Menu

Mode Gelap
Sedekah Sumur Bor ke-8 Dimulai, Warga Bidari Aceh Utara Sambut Harapan Baru Pengamanan Akses Wisata Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke Berjalan Aman Angkutan Lebaran 2026 KAI Cetak Rekor Tertinggi, Okupansi Harian Tembus Lebih 140% Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air

SENI BUDAYA

Gotong Royong Rawat Cagar Budaya Aceh Tengah, Sanggar Kuta Dance Teater Libatkan Warga

badge-check


 Gotong Royong Rawat Cagar Budaya Aceh Tengah, Sanggar Kuta Dance Teater Libatkan Warga Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Upaya pelestarian cagar budaya di Aceh Tengah terus digalakkan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan komunitas seni dan masyarakat desa. Sanggar Kuta Dance Teater bersama warga Desa Jongok, Mendale, Pateri Pukes, Toweren, dan Gunung Suku melakukan kerja bersama di sejumlah lokasi cagar budaya yang tersebar di wilayah tersebut.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh sebagai bagian dari program penguatan peran masyarakat dalam menjaga warisan budaya. Gotong royong dilakukan dengan membersihkan area situs, menata lingkungan sekitar, serta melakukan pendataan awal kondisi cagar budaya.

Pimpinan Sanggar Kuta Dance Teater – Ana Kobat menyebutkan, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam pelestarian cagar budaya. “Situs-situs ini bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga bagian dari identitas dan ingatan kolektif masyarakat Aceh Tengah,” ujarnya di sela kegiatan.

Kolaborasi dengan warga, Sanggar Kuta Dance gotong royong bersihkan cagar budaya.

Desa-desa yang terlibat dikenal memiliki kedekatan historis dengan situs-situs cagar budaya peninggalan peradaban Gayo. Selama ini, sejumlah lokasi tersebut menghadapi tantangan kerusakan akibat faktor alam dan minimnya perawatan rutin.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh menegaskan bahwa pendekatan gotong royong dipilih untuk menumbuhkan rasa memiliki di tengah masyarakat. “Pelestarian tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat adalah penjaga pertama kebudayaan,” katanya.

Selain kerja fisik, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi budaya, khususnya bagi generasi muda desa, agar memahami nilai sejarah dan pentingnya menjaga situs cagar budaya secara berkelanjutan.

Gotong royong lintas desa ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara komunitas seni, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya Aceh Tengah agar tetap hidup dan lestari di tengah perubahan zaman.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedekah Sumur Bor ke-8 Dimulai, Warga Bidari Aceh Utara Sambut Harapan Baru

4 April 2026 - 21:02 WIB

Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa

4 April 2026 - 18:18 WIB

Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air

4 April 2026 - 17:52 WIB

Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z

4 April 2026 - 16:03 WIB

Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi

3 April 2026 - 19:12 WIB

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil

3 April 2026 - 13:42 WIB

Badai Siap Poles Peserta Band Academy Jadi Musisi Profesional

3 April 2026 - 12:27 WIB

Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas

3 April 2026 - 05:36 WIB

INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia

3 April 2026 - 05:26 WIB

Trending di SENI BUDAYA