Menu

Mode Gelap
Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan KAI Siapkan Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi KAJJ, KRL hingga Monas Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik Aset KAI Group Meningkat Jadi Rp105,43 Triliun pada 2025, Perkuat Layanan Berbasis Rel

EKOBIS

Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat

badge-check


 Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak langsung pada arus perdagangan Indonesia ke kawasan Timur Tengah. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Mohamad Bawazeer, menyebut ribuan kapal kargo, termasuk dari Indonesia, tertahan di Pelabuhan Jebel Ali akibat penutupan Selat Hormuz.

“Ibarat ikan mengapung, kapal-kapal itu tertahan tanpa kepastian,” ujar Bawazeer di Jakarta, Jumat, 3 April 2026.

Menurut dia, kondisi tersebut memaksa pelaku usaha mencari alternatif distribusi dengan risiko biaya yang jauh lebih tinggi. Setidaknya ada dua opsi yang kini ditempuh: menunggu kapal dapat masuk pelabuhan tujuan atau memindahkan muatan ke kapal lebih kecil, lalu dilanjutkan melalui jalur darat.

Namun, opsi pertama dinilai berisiko besar, terutama untuk komoditas mudah rusak seperti bahan makanan, bumbu, dan kopi. “Kalau menunggu, tidak jelas sampai kapan. Barang bisa rusak,” kata dia.

Sebaliknya, opsi kedua memerlukan biaya tambahan yang signifikan. Bawazeer menyebut ongkos pengiriman yang semula sekitar 2.000 dolar AS per kontainer ukuran 20 kaki kini melonjak menjadi hampir 6.000 dolar AS. Belum termasuk biaya tambahan sekitar 1.750 dolar AS untuk pemindahan ke kapal kecil di Pelabuhan Dammam dan sekitar 800 dolar AS untuk distribusi darat ke kota tujuan seperti Jeddah.

“Kalau tidak dilakukan, pabrik di Arab Saudi bisa berhenti karena bahan baku tidak sampai,” ujar dia.

Dalam kondisi normal, pengiriman dari Indonesia ke Jeddah melalui Jebel Ali memakan waktu sekitar 15 hingga 20 hari. Kini, durasinya bisa membengkak hingga berbulan-bulan. Sejumlah perusahaan pelayaran bahkan memilih memutar jalur melalui benua Afrika untuk menghindari kawasan konflik, yang semakin memperpanjang waktu pengiriman.

Situasi kian rumit karena sebagian perusahaan pelayaran enggan membuka pemesanan baru. Mereka memilih menunggu perkembangan konflik sebelum mengambil risiko lebih jauh.

Di sisi lain, Bawazeer juga mengungkapkan adanya praktik penurunan kontainer di negara lain seperti Oman dan India tanpa kejelasan lanjutan pengiriman. “Seolah-olah kontainer itu menjadi tidak bertuan,” kata dia.

Kadin berharap konflik segera mereda agar jalur perdagangan kembali normal. Kawasan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, merupakan pasar penting bagi produk Indonesia, termasuk sektor makanan dan minuman. Sejumlah industri nasional seperti kopi dan mi instan memiliki fasilitas produksi di sana yang sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari Indonesia.

Selain perdagangan barang, kerja sama Indonesia dengan negara-negara Arab juga mencakup sektor ekonomi digital, properti, pertambangan, agroindustri, pariwisata, manufaktur, hingga olahraga.

“Kalau jalur logistik terus terganggu, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor,” ujar Bawazeer.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

TDA Takengon Gelar Sharing dan Diskusi Kunci Mengelola Bisnis di Premium Coffee

7 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Meski Terima Investasi TikTok Rp24,5 Triliun, PHK di Tokopedia Tetap Ada?

6 Juli 2026 - 16:56 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp2,67 Juta per Gram, Segini Daftarnya!

6 Juli 2026 - 09:39 WIB

Pelita Air-BNI Hadirkan Promo Diskon Tiket Domestik hingga Rp360 Ribu

6 Juli 2026 - 06:32 WIB

Kamaruzzaman Latih Kelompok Perempuan Beutong Bersatu Mengolah Kopi, Dorong Lahirnya Usaha Berbasis Komunitas

5 Juli 2026 - 19:34 WIB

KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar Pascainsiden, Siap Melayani dengan Standar Keselamatan Terbaik

5 Juli 2026 - 10:33 WIB

Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah

4 Juli 2026 - 16:30 WIB

Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan PASPlus, bikin Libur Sekolah Makin Asik

4 Juli 2026 - 08:54 WIB

Trending di EKOBIS