Menu ✖

Mode Gelap
Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

SENI BUDAYA

FORWAN Siapkan Diskusi Publik Dukung Dangdut Menuju Pengakuan UNESCO

badge-check


 FORWAN Siapkan Diskusi Publik Dukung Dangdut Menuju Pengakuan UNESCO Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Guna menjadikan musik dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Kali ini, Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia menyatakan kesiapannya untuk ikut mengawal perjuangan tersebut melalui edukasi publik dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

Ketua Umum FORWAN Indonesia, Sutrisno Buyil, mengatakan organisasi yang dipimpinnya menyambut positif langkah Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) bersama Kementerian Kebudayaan RI dalam memperjuangkan pengakuan UNESCO terhadap musik dangdut.

“Musik dangdut telah menjadi bagian dari perjalanan budaya Indonesia. Sudah selayaknya seluruh elemen bangsa ikut mendukung agar karya budaya ini memperoleh pengakuan dunia,” kata Buyil saat ditemui di K-POP (Kedai Kupi Populer), Jalan Buni, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2026).

Menurut Buyil, FORWAN tidak ingin berhenti pada dukungan secara administratif. Organisasi wartawan hiburan itu justru ingin mengambil peran sebagai jembatan antara pemerintah, pelaku industri musik, akademisi, dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang membahas nilai historis dan perkembangan musik dangdut.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menyelenggarakan diskusi nasional bertajuk “Ngulik Soal Musik Dangdut” dengan tema “Musik Dangdut Mendunia, Saatnya Diakui UNESCO.”

Diskusi tersebut akan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari musisi, produser rekaman, pengamat musik, budayawan, hingga perwakilan pemerintah. Forum itu diharapkan mampu melahirkan gagasan yang memperkuat proses pengajuan musik dangdut ke UNESCO.

“Ini bukan hanya perjuangan para penyanyi dangdut atau PAMDI semata. Ini adalah perjuangan budaya bangsa. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang mampu memberikan masukan dan dukungan nyata,” ujarnya.

Buyil mengungkapkan, ide penyelenggaraan diskusi sebenarnya telah muncul sejak 2024, namun baru dapat direalisasikan tahun ini. Dalam waktu dekat FORWAN akan menghubungi sejumlah tokoh yang telah diproyeksikan menjadi pembicara, di antaranya produser musik Agi Sugiyanto dari Pro Aktif Musik serta musisi dangdut Yogi RPH.

Selain membahas perjalanan dan perkembangan musik dangdut, forum tersebut juga akan mengupas strategi pelestarian, dokumentasi sejarah, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor agar dangdut semakin mendapat tempat di kancah internasional.

FORWAN menargetkan kegiatan ini berlangsung pada Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Pemilihan momentum tersebut dinilai tepat untuk mengajak generasi muda mengenal akar budaya bangsa sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap musik dangdut sebagai identitas nasional.

Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, pelaku industri musik, akademisi, media, dan masyarakat, FORWAN optimistis perjuangan menjadikan musik dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO akan semakin kuat dan mendapat dukungan luas dari seluruh rakyat Indonesia.*** (SBY)

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM