Menu

Mode Gelap
Menteri PU Pastikan Daerah Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Sudah Tidak Terisolir Lagi Green SM Perbesar Bisnis Fleet EV, 500 Limo Green Masuk Jakarta Personel ASDP Lintas Cabang Ikuti Sertifikasi Kesiapsiagaan Darurat Buntut OTT KPK Di Kantor ATR/BPN Cibinong , HPPMI Dan LIRA Gelar Syukuran Serta Potong Domba.  SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel

PERON

Pengembangan Jalur 6–8 Stasiun Bogor Dimulai, Layanan Penumpang Dialihkan Sementara

badge-check


 Pengembangan Jalur 6–8 Stasiun Bogor Dimulai, Layanan Penumpang Dialihkan Sementara Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR – Pekerjaan pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Stasiun Bogor melalui perpanjangan jalur 6, 7, dan 8 mulai dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2026.

Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari dan diharapkan dapat mendukung operasional rangkaian Commuter Line dengan stamformasi 12 (SF12) secara penuh.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan bahwa selama proses pekerjaan berlangsung, jalur 6, 7, dan 8 akan ditutup sementara untuk layanan naik-turun penumpang.

“Selama periode pekerjaan mulai 15 April 2026, pengguna Commuter Line Bogor yang naik dan turun hanya akan dilayani di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5,” ujar Karina.

Untuk mendukung mobilitas penumpang, KAI Commuter akan membangun fasilitas selasar dan penyeberangan rel sementara. Fasilitas ini menghubungkan pintu masuk sisi barat, tepatnya dari arah Jalan Kapten Muslihat menuju peron jalur 2, 3, 4, dan 5.

Selain itu, akses keluar-masuk atau tap in/out di hall barat stasiun akan diatur secara situasional, terutama saat terjadi antrean pada jam sibuk. Penumpang dari sisi selatan juga dapat memanfaatkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bogor Paledang untuk menuju peron keberangkatan.

Selama penutupan jalur tersebut, terdapat penyesuaian terhadap 31 jadwal perjalanan Commuter Line Bogor. “Penyesuaian waktu keberangkatan dan kedatangan berkisar 2–3 menit dari jadwal sebelumnya, sementara perjalanan lainnya tidak mengalami perubahan,” tambah Karina.

Pengembangan ini merupakan langkah strategis untuk mengakomodasi peningkatan volume pengguna di Stasiun Bogor yang terus mengalami pertumbuhan. Saat ini, stasiun tersebut melayani rata-rata 98 ribu hingga 100 ribu penumpang per hari, menjadikannya sebagai salah satu stasiun tersibuk, baik untuk layanan Commuter Line Jabodetabek maupun KA Pangrango.

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pembangunan. Perusahaan memastikan seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan pengguna.

Penumpang diimbau untuk menyesuaikan rencana perjalanan dengan perubahan yang berlaku, mengikuti arahan petugas, serta memperhatikan informasi dan rambu yang tersedia di area stasiun.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan

21 September 2026 - 11:22 WIB

Sambut HUT ke-81, KAI Siapkan Nusantara Explorer untuk Perjalanan Wisata Indonesia

21 September 2026 - 05:11 WIB

KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan

20 September 2026 - 17:49 WIB

Satu KRL CLI-225 Kembali Beroperasi, Commuter Line Bogor Tambah 4 Perjalanan

19 September 2026 - 11:34 WIB

Akses Kota Baru Parahyangan ke Stasiun Whoosh Padalarang Disiapkan, Ada Skybridge

18 September 2026 - 07:54 WIB

KAI Catat 182.208 Pelanggan Manfaatkan Kereta Ekonomi Kerakyatan

18 September 2026 - 07:19 WIB

Kereta Makan M1 Kian Nyaman, KAI Services Perkuat Pengalaman Kuliner Penumpang

18 September 2026 - 06:44 WIB

KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis

17 September 2026 - 16:04 WIB

Tarif Rp3.000, Kereta Petani dan Pedagang KAI Telah Layani 43.780 Pelanggan

17 September 2026 - 14:53 WIB

KAI Operasikan 113 PLTS di 92 Lokasi, Total Kapasitas Capai 4,43 MWp

17 September 2026 - 14:39 WIB

Trending di PERON