Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

EKOBIS

Siap Melayani Tamu, InJourney Hidupkan Kembali Grand Hotel De Djokja

badge-check


 Wajah Baru Hotel yang berdiri sejak 1911 di Yogyakarta Perbesar

Wajah Baru Hotel yang berdiri sejak 1911 di Yogyakarta

Wartatrans.com, YOGYAKARTA – Siap melayani tamu sejak 16 Maret 2026, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney resmi menghidupkan kembali hotel legendaris di gerbang utama Jalan Malioboro dengan mengembalikan nama historisnya menjadi Grand Hotel De Djokja.

Momentum ini menurut Direktur Utama InJourney Maya Watono, menandai babak baru kebangkitan salah satu ikon hotel bernuansa heritage Indonesia yang telah berdiri sejak 1911.

Pengembalian nama Grand Hotel De Djokja bukan sekadar rebranding, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan identitas historis hotel sekaligus memperkuat posisinya sebagai landmark budaya dan destinasi kelas dunia di jantung Yogyakarta.

“Revitalisasi Grand Hotel De Djokja merupakan bagian dari strategis InJourney dalam menghadirkan wajah Indonesia melalui penguatan identitas budaya dan warisan bangsa sebagai fondasi utama pengembangan pariwisata nasional,” ungkap Maya, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, InJourney tak hanya membangun destinasi namun juga merangkai ekosistem pariwisata yang berkarakter dan mengangkat nilai-nilai luhur Indonesia.

Dengan demikian, setiap aset yang dikelola menjadi representasi kebanggan nasional sekaligus daya tarik berkelas dunia.

“Sebagai holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney memiliki mandat tidak hanya untuk mengelola aset, tetapi juga menghidupkan kembali nilai sejarah dan identitas bangsa. Grand Hotel De Djokja adalah simbol perjalanan panjang Indonesia. Melalui revitalisasi ini, kami ingin memastikan warisan tersebut tidak hanya terjaga, tetapi juga relevan dan kompetitif di tingkat global, sehingga mampu menjadi katalis penguatan pariwisata Yogyakarta dan nasional,” urainya.

Hotel yang berdiri pada 1911 ini merupakan salah satu hotel tertua dan paling prestisius di kawasan Malioboro. Dalam lintasan sejarahnya, hotel ini telah mengalami berbagai transformasi nama.

Mulai dari Hotel Asahi (1942), Hotel Merdeka (1948), Hotel Garuda (1950), Natour Garuda (1975), Inna Garuda (2001), hingga Grand Inna Malioboro (2017), sebelum akhirnya kembali ke nama aslinya sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah dan warisan budaya Yogyakarta.

Grand Hotel De Djokja juga memiliki peran penting dalam sejarah bangsa.

Pada periode 1945–1946 saat Yogyakarta menjadi ibu kota Republik Indonesia, sejumlah ruang di hotel ini pernah difungsikan sebagai markas Tentara Keamanan Rakyat di bawah kepemimpinan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Salah satu ruang bersejarah tersebut kini diabadikan sebagai “Sudirman Suite” (Room 291), yang masih menyimpan artefak peninggalan bersejarah.

“Revitalisasi hotel ini berada di bawah pengelolaan anak perusahaan InJourney, InJourney Hospitality sebagai bagian dari portofolio strategis InJourney dalam pengembangan hotel-hotel bersejarah nasional,” kata dia.

Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat menambahkan, transformasi ini sejalan dengan inisiatif strategis dalam menghidupkan kembali The Heritage Collection.

“Tujuannya untuk mengangkat kembali hotel-hotel bersejarah Indonesia menjadi destinasi hospitality yang tak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga menghadirkan narasi, identitas, dan pengalaman budaya yang autentik,” kata Christine.

“Kami percaya kebangkitan Grand Hotel De Djokja akan menjadi katalis penting dalam memperkuat ekosistem pariwisata Yogyakarta. Lebih dari sekadar tempat menginap, hotel ini kami hadirkan sebagai destinasi budaya, landmark kemewahan, dan ruang pertemuan bagi kreativitas, bisnis, serta pariwisata global di jantung Malioboro.”

Grand Hotel De Djokja resmi menyambut tamu mulai 16 Maret 2026 dalam fase soft opening dengan penawaran tarif spesial IDR 1.911.000 nett per kamar per malam, termasuk sarapan untuk dua orang.

Angka 1911 merepresentasikan tahun berdirinya hotel ini, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga kesinambungan sejarah dan masa depan.

Momentum pembukaan ini juga bertepatan dengan periode libur Idul Fitri, menjadikannya pilihan istimewa bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman menginap di hotel legendaris di pusat Kota Yogyakarta.

Fasilitas dan Layanan

Sebagai hotel bintang lima yang telah melalui revitalisasi menyeluruh, Grand Hotel De Djokja menghadirkan fasilitas premium yang dirancang untuk tamu bisnis maupun wisatawan, antara lain:
• 210 kamar dan suite dengan desain elegan yang memadukan sentuhan klasik dan modern serta dilengkapi teknologi terkini.
• 18 ruang pertemuan, 2 ballroom, dan 1 hall yang fleksibel untuk kebutuhan rapat bisnis, konferensi, hingga pernikahan dan acara berskala besar.
• Wiji All-Day Dining Restaurant dengan sajian Pan-Asia, serta Djati Lounge, gin bar pertama di pusat Kota Yogyakarta dengan suasana berkelas.
• Ragajiwo Gym, pusat kebugaran modern untuk mendukung gaya hidup sehat para tamu.
• Lulu Kids Club, ruang bermain anak yang aman dan nyaman bagi keluarga.
• Kolam Renang dan Sagara Pool Bar, menghadirkan suasana relaksasi di tengah kawasan Malioboro.

Ke depan, hotel ini juga akan menghadirkan tambahan fasilitas seperti Wening Spa and Wellness, konsep restoran baru, serta Heritage Suites yang berlokasi di bangunan utama dan sayap bersejarah hotel.

Dengan kembalinya Grand Hotel De Djokja, InJourney menegaskan komitmennya dalam menghidupkan kembali ikon-ikon bersejarah Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem pariwisata nasional yang berdaya saing global dan berakar pada identitas budaya bangsa. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

15 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Toko Mandiri Indogrosir Bidik UMKM Lokal

15 Agustus 2026 - 07:55 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor Regional 4, Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengadaan Tahun 2026

14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Trending di ANJUNGAN