Wartatrans.com, YOGYAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf kunjungan kerja ke Provinsi DI Yogyakarta untuk meninjau dan memastikan fasilitas layanan hotel jemaah dalan rangka persiapan penyelenggaraan haji 1447H/2026M.
Gus Irfan meninjau fasilitas layanan hotel di antaranya Novotel dan Ibis Yogyakarta.

Menurutnya, DIY saat ini tengah bersiap memasuki babak baru penyelenggaraan ibadah haji nasional melalui konsep embarkasi haji berbasis hotel.
Ini setelah ditetapkannya Yogyakarta sebagai Embarkasi dan Debarkasi Haji seperti yang tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI nomor 15 tahun 2025.
“Kami ingin memastikan fasilitas dan layanan untuk jemaah haji harus sebaik-baiknya,” tegas Gus Irfan.
Pelayanan haji merupakan tanggung jawab negara yang melibatkan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Sukses penyelenggaraan haji bergantung pada kesigapan setiap unsur.
“Kami berharap seluruh pihak mempersiapkan diri dengan penuh dedikasi,” kata Gus Irfan.
Ditambahkannya, Hotel Ibis dan Novotel YIA disiapkan sebagai fasilitas setara asrama haji dengan standar pelayanan modern.
“Lebih dari 200 kamar akan digunakan untuk jemaah dan petugas dengan konfigurasi tiga orang per kamar. Ballroom serta 11 ruang pertemuan dipersiapkan sebagai pusat layanan yang mencakup kesehatan, dokumentasi, hingga proses pemberangkatan,” urainya.
Dijelaskan Gus Irfan, operasional Embarkasi Haji DIY ditargetkan mulai beroperasi tahun 2026, dengan melayani jamaah dari DIY dan sebagian Jawa Tengah.
“Embarkasi ini diharapkan dapat memangkas jarak dan waktu tempuh jamaah, mengurangi kepadatan di embarkasi lain, serta mengoptimalkan fungsi Bandara Internasional Yogyakarta,” tutup Gus Irfan. (omy)










