Wartatrans.com, JAKARTA – PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HIS) melalui armada TB Hasnur 26 merampungkan bantuan evakuasi terhadap penumpang dan awak KMP Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di perairan utara Madura, Ahad (2/8/2026).
Sebagai bagian dari operasi penyelamatan bersama yang melibatkan Basarnas, KSOP, operator kapal, serta unsur SAR lainnya, TB Hasnur 26 berhasil mengevakuasi sebanyak 70 penumpang dan awak kapal sebelum seluruh korban diserahkan kepada otoritas yang berwenang.

Peristiwa bermula pada Ahad (2/8) sekitar pukul 08.35 WIB, ketika TB Hasnur 26 menerima panggilan darurat melalui radio VHF Channel 16 dari KMP Mutiara Sentosa II yang melaporkan terjadinya kebakaran dan membutuhkan bantuan.
Saat itu posisi TB Hasnur 26 berada sekitar 6–7 mil laut dari lokasi kejadian.
Menerima informasi tersebut, Nakhoda TB Hasnur 26, Capt. Suparwanto, segera mengubah haluan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.
“Begitu menerima panggilan darurat melalui radio, kami langsung mengubah haluan menuju lokasi kejadian. Prioritas kami adalah secepat mungkin memberikan bantuan dan menyelamatkan para korban sesuai prosedur keselamatan yang berlaku,” ujar Capt. Suparwanto, Selasa (4/8/2026).
TB Hasnur 26 tiba di lokasi sekitar pukul 09.40 WIB dan segera melakukan manuver penyelamatan.
Bersama unsur kapal lain yang berada di sekitar lokasi, awak kapal mengevakuasi penumpang dan awak KMP Mutiara Sentosa II, termasuk korban yang menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.
Proses evakuasi menurutnya, berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB, dengan total 70 korban berhasil diselamatkan, terdiri atas 65 laki-laki, empat perempuan, dan satu anak.
Selama berada di atas TB Hasnur 26, para korban mendapatkan penanganan awal sesuai fasilitas yang tersedia di kapal, antara lain air minum, pertolongan pertama (P3K), selimut, serta tempat beristirahat sementara, sambil menunggu proses evakuasi lanjutan.
Pada sore hari, KM Mutiara Perindo I berhasil melakukan pemindahan delapan korban, termasuk satu korban meninggal dunia, dari TB Hasnur 26.
“Selanjutnya, sesuai koordinasi awal, sisa korban direncanakan akan dijemput oleh KN SAR Permadi. Namun, proses tersebut tidak dapat dilaksanakan akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat serta gangguan mesin pada kapal SAR,” urainya.
Setelah berkoordinasi dengan KSOP Masalembu, TB Hasnur 26 melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Masalembu guna memastikan para korban dapat segera memeroleh penanganan lebih lanjut.
Pada Senin (3/8), TB Hasnur 26 tiba di area labuh Pelabuhan Masalembu sekitar pukul 13.00 WITA dan selanjutnya merapat ke dermaga pada pukul 15.00 WITA.
Sebanyak 62 korban kemudian diserahterimakan kepada KSOP Masalembu untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Direktur Operasional PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, Laorentina Devi, menyampaikan apresiasi kepada Nakhoda dan seluruh awak TB Hasnur 26 atas kesigapan dan profesionalisme yang ditunjukkan selama operasi penyelamatan berlangsung.
“Kami bersyukur awak TB Hasnur 26 dapat menjalankan tugas kemanusiaan ini dengan baik hingga seluruh korban berhasil memperoleh penanganan lebih lanjut. Kami turut berduka cita atas korban yang meninggal dunia dan mendoakan seluruh korban yang selamat agar segera pulih. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, KSOP, operator kapal, serta seluruh unsur SAR dan kapal-kapal yang terlibat atas sinergi yang sangat baik selama proses penyelamatan berlangsung,” ujar Devi.
Dikatakannya bahwa kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat merupakan bagian dari komitmen HIS dalam menerapkan budaya keselamatan (safety culture) di seluruh aktivitas operasional.
Seluruh awak kapal secara berkala mengikuti pelatihan keselamatan, penanganan keadaan darurat, serta simulasi tanggap darurat sesuai standar keselamatan pelayaran.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antarpelaku industri maritim dalam menghadapi keadaan darurat di laut.
“Sinergi antara kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, Basarnas, KSOP, operator kapal, dan berbagai instansi terkait menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelamatan serta memastikan para korban mendapatkan penanganan secara aman,” ujarnya.
Bagi HIS, keselamatan di laut bukan hanya bagian dari standar operasional, tetapi juga merupakan tanggung jawab kemanusiaan yang menjadi komitmen setiap insan pelayaran.
“Perseroan akan terus menjaga budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional,” tutupnya. (omy)





























