Menu ✖

Mode Gelap
Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen Satu KRL INKA Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Kapolri Sidik 98 Kasus Korporasi Diduga Bakar Hutan, Pemilik Perusahaan hingga Pemegang Saham Terancam Dijerat Dampak Karhutla Ganggu 2.604 Penerbangan, Kemenhub Perkuat Mitigasi dan Pengawasan Keselamatan

PERON

Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen

badge-check


 Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Musim tanam selalu membawa harapan baru. Bagi petani, datangnya hujan menjadi salah satu penanda untuk kembali menyiapkan lahan, menanam benih, dan merencanakan masa panen berikutnya.

Namun, keberhasilan sebuah musim tanam juga membutuhkan kesiapan berbagai sarana pertanian, termasuk pupuk yang harus tersedia sesuai kebutuhan dan waktu penggunaannya.

Di balik persiapan tersebut, ada perjalanan logistik yang berlangsung jauh sebelum pupuk digunakan di lahan pertanian. PT Kereta Api Indonesia (Persero) turut mengambil peran melalui angkutan barang berbasis rel.

Sepanjang Januari–September 2026, KAI mengangkut 21.180 ton pupuk, meningkat 31,47 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 16.110 ton. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, terdapat tambahan 5.070 ton pupuk yang bergerak menggunakan kereta api dibanding tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan angkutan pupuk tersebut menjadi bagian dari aktivitas rantai pasok pertanian yang memiliki hubungan erat dengan kebutuhan masyarakat. Pupuk merupakan salah satu sarana produksi yang diperlukan dalam proses budidaya, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga mendukung pertumbuhannya sesuai kebutuhan lahan.

“Setiap musim tanam membawa harapan bagi banyak keluarga petani. Ada lahan yang kembali disiapkan, benih yang mulai ditanam, dan rencana panen yang menjadi sumber penghidupan. Agar proses itu berjalan, kebutuhan pertanian harus disiapkan dengan baik. KAI mengambil peran melalui pengangkutan pupuk dari titik asal menuju tujuan sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.

Kesiapan tersebut semakin relevan dengan prakiraan musim hujan 2026/2027 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Awal musim hujan diprediksi berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Jawa dan Sumatera pada akhir Oktober hingga Desember 2026. Pergeseran musim akibat dinamika iklim menjadi perhatian bagi sektor pertanian karena waktu tanam perlu disesuaikan dengan curah hujan, ketersediaan air, dan karakter lahan setempat.

Di Jawa Tengah, misalnya, awal musim hujan diprakirakan terjadi pada November–Desember 2026. Sementara di sebagian wilayah Sumatera Selatan, musim hujan diperkirakan mulai berlangsung secara bertahap sejak akhir Oktober hingga awal Desember 2026. Perbedaan kondisi tersebut menjadikan perencanaan musim tanam semakin penting, termasuk dalam memperkirakan kebutuhan sarana pertanian dan pengiriman pupuk menuju wilayah distribusi.

Menurut Anne, ketahanan pangan membutuhkan keterhubungan banyak kegiatan yang saling mendukung. Produsen menyiapkan pupuk, transportasi melayani pengiriman, distributor menjalankan penyaluran, sementara petani menyesuaikan aktivitas budidaya dengan kondisi musim. Dalam rantai tersebut, KAI melayani angkutan pupuk pada koridor yang didukung jaringan rel dan fasilitas logistik.

“Bagi petani, waktu memiliki arti penting. Persiapan lahan, penanaman, dan pemupukan mengikuti kebutuhan tanaman serta kondisi alam. Karena itu, setiap pihak dalam rantai pasok perlu menjalankan perannya dengan baik. Melalui layanan angkutan barang, kami menjaga agar pengiriman pupuk yang dipercayakan kepada KAI dapat berlangsung aman, terjadwal, dan sesuai kebutuhan,” kata Anne.

Peningkatan volume angkutan pupuk juga memberi gambaran tentang peran transportasi dalam mendukung kegiatan produktif di berbagai daerah. KAI terus membuka peluang pemanfaatan angkutan berbasis rel bagi komoditas pertanian, dengan memperhatikan keselamatan perjalanan, kesiapan sarana, kapasitas jaringan, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam rantai distribusi.

“Ketika musim tanam dimulai, yang tumbuh adalah harapan banyak orang. Ada petani yang menanti hasil dari lahannya, keluarga yang bergantung pada penghasilan pertanian, pedagang yang menunggu pasokan, hingga masyarakat yang membutuhkan pangan setiap hari. Perjalanan pupuk di atas rel menjadi salah satu bagian dari proses panjang itu. KAI ingin terus hadir membantu kelancaran distribusinya, agar kegiatan pertanian dapat berjalan dan harapan yang ditanam hari ini memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi hasil panen esok hari,” tutup Anne.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Satu KRL INKA Kembali Beroperasi di Lintas Bogor

20 Oktober 2026 - 10:36 WIB

KAI Catat Jutaan Perjalanan Antarkota, Rute Gambir-Yogyakarta Tembus 1 Juta

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Penumpang Stasiun Sukabumi Naik 7 Persen, Tembus 613 Ribu pada 2026

19 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Tiga Kereta Api Andalan Priangan Makin Diminati, Layani 1,1 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Warteg on Train Hadir di KA Batavia, Penumpang Kini Bisa Pilih Lauk Favorit di Kereta

19 Oktober 2026 - 15:21 WIB

KAI Hubungkan Kota-Kota Kuliner Nusantara, Tiga KA Catat 2,11 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Dua Rangkaian KRL INKA Masih Diperbaiki, 7 Perjalanan Bogor Dibatalkan

19 Oktober 2026 - 04:15 WIB

Cari Inspirasi Liburan Akhir Pekan? Ini 10 Stasiun KAI dengan Pertumbuhan Pelanggan Tertinggi

19 Oktober 2026 - 00:25 WIB

KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor pada Senin 19 Oktober

18 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Aplikasi All Indonesia Kini Terhubung ke Whoosh

18 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Trending di EKOBIS