Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penyerapan BBM subsidi sebesar 54.911.065 liter sepanjang Triwulan I 2026. Penggunaan tersebut dilakukan secara terukur dan akuntabel guna mendukung keberlanjutan layanan transportasi penumpang serta distribusi logistik di berbagai wilayah.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penggunaan BBM subsidi tersebut dilaksanakan secara terukur dan akuntabel sebagai bentuk transparansi kepada pemerintah dan masyarakat.

“Kami memastikan penyerapan BBM subsidi dilakukan sesuai peruntukannya, dengan prinsip Good Corporate Governance. Setiap proses dijalankan secara terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan terus kami jaga konsistensinya,” ujar Anne.
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor 99/P3JBT.KOM/BPH.DBBM/2025, total kuota BBM subsidi yang dialokasikan kepada KAI pada tahun 2026 mencapai 214.342.000 liter. Dari jumlah tersebut, mayoritas diperuntukkan bagi operasional kereta penumpang sebesar 191.022.000 liter, sementara sisanya digunakan untuk angkutan barang seperti peti kemas, parcel, semen, dan klinker.
Penyerapan BBM subsidi tersebut hadir dalam setiap perjalanan dan distribusi yang dijalankan KAI. Angkutan semen berperan dalam memperkokoh pembangunan infrastruktur, sementara klinker sebagai bahan baku utama semen disalurkan untuk menjaga kesinambungan proses produksinya. Dari sini, pembangunan hunian, fasilitas publik, hingga infrastruktur dasar dapat terus berlangsung.
Di sisi lain, layanan kereta penumpang terus dijaga kualitasnya agar tetap andal dan nyaman. Kereta api menjadi bagian dari perjalanan banyak orang, dari mahasiswa yang menempuh pendidikan di kota lain hingga tenaga medis yang harus hadir tepat waktu dalam layanan yang tidak mengenal jeda. Setiap perjalanan membawa peran yang berbeda, namun saling terhubung dalam kehidupan sehari-hari.
Peran tersebut juga terasa melalui angkutan logistik retail yang membantu pelaku usaha menjaga usahanya tetap berjalan. Melalui kereta api, berbagai produk dapat dikirim ke kota-kota di Jawa dan Sumatera dengan lebih efisien, sehingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM.
Selama Triwulan I 2026, sebanyak 14.515.350 pelanggan telah menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan Lokal, meningkat 18,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, KAI juga mengangkut 12.075.002 ton batu bara untuk menjaga ketersediaan listrik di Jawa dan Bali, serta 2.873.440 ton barang lainnya seperti peti kemas, hasil perkebunan, hingga kiriman retail.
Seluruh aktivitas ini sudah berjalan dengan penggunaan Biosolar B40 pada lokomotif dan genset sejak Februari 2025, yang menjadikan operasional kereta api semakin selaras dengan upaya efisiensi energi. Penyerapan BBM subsidi yang dilakukan KAI diharapkan terus menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dalam perjalanan maupun distribusi barang untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kepercayaan yang diberikan kepada KAI menjadi amanah yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab. Kami terus memastikan setiap perjalanan dan distribusi barang menghadirkan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga laju aktivitas ekonomi agar tetap tumbuh dan saling terhubung,” tutup Anne.(fahmi)































