuk menyatukan gagasan dan mengerucutkan program menuju 2045.

“Nah tahun 2025 saya mengajak teman-teman di usia Gerakan Ibu Negeri ke-9 untuk tidak tercerai-berai secara gagasan, mulai untuk mengerucutkan semua kegiatan agar menjadi milestone menuju 2045. Caranya kita akan roadshow ke seluruh daerah di Indonesia dan mengajak berpartner dengan beberapa lembaga, termasuk lembaga kemanusiaan, juga instansi atau kementerian yang terkait nantinya. Sekarang kita betul-betul swadaya mandiri, ini betul-betul upaya dari kawan-kawan generasi tahun ke-9 untuk menjadikan Gerakan Ibu Negeri ini memiliki milestone pre-generasi,” kata Neno.

Program roadshow GIN berfokus pada penguatan karakter dan pengetahuan remaja perempuan.

“Jadi kita memang khusus melakukan edukasi publik kepada siswi, siswi artinya perempuan ya, jadi tidak siswa. Jadi siswi dengan pembekalan yang kita anggap itu paling penting. Pertama yaitu mengenali diri mereka sebagai aset bangsa, anak perempuan ini kan aset bangsa,” ujarnya.

Menurut Neno, remaja perempuan saat ini menghadapi tantangan besar akibat keterbukaan informasi dan derasnya arus hedonisme yang memengaruhi gaya hidup. Ia menilai GIN perlu hadir untuk meneguhkan jati diri anak perempuan.

Neno juga menyoroti maraknya pergaulan tidak sehat, risiko penyimpangan seksual, hingga penyakit psikologis pada remaja.

Dalam roadshow nanti, anak perempuan juga akan dibekali pemahaman mengenai seksualitas diri dan laki-laki, agar mampu memilih pasangan hidup yang sehat dan terhindar dari penyimpangan.

“Jadi kita membekali anak-anak ini, perempuan, keliling Indonesia nantinya agar mereka memiliki pengetahuan tentang seksualitas mereka, seksualitas juga anak laki-laki yang nanti akan menjadi pasangan hidup mereka, atau berteman dengan siapa,” katanya.

GIN turut membuka ruang keterampilan kewirausahaan sebagai bagian dari kemandirian remaja perempuan.

“Kita pengen anak-anak perempuan kita sehat dan berpengetahuan, dan satu lagi pembekalan yang dilakukan yaitu membuka ruang entrepreneurship skills di dalam tentang perjalanan mereka,” kata Neno

“Ini pantikan ya, pantikan supaya anak-anak bisa memiliki wacana, oh iya aku memang mungkin belum suka ini, tapi kemudian dia bisa mendapatkan satu keyakinan, oh iya aku harus cari uang sendiri- aku harus punya bakatku dan ini bisa gitu loh, mungkin nantinya jadi kuliner di bidang kuliner atau di bidang-bidang lain, di bidang seni, kita akan terus memberikan berbeda-beda kemampuannya, kemampuan untuk mereka mencari uangnya,” terang Neno.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

16 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Komitmen ASRI Berbuah Prestasi, IPCC Sabet Penghargaan Green and Smart Port 2026

16 Juli 2026 - 20:18 WIB

⁠Dukung Kelancaran Arus Logistik Pelabuhan, KSOP Utama Tanjung Priok berikan kebijakan penyesuaian YOR

16 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Keselamatan bagi Peserta Magang

16 Juli 2026 - 09:53 WIB

QRIS Tembus 45 Juta Merchant, Tunai Tetap Masih Mendominasi Daerah

16 Juli 2026 - 05:25 WIB

Diduga Kuat Truk Colt diesel Tanpa Nopol Mengangkut Minyak Mentah Ilegal Melintas dijalan Lintas Medan-Sumut

15 Juli 2026 - 21:35 WIB

Pejuang Agraria Desak Penyelesaian Konflik Hak Adat atas Tanah di Aceh Timur

15 Juli 2026 - 21:18 WIB

IPC TPK Peringati HUT ke-13 dengan Donor Darah, 128 Kantong Darah Terkumpul

15 Juli 2026 - 21:09 WIB

Siswa SLB Gianyar Tolak Narkoba

15 Juli 2026 - 13:48 WIB

Trending di RAGAM