Wartatrans.com, JAKARTA — Guna menjadikan musik dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Kali ini, Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia menyatakan kesiapannya untuk ikut mengawal perjuangan tersebut melalui edukasi publik dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.
Ketua Umum FORWAN Indonesia, Sutrisno Buyil, mengatakan organisasi yang dipimpinnya menyambut positif langkah Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) bersama Kementerian Kebudayaan RI dalam memperjuangkan pengakuan UNESCO terhadap musik dangdut.

“Musik dangdut telah menjadi bagian dari perjalanan budaya Indonesia. Sudah selayaknya seluruh elemen bangsa ikut mendukung agar karya budaya ini memperoleh pengakuan dunia,” kata Buyil saat ditemui di K-POP (Kedai Kupi Populer), Jalan Buni, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2026).
Menurut Buyil, FORWAN tidak ingin berhenti pada dukungan secara administratif. Organisasi wartawan hiburan itu justru ingin mengambil peran sebagai jembatan antara pemerintah, pelaku industri musik, akademisi, dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang membahas nilai historis dan perkembangan musik dangdut.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menyelenggarakan diskusi nasional bertajuk “Ngulik Soal Musik Dangdut” dengan tema “Musik Dangdut Mendunia, Saatnya Diakui UNESCO.”
Diskusi tersebut akan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari musisi, produser rekaman, pengamat musik, budayawan, hingga perwakilan pemerintah. Forum itu diharapkan mampu melahirkan gagasan yang memperkuat proses pengajuan musik dangdut ke UNESCO.
“Ini bukan hanya perjuangan para penyanyi dangdut atau PAMDI semata. Ini adalah perjuangan budaya bangsa. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang mampu memberikan masukan dan dukungan nyata,” ujarnya.
Buyil mengungkapkan, ide penyelenggaraan diskusi sebenarnya telah muncul sejak 2024, namun baru dapat direalisasikan tahun ini. Dalam waktu dekat FORWAN akan menghubungi sejumlah tokoh yang telah diproyeksikan menjadi pembicara, di antaranya produser musik Agi Sugiyanto dari Pro Aktif Musik serta musisi dangdut Yogi RPH.
Selain membahas perjalanan dan perkembangan musik dangdut, forum tersebut juga akan mengupas strategi pelestarian, dokumentasi sejarah, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor agar dangdut semakin mendapat tempat di kancah internasional.
FORWAN menargetkan kegiatan ini berlangsung pada Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Pemilihan momentum tersebut dinilai tepat untuk mengajak generasi muda mengenal akar budaya bangsa sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap musik dangdut sebagai identitas nasional.
Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, pelaku industri musik, akademisi, media, dan masyarakat, FORWAN optimistis perjuangan menjadikan musik dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO akan semakin kuat dan mendapat dukungan luas dari seluruh rakyat Indonesia.*** (SBY)






























