Menu

Mode Gelap
ASDP Perkuat Sinergi Lancarkan Mobilitas dan Arus Logistik di Pelabuhan Ketapang Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi melalui Sharing with Stakeholder Kemenhub Instruksikan Perketat Pemeriksaan Mandiri dan Latihan Darurat Kapal Secara Masif Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal Pascabanjir HUT ke-81, KAI Catat 351,6 Juta Pelanggan hingga Agustus 2026 KAI-KCIC Ajak 607 Anak Panti Asuhan Menjajal Kereta Cepat Whoosh

PERON

Indonesia Punya Laboratorium Uji Cesium Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

badge-check


 Indonesia Punya Laboratorium Uji Cesium Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memiliki laboratorium (Lab) uji kontaminasi radioaktif produk perikanan, yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur baru-baru ini.

Lab Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau BUSPM di bawah KKP itu telah terakreditasi ISO 17025. “Selain itu juga mendapatkan persetujuan BAPETEN selaku Nuclear Supervision Authority, serta memperoleh approval US FDA untuk melakukan uji beberapa parameter radioaktif termasuk Cs-137,” tutur Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu KKP, Ishartini, di Jakarta, Jumat (12/6).

Dia lalu menjelaskan bahwa lab penguji kontaminasi Cs-137 pada produk perikanan ini memang secara khusus dibangun oleh KKP untuk mendukung daya saing dan keberterimaan produk perikanan terutama udang ke berbagai negara utamanya Amerika Serikat (AS). Bahkan lab BUSPM ini menjadi satu – satunya di Indonesia dan yang pertama di Asia Tenggara.

“Lab BUSPM bisa menguji parameter mutu dan keamanan pangan baik bakteri, virus, kimia, logam berat, residu dan sekarang ditambah parameter radionuklida pangan asal ikan. Hasil uji lab bisa dipakai mengurus SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan-red) sebagai persyaratan ekspor di beberapa negara bersyarat bebas radioaktif misalnya Amerika Serikat,” tutup Ishartini.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa Indonesia sanggup untuk menyelenggarakan sertifikasi bebas Cs-137 untuk memenuhi persyaratan US FDA. Sejak 31 Oktober 2025 sampai 11 Juni 2026 KKP telah berhasil mengawal ekspor udang ke AS sebanyak 4072 kontainer dengan sebanyak 3370 kontainer telah masuk pasar AS dengan volume 51.607 ton senilai Rp 8,78 Triliun.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

HUT ke-81, KAI Catat 351,6 Juta Pelanggan hingga Agustus 2026

23 September 2026 - 10:52 WIB

KAI-KCIC Ajak 607 Anak Panti Asuhan Menjajal Kereta Cepat Whoosh

23 September 2026 - 10:34 WIB

KAI Divre III Palembang Perluas PLTS 40 kWp di Dua Depo

22 September 2026 - 14:21 WIB

KAI Services Latih 25 Pekerja Tangani Kondisi Darurat di Kereta Api

22 September 2026 - 13:44 WIB

KCIC-Polda Jabar Perkuat Pengamanan Whoosh, 1.773 CCTV Dikerahkan Pantau Operasional

22 September 2026 - 13:10 WIB

KAI Mini Fair di Stasiun Tugu, Loko Food Truck Sajikan Kuliner untuk Teman Perjalanan

22 September 2026 - 12:14 WIB

KAI Daop 1 Catat 16 Kasus Pencurian Kabel Rel Kereta Api

22 September 2026 - 11:38 WIB

KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan

21 September 2026 - 11:22 WIB

Sambut HUT ke-81, KAI Siapkan Nusantara Explorer untuk Perjalanan Wisata Indonesia

21 September 2026 - 05:11 WIB

KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan

20 September 2026 - 17:49 WIB

Trending di PERISTIWA