Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

PERON

KA BIAS Angkut 208 Ribu Pelanggan pada Triwulan I 2026, Perkuat Aglomerasi Solo–Madiun dan Akses Bandara dengan Tarif Terjangkau

badge-check


 KA BIAS Angkut 208 Ribu Pelanggan pada Triwulan I 2026, Perkuat Aglomerasi Solo–Madiun dan Akses Bandara dengan Tarif Terjangkau Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Layanan Kereta Api Bandara Adi Soemarmo atau KA BIAS terus berkembang sebagai pilihan transportasi yang menjangkau lebih luas kebutuhan masyarakat.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KA BIAS melayani 208.583 pelanggan, meningkat 31,12% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 159.092 pelanggan. Pertumbuhan ini mencerminkan peran KA BIAS yang semakin kuat dalam menghubungkan kawasan Solo hingga Madiun dalam satu lintasan yang saling terhubung.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KA BIAS memiliki karakter layanan yang unik karena menggabungkan fungsi akses bandara sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dengan tarif yang terjangkau.

“KA BIAS selain menghubungkan masyarakat ke bandara, juga menjadi pilihan yang digunakan dalam berbagai aktivitas. Dengan tarif yang terjangkau, layanan ini hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat di kawasan Solo hingga Madiun,” ujar Anne dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2026).

Di wilayah Daop 6 Yogyakarta, KA BIAS melayani 110.320 pelanggan naik dan 115.482 pelanggan turun. Pergerakan pelanggan didominasi di Stasiun Solo Balapan dengan 54.572 pelanggan naik dan 52.296 pelanggan turun. Stasiun Kadipiro, Solo Balapan, Solo Jebres, Palur, hingga Bandara Adi Soemarmo menjadi simpul yang saling terhubung, memudahkan perpindahan dari kawasan permukiman, pusat aktivitas, hingga bandara.

Konektivitas tersebut berlanjut ke wilayah Daop 7 Madiun dengan 92.390 pelanggan naik dan 88.420 pelanggan turun. Stasiun Madiun menjadi titik dengan mobilitas tertinggi, yaitu 52.105 pelanggan naik dan 51.242 pelanggan turun. Rangkaian perjalanan ini menghubungkan Walikukun, Ngawi, Magetan (Stasiun Barat), Madiun, hingga Caruban, sehingga perjalanan antarwilayah menjadi lebih praktis.

Pola pergerakan ini membentuk aglomerasi Solo–Madiun yang semakin terintegrasi. KA BIAS menghadirkan konektivitas yang menjangkau berbagai titik penting, sehingga masyarakat dapat berpindah antarwilayah lebih efisien tanpa harus berganti moda secara berulang. Akses menuju Bandara Adi Soemarmo pun menjadi lebih mudah karena terhubung langsung dengan wilayah sekitarnya.

Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) pada Triwulan I 2026, aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur tetap tumbuh, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah tercatat tumbuh sekitar 4,9% (yoy) dan Jawa Timur sekitar 5,0% (yoy). Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat antarwilayah, termasuk di kawasan Solo dan Madiun, yang mendorong kebutuhan transportasi publik yang lebih pasti dari sisi waktu dan terjangkau dari segi biaya.

Dengan tarif mulai dari Rp7.000 hingga Rp40.000, KA BIAS menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Jadwal keberangkatan yang dimulai sejak pagi hari, yaitu pukul 05.40 WIB dari Madiun dan 06.00 WIB dari Solo, memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk mengatur aktivitas sejak awal hari, baik menuju bandara maupun untuk berbagai kebutuhan lainnya.

“KA BIAS hadir untuk menjaga keterhubungan antarwilayah dalam satu kawasan yang terus berkembang. Setiap perjalanan membawa kemudahan akses, memperkuat aktivitas masyarakat, dan menjaga pergerakan ekonomi tetap berjalan,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Gandeng Jaring Esports Nusantara, Delapan Stasiun Disiapkan Jadi Digital Hub dan Arena Esports

2 Juli 2026 - 16:29 WIB

Tiket Diskon Kereta Libur Sekolah Laris, KAI Catat 1,24 Juta Pemesanan dengan Okupansi Tembus 105,75 Persen

2 Juli 2026 - 15:46 WIB

KAI Services Bekali Prama Prami dengan Teknik Sales untuk Dongkrak Penjualan Merchandise di Kereta

2 Juli 2026 - 15:40 WIB

Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026

2 Juli 2026 - 11:16 WIB

Dukung Transisi Energi, KAI Terapkan Biodiesel B50 pada Seluruh Sarana Diesel

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Semester I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tembus 603.967 Orang, Naik 11 Persen

1 Juli 2026 - 15:39 WIB

Kepala Dinas Keuangan Subulussalam Belum Dilantik Meski Lelang Jabatan Selesai, Publik Pertanyakan Alasannya

1 Juli 2026 - 15:34 WIB

HUT ke-23 KAI Services, Program Reska Berbagi Salurkan Bingkisan untuk Pekerja di Jawa dan Sumatera

1 Juli 2026 - 15:27 WIB

KAI Ajak Masyarakat Ciptakan Identitas Baru Lewat IP Contest 2026, Pemenang Bisa Dapat Hadiah Rp50 Juta

30 Juni 2026 - 20:30 WIB

Stasiun JIS Disambut Antusias, Penumpang KRL Tembus 4.200 Orang dalam Sepekan

30 Juni 2026 - 19:37 WIB

Trending di PERON