Menu ✖

Mode Gelap
IDSurvey Perkuat Pencegahan Stunting di Temanggung, dari Edukasi Keluarga hingga Pangan Bergizi KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut Hari Santri Nasional Diperingati Sederhana, SICE EO Acungi Jempol WCCE 2026 Hasilkan Jakarta Vision, Indonesia Bidik Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia KAI Services Latih Frontliner Tangani Kebakaran hingga Evakuasi Korban Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS

EKOBIS

Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat

badge-check


 Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak langsung pada arus perdagangan Indonesia ke kawasan Timur Tengah. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Mohamad Bawazeer, menyebut ribuan kapal kargo, termasuk dari Indonesia, tertahan di Pelabuhan Jebel Ali akibat penutupan Selat Hormuz.

“Ibarat ikan mengapung, kapal-kapal itu tertahan tanpa kepastian,” ujar Bawazeer di Jakarta, Jumat, 3 April 2026.

Menurut dia, kondisi tersebut memaksa pelaku usaha mencari alternatif distribusi dengan risiko biaya yang jauh lebih tinggi. Setidaknya ada dua opsi yang kini ditempuh: menunggu kapal dapat masuk pelabuhan tujuan atau memindahkan muatan ke kapal lebih kecil, lalu dilanjutkan melalui jalur darat.

Namun, opsi pertama dinilai berisiko besar, terutama untuk komoditas mudah rusak seperti bahan makanan, bumbu, dan kopi. “Kalau menunggu, tidak jelas sampai kapan. Barang bisa rusak,” kata dia.

Sebaliknya, opsi kedua memerlukan biaya tambahan yang signifikan. Bawazeer menyebut ongkos pengiriman yang semula sekitar 2.000 dolar AS per kontainer ukuran 20 kaki kini melonjak menjadi hampir 6.000 dolar AS. Belum termasuk biaya tambahan sekitar 1.750 dolar AS untuk pemindahan ke kapal kecil di Pelabuhan Dammam dan sekitar 800 dolar AS untuk distribusi darat ke kota tujuan seperti Jeddah.

“Kalau tidak dilakukan, pabrik di Arab Saudi bisa berhenti karena bahan baku tidak sampai,” ujar dia.

Dalam kondisi normal, pengiriman dari Indonesia ke Jeddah melalui Jebel Ali memakan waktu sekitar 15 hingga 20 hari. Kini, durasinya bisa membengkak hingga berbulan-bulan. Sejumlah perusahaan pelayaran bahkan memilih memutar jalur melalui benua Afrika untuk menghindari kawasan konflik, yang semakin memperpanjang waktu pengiriman.

Situasi kian rumit karena sebagian perusahaan pelayaran enggan membuka pemesanan baru. Mereka memilih menunggu perkembangan konflik sebelum mengambil risiko lebih jauh.

Di sisi lain, Bawazeer juga mengungkapkan adanya praktik penurunan kontainer di negara lain seperti Oman dan India tanpa kejelasan lanjutan pengiriman. “Seolah-olah kontainer itu menjadi tidak bertuan,” kata dia.

Kadin berharap konflik segera mereda agar jalur perdagangan kembali normal. Kawasan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, merupakan pasar penting bagi produk Indonesia, termasuk sektor makanan dan minuman. Sejumlah industri nasional seperti kopi dan mi instan memiliki fasilitas produksi di sana yang sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari Indonesia.

Selain perdagangan barang, kerja sama Indonesia dengan negara-negara Arab juga mencakup sektor ekonomi digital, properti, pertambangan, agroindustri, pariwisata, manufaktur, hingga olahraga.

“Kalau jalur logistik terus terganggu, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor,” ujar Bawazeer.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

WCCE 2026 Hasilkan Jakarta Vision, Indonesia Bidik Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia

22 Oktober 2026 - 19:41 WIB

ASDP Pastikan Penanganan Klaim dan Kawal Pemenuhan Hak Penumpang KMP Batumandi

22 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Mujiburrohman Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Hendak Investasi Emas Digital Mulai Rp1.000? Cek di Aplikasi GoPay

22 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemkab Fakfak Gelar Gerakan Pangan Murah Peringati Hari Pangan Sedunia ke-46

22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

ASDP Gerak Cepat Tangani Tenggelamnya KMP Batumandi Usai Terbakar

22 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Menperin Lantik Pengurus Pusat Iperindo Periode 2026–2030

22 Oktober 2026 - 07:59 WIB

KKP Catat Kinerja Positif, Produksi Perikanan Capai 26,25 Juta Ton

22 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama

21 Oktober 2026 - 18:30 WIB

HUT ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ada Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi

21 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Trending di EKOBIS