Wartatrans.com, JAKARTA – Layanan Kereta Api Bandara Adi Soemarmo atau KA BIAS terus berkembang sebagai pilihan transportasi yang menjangkau lebih luas kebutuhan masyarakat.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KA BIAS melayani 208.583 pelanggan, meningkat 31,12% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 159.092 pelanggan. Pertumbuhan ini mencerminkan peran KA BIAS yang semakin kuat dalam menghubungkan kawasan Solo hingga Madiun dalam satu lintasan yang saling terhubung.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KA BIAS memiliki karakter layanan yang unik karena menggabungkan fungsi akses bandara sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dengan tarif yang terjangkau.
“KA BIAS selain menghubungkan masyarakat ke bandara, juga menjadi pilihan yang digunakan dalam berbagai aktivitas. Dengan tarif yang terjangkau, layanan ini hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat di kawasan Solo hingga Madiun,” ujar Anne dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2026).
Di wilayah Daop 6 Yogyakarta, KA BIAS melayani 110.320 pelanggan naik dan 115.482 pelanggan turun. Pergerakan pelanggan didominasi di Stasiun Solo Balapan dengan 54.572 pelanggan naik dan 52.296 pelanggan turun. Stasiun Kadipiro, Solo Balapan, Solo Jebres, Palur, hingga Bandara Adi Soemarmo menjadi simpul yang saling terhubung, memudahkan perpindahan dari kawasan permukiman, pusat aktivitas, hingga bandara.
Konektivitas tersebut berlanjut ke wilayah Daop 7 Madiun dengan 92.390 pelanggan naik dan 88.420 pelanggan turun. Stasiun Madiun menjadi titik dengan mobilitas tertinggi, yaitu 52.105 pelanggan naik dan 51.242 pelanggan turun. Rangkaian perjalanan ini menghubungkan Walikukun, Ngawi, Magetan (Stasiun Barat), Madiun, hingga Caruban, sehingga perjalanan antarwilayah menjadi lebih praktis.
Pola pergerakan ini membentuk aglomerasi Solo–Madiun yang semakin terintegrasi. KA BIAS menghadirkan konektivitas yang menjangkau berbagai titik penting, sehingga masyarakat dapat berpindah antarwilayah lebih efisien tanpa harus berganti moda secara berulang. Akses menuju Bandara Adi Soemarmo pun menjadi lebih mudah karena terhubung langsung dengan wilayah sekitarnya.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) pada Triwulan I 2026, aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur tetap tumbuh, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah tercatat tumbuh sekitar 4,9% (yoy) dan Jawa Timur sekitar 5,0% (yoy). Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat antarwilayah, termasuk di kawasan Solo dan Madiun, yang mendorong kebutuhan transportasi publik yang lebih pasti dari sisi waktu dan terjangkau dari segi biaya.
Dengan tarif mulai dari Rp7.000 hingga Rp40.000, KA BIAS menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Jadwal keberangkatan yang dimulai sejak pagi hari, yaitu pukul 05.40 WIB dari Madiun dan 06.00 WIB dari Solo, memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk mengatur aktivitas sejak awal hari, baik menuju bandara maupun untuk berbagai kebutuhan lainnya.
“KA BIAS hadir untuk menjaga keterhubungan antarwilayah dalam satu kawasan yang terus berkembang. Setiap perjalanan membawa kemudahan akses, memperkuat aktivitas masyarakat, dan menjaga pergerakan ekonomi tetap berjalan,” tutup Anne.(fahmi)






























