Menu

Mode Gelap
Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

SENI BUDAYA

Gotong Royong Rawat Cagar Budaya Aceh Tengah, Sanggar Kuta Dance Teater Libatkan Warga

badge-check


 Gotong Royong Rawat Cagar Budaya Aceh Tengah, Sanggar Kuta Dance Teater Libatkan Warga Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Upaya pelestarian cagar budaya di Aceh Tengah terus digalakkan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan komunitas seni dan masyarakat desa. Sanggar Kuta Dance Teater bersama warga Desa Jongok, Mendale, Pateri Pukes, Toweren, dan Gunung Suku melakukan kerja bersama di sejumlah lokasi cagar budaya yang tersebar di wilayah tersebut.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh sebagai bagian dari program penguatan peran masyarakat dalam menjaga warisan budaya. Gotong royong dilakukan dengan membersihkan area situs, menata lingkungan sekitar, serta melakukan pendataan awal kondisi cagar budaya.

Pimpinan Sanggar Kuta Dance Teater – Ana Kobat menyebutkan, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam pelestarian cagar budaya. “Situs-situs ini bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga bagian dari identitas dan ingatan kolektif masyarakat Aceh Tengah,” ujarnya di sela kegiatan.

Kolaborasi dengan warga, Sanggar Kuta Dance gotong royong bersihkan cagar budaya.

Desa-desa yang terlibat dikenal memiliki kedekatan historis dengan situs-situs cagar budaya peninggalan peradaban Gayo. Selama ini, sejumlah lokasi tersebut menghadapi tantangan kerusakan akibat faktor alam dan minimnya perawatan rutin.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh menegaskan bahwa pendekatan gotong royong dipilih untuk menumbuhkan rasa memiliki di tengah masyarakat. “Pelestarian tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat adalah penjaga pertama kebudayaan,” katanya.

Selain kerja fisik, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi budaya, khususnya bagi generasi muda desa, agar memahami nilai sejarah dan pentingnya menjaga situs cagar budaya secara berkelanjutan.

Gotong royong lintas desa ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara komunitas seni, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya Aceh Tengah agar tetap hidup dan lestari di tengah perubahan zaman.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

“Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Trending di RAGAM