Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

PERON

KAI Angkut 13.920 Ton Pupuk hingga Juli 2026, Perkuat Rantai Pasok Pertanian Nasional

badge-check


 KAI Angkut 13.920 Ton Pupuk hingga Juli 2026, Perkuat Rantai Pasok Pertanian Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat perannya dalam rantai pasok pertanian nasional melalui pelayanan angkutan pupuk menggunakan kereta api. Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah perhatian masyarakat terhadap perkembangan harga beras dan kebutuhan menjaga ketersediaan pangan bagi keluarga Indonesia.

Badan Pusat Statistik mencatat beras menjadi salah satu komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi pada Juli 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian harga pangan membutuhkan kerja bersama, mulai dari ketersediaan sarana produksi bagi petani, kelancaran distribusi, peningkatan produksi, penguatan cadangan, hingga penyaluran pangan kepada masyarakat.

Sepanjang Januari–Juli 2026, KAI melayani angkutan pupuk sebanyak 13.920 ton, meningkat 2,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 13.590 ton.

Peningkatan lebih besar tercatat pada periode bulanan. Pada Juli 2026, KAI melayani 1.800 ton pupuk, atau lima kali lipat dibandingkan Juli 2025 sebanyak 360 ton. Secara persentase, volume angkutan pupuk pada Juli 2026 meningkat 400 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, distribusi pupuk merupakan salah satu mata rantai penting dalam proses produksi pangan. Pupuk yang tersedia sesuai kebutuhan dan waktu pemupukan membantu petani menjaga produktivitas lahan serta merencanakan masa tanam dengan lebih baik.

“Perhatian masyarakat terhadap harga beras perlu dijawab melalui kerja yang terukur dari hulu hingga hilir. KAI mengambil peran pada sisi logistik dengan menjaga pelayanan angkutan pupuk agar rantai distribusi sarana pertanian berjalan lancar, aman, dan memiliki kepastian jadwal,” ujar Anne.

Pemerintah pada 2026 mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton. Hingga 25 Juni 2026, realisasi penyalurannya telah mencapai 54,28 persen. Pemerintah juga telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi sekitar 20 persen sejak akhir 2025 sebagai langkah menekan biaya produksi petani dan menjaga daya saing sektor pertanian.

Menurut Anne, kebijakan pemerintah dalam penyediaan pupuk perlu didukung jaringan transportasi dan logistik yang andal. Kereta api memiliki kapasitas angkut besar, jadwal perjalanan yang terencana, serta mampu melayani pengiriman dalam jumlah massal secara konsisten.

“Sinergi pemerintah, BUMN, produsen pupuk, pelaku logistik, pemerintah daerah, dan kelompok tani diperlukan agar pupuk tersedia sesuai kebutuhan. KAI siap menjalankan tugas pada rantai logistik melalui pengelolaan perjalanan yang mengutamakan keselamatan dan keandalan,” kata Anne.

Pada sisi hilir, pemerintah juga mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta bantuan pangan beras kepada masyarakat. Langkah tersebut berjalan bersama kebijakan penguatan produksi pertanian dan distribusi sarana produksi sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan serta daya beli masyarakat.

Anne menegaskan bahwa angkutan pupuk merupakan bagian dari ekosistem besar ketahanan pangan. Ketersediaan beras dan kestabilan harganya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti musim, produktivitas, biaya produksi, distribusi, kondisi pasar, serta cadangan pangan.

“KAI memahami bahwa beras berada di meja makan jutaan keluarga setiap hari. Di balik proses tersebut terdapat petani yang menyiapkan lahan, pekerja yang menjaga produksi, dan banyak pihak yang memastikan distribusi berjalan. Setiap perjalanan pupuk yang KAI layani membawa tanggung jawab untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan Indonesia,” tutup Anne.(fahmi)

Baca Lainnya

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Rekrutmen KAI Masuk Tahap Wawancara, KAI Divre III Ingatkan Pelamar Waspadai Penipuan

4 November 2026 - 15:17 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 8.466 Kursi dan 39 Perjalanan Kereta

4 November 2026 - 14:24 WIB

KAI Commuter Catat 303,9 Juta Pengguna hingga Oktober 2026

4 November 2026 - 13:05 WIB

KAI Services Hadirkan Milo, Mesin Pembersih Lantai Modern untuk Tingkatkan Kebersihan Stasiun

4 November 2026 - 12:24 WIB

GAPEKA 2026 Pangkas Waktu KA, Ini 10 Daftar Kereta Menjadi Lebih Cepat 1,5 Jam hingga 31 Menit

4 November 2026 - 11:58 WIB

Trending di PERON