Menu ✖

Mode Gelap
Dedit Cahyo Ponadi Terpilih sebagai Spark KAI Services September 2026 Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP KAI Group Layani 394,4 Juta Pelanggan hingga September 2026, Tumbuh 7,06 Persen Kendaraan Roda Tiga, Menakar Peluang dan Tantangan jadi Angkutan Umum Kemenhub Dorong Penguatan Kolaborasi Ekosistem Maritim Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara

Uncategorized

Depok Main Tegas: 52 SMP Swasta Gratis, Tapi Jangan Cuma Jualan Angka

badge-check


 Depok Main Tegas: 52 SMP Swasta Gratis, Tapi Jangan Cuma Jualan Angka Perbesar

Wartatrans.con, DEPOK — Pemeeintah Kota (Pemkot) Depok l, akhirnya menaikkan taruhan. Tahun kedua Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) resmi diperluas ke 52 SMP/MTs dan 22 PAUD.

MoU diteken pada Jumat (12/6/ 2026), di Balai Kota Depok, dengan target 3.600 siswa SMP/MTs dan 1.100 anak PAUD masuk kelas tanpa bayar.

Angkanya memang sedap didengar. Tapi publik Depok sudah cukup kenyang dengan program yang besar di spanduk, tumpul di lapangan.

Logikanya sederhana. Sekolah negeri penuh, swasta mahal. Pemkot memotong simpul masalah itu lewat APBD. Orang tua tak perlu lagi memilih antara utang atau putus sekolah. Supian Suri menyebut ini bukan sekadar subsidi.

“Karena kita ingin bukan hanya menampung anak-anak kita pada sekolah, tetapi kita ingin meningkatkan kualitas, baik guru-gurunya maupun kualitas anak-anak kita. Jadi ini menjadi program lanjutan tahun ke-2 buat Rintisan Sekolah Swasta Gratis. Total sekolah swasta gratis kita di Kota Depok kurang lebih sudah ada 52 sekolah, level SMP dan untuk PAUD ada 22 PAUD yang menandatangani kontrak MoU dengan kita,” ujarnya usai penandatanganan.

Klaim kualitas jadi ujian berat. Pemkot menggandeng Universitas Negeri Jakarta, dan berencana MoU dengan Universitas Islam Internasional Indonesia.

Supian optimistis: “Artinya nanti kualitas sekolah swasta gratis, baik Sanawiyah maupun SMP, enggak kalah dengan negeri. Harapannya dengan ikhtiar ini, kualitas pendidikan anak-anak kita baik di negeri maupun swasta bisa kita maksimalkan.” Optimisme itu boleh. Tapi orang tua butuh bukti, bukan janji kerja sama di atas kertas.

Aturan teknisnya rapi. Satu rombongam belajar (rombel), maksimal diisi 32 siswa, dan pesebaran di 74 sekolah menutup seluruh kecamatan dari Bojongsari sampai Cilodong.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wahid Suryono menyebut, hal ini menjadi konsep pemerataan. Masalahnya, pemerataan tanpa pengawasan hanya akan melahirkan sekolah gratis rasa subsidi. Anak masuk, tapi mutu Pendidikan jalan di tempat.

Karena itu kritik Aktivis Pendidikan Kota Depok, Eman Sutriadi, tepat sasaran. Ia mengapresiasi ekspansi RSSG, tapi menampar halus Pemkot agar tidak terlena kuantitas.

“Keberhasilan RSSG harus diukur dari kualitas layanan yang diberikan kepada siswa. Pemkot harus tegas dalam pengawasan pungutan liar dan secara intensif mengubah persepsi masyarakat agar sekolah swasta gratis memiliki prestise dan kualitas yang setara dengan sekolah negeri,” tegas Eman.

Kata kuncinya dua: tegas dan setara. Tegas memberangus pungli yang masih jadi penyakit kronis sekolah swasta. Setara dalam arti kurikulum, mutu guru, dan hasil ujian tidak boleh berbeda kasta dengan SMP negeri favorit.

Kalau 52 sekolah itu akhirnya cuma jadi tempat penampungan siswa buangan karena negeri penuh, maka program ini gagal.

Depok sedang menguji hipotesa berani. Gratiskan biaya, samakan kualitas, maka stigma “sekolah swasta nomor dua” akan runtuh. Hipotesa itu bisa jadi rujukan nasional. Tapi bisa juga jadi catatan buruk kalau Pemkot hanya sibuk menghitung jumlah MoU, lupa memeriksa apa yang terjadi di dalam kelas setiap hari.**** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dedit Cahyo Ponadi Terpilih sebagai Spark KAI Services September 2026

8 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Trending di RAGAM