Menu

Mode Gelap
Top! Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk Kedua di Asia Tenggara Tgk. Ibrahim PMToH, Penjaga Warisan Sastra Aceh yang Nyaris Terlupakan Tampil di “Hikayat Bak Keude Kupi” Aksi Spontan Rizki Putra Berbuah Dream Ticket di Main Drama Casting Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai Haji Fikri: Putusan MK Harus Jadi Momentum Memperkuat Pendidikan dan Menjamin Anak Indonedia Mendapatkan Akses Makanan Bergizi FORWAN Siapkan Diskusi Publik Dukung Dangdut Menuju Pengakuan UNESCO

SENI BUDAYA

Tgk. Ibrahim PMToH, Penjaga Warisan Sastra Aceh yang Nyaris Terlupakan Tampil di “Hikayat Bak Keude Kupi”

badge-check


 Tgk. Ibrahim PMToH, Penjaga Warisan Sastra Aceh yang Nyaris Terlupakan Tampil di “Hikayat Bak Keude Kupi” Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Upaya menghidupkan kembali tradisi sastra lisan Aceh terus dilakukan melalui berbagai ruang kebudayaan. Salah satunya lewat acara “Hikayat Bak Keude Kupi” yang akan menghadirkan Tgk. Ibrahim PMToH, salah satu maestro hikayat Aceh, pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 20.30 WIB, di TB Coffee, Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh.

Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Seniman Aceh (MaSA) ini tidak hanya menampilkan pembacaan hikayat secara langsung dengan iringan biola tunggal, tetapi juga menghadirkan Bengkel Hikayat, penampilan Biola Aceh Acoustic, musisi Sarjev De Krak, serta dipandu oleh Po Reumoh (Zoel Kawom) sebagai pembawa acara.

Tgk. Ibrahim PMToH merupakan murid langsung maestro hikayat Aceh, Tgk. Adnan PMToH. Pada era 1990-an, kiprahnya mendapat perhatian dan dukungan dari H. Dahlan, pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Utara saat itu, agar terus menjaga dan melestarikan hikayat sebagai warisan budaya Aceh yang kaya akan nilai moral, petuah, dan kearifan lokal.

Dedikasinya terhadap sastra tradisional juga terlihat dari koleksi naskah-naskah langka yang masih disimpannya hingga kini. Salah satunya adalah salinan Hikayat Raja-raja Pasai, yang diperoleh langsung dari gurunya pada era 1990-an. Keberadaan naskah tersebut menjadi bukti penting dalam menjaga jejak sejarah sastra Aceh.

Nama Tgk. Ibrahim PMToH bahkan telah masuk dalam dunia pendidikan nasional. Biografinya dimuat sebagai referensi dalam buku 22 Jenis Teks dan Strategi Pembelajarannya di SMA-MA/SMK karya Dr. E. Kosasih, M.Pd. dan Endang Kurniawan, M.Pd., sebagai salah satu tokoh hikayat yang diperkenalkan kepada pelajar Indonesia.

Jejak internasionalnya pun patut diapresiasi. Pada 1976, Tgk. Ibrahim pernah tampil membawakan seni hikayat di Belanda. Hingga kini, beliau masih menyimpan sebuah biola klasik asal Italia yang menjadi kenang-kenangan dari UNESCO sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya dalam melestarikan seni dan budaya.

Di tengah derasnya arus modernisasi, sosok Tgk. Ibrahim PMToH menjadi pengingat bahwa hikayat bukan sekadar seni bertutur, melainkan identitas budaya Aceh yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti “Hikayat Bak Keude Kupi”, masyarakat diajak kembali mengenal, mencintai, dan merawat warisan sastra yang hampir terlupakan. (Kamaruzzaman)

Baca Lainnya

Aksi Spontan Rizki Putra Berbuah Dream Ticket di Main Drama Casting

7 Agustus 2026 - 11:16 WIB

FORWAN Siapkan Diskusi Publik Dukung Dangdut Menuju Pengakuan UNESCO

7 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Pengukuhan DKJ Dipersoalkan, Arie Batubara Nilai Pergub Dilanggar

6 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Judul Film “Pasukan 1.000 Janda” Dinilai Mereduksi Martabat Laksamana Malahayati, Dinas Sejarah AL pun Menolak

6 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Dinas Sejarah Angkatan Laut Dukung Pengembangan Film Pahlawan Nasional John Lie sebagai Diplomasi Budaya

6 Agustus 2026 - 16:18 WIB

KOKKANG Gelar Pameran Kartun “Tawa Merdeka”, Hadirkan 81 Karya untuk Rayakan HUT RI ke-81

6 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Menanti Keberpihakan Bang Doel Terhadap Karya Sastra Betawi 100 Tahun Kembali Diperjuangkan

6 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Saputra Kori Bawa Tantangan Spontan di Main Drama Casting, Nayaka Raih Dream Ticket

6 Agustus 2026 - 10:27 WIB

“Apa Kabar ”, Saat Ifan Seventeen Menyapa Rindu yang Belum Pergi

5 Agustus 2026 - 09:55 WIB

PORONEPTU Hadir di Balai Budaya Jakarta, Tafsir Ulang Primbon Jawa Lewat Seni Instalasi Pop Surealisme

4 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Trending di SENI BUDAYA