Menu

Mode Gelap
SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR Penyebab Kecelakaan Virgo Transport 8 Perlu Dibuktikan Secara Menyeluruh

PERON

KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional

badge-check


 KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani angkutan bahan bakar minyak atau BBM sebanyak 1.570.911 ton selama Januari–Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat 4,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.510.287 ton.

Secara volume, terdapat peningkatan sebesar 60.624 ton. Dengan capaian tersebut, rata-rata sekitar 7.410 ton BBM setiap hari didistribusikan melalui jaringan perkeretaapian untuk membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kelancaran distribusi BBM memiliki hubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari perjalanan menuju tempat kerja, distribusi bahan pangan dan barang kebutuhan, kegiatan pertanian, aktivitas usaha, hingga penyelenggaraan pelayanan publik.

“BBM berkaitan langsung dengan ritme kehidupan masyarakat. Ketersediaannya mendukung masyarakat beraktivitas, pelaku usaha menjalankan distribusi, serta barang kebutuhan mencapai berbagai daerah. Melalui layanan berbasis rel, KAI membantu menjaga aliran energi dari pusat pasokan menuju daerah distribusi secara terjadwal,” ujar Anne.

Peran distribusi dalam negeri menjadi semakin penting di tengah dinamika pasar energi dunia. Laporan Oil Market Report International Energy Agency edisi Juli 2026 mencatat pasokan minyak global masih berada di bawah tingkat sebelum konflik, sementara pasar produk olahan seperti bensin dan diesel tetap ketat. Situasi tersebut menunjukkan bahwa keandalan jaringan logistik domestik menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

Dalam layanan angkutan BBM, KAI bersinergi dengan Pertamina Group untuk mendistribusikan Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar menggunakan gerbong ketel. Layanan tersebut menghubungkan pusat pasokan dan terminal BBM dengan daerah tujuan distribusi di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra.

Penggunaan rangkaian kereta api memberikan kapasitas besar dalam satu perjalanan serta jadwal yang terukur. Pola tersebut membantu menjaga kesinambungan pasokan antardaerah sekaligus membagi beban distribusi logistik dari jalan raya, terutama untuk pengiriman BBM dalam volume besar dan berulang.

KAI juga mendukung kebijakan energi nasional melalui penyesuaian distribusi Bio Solar dari B40 menjadi B50 sejak Juli 2026. Kebijakan mandatori B50 memperbesar pemanfaatan biodiesel berbasis sumber daya domestik, menekan ketergantungan terhadap impor solar, serta memperluas nilai ekonomi bagi industri dan petani kelapa sawit.

“Ketahanan energi membutuhkan pasokan, infrastruktur, dan distribusi yang berjalan selaras. KAI mengambil peran pada sisi transportasi dengan memastikan rangkaian, gerbong ketel, jalur, serta proses operasional berada dalam kondisi andal agar energi dapat sampai ke daerah tujuan secara aman dan tepat waktu,” kata Anne.

Untuk menjaga keselamatan dan keandalan layanan, KAI menjalankan pemeriksaan sarana secara berkala, memastikan kesiapan awak sarana perkeretaapian, serta memperkuat koordinasi dalam proses pengisian, perjalanan, dan pembongkaran BBM. Pengawasan operasional dilaksanakan sesuai ketentuan keselamatan pengangkutan barang khusus.

KAI akan terus memperkuat sinergi bersama Pertamina Group, pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran rantai pasok energi, memperkuat sistem logistik nasional, serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di berbagai daerah.(fahmi)

 

Baca Lainnya

KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan

21 September 2026 - 11:22 WIB

Sambut HUT ke-81, KAI Siapkan Nusantara Explorer untuk Perjalanan Wisata Indonesia

21 September 2026 - 05:11 WIB

KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan

20 September 2026 - 17:49 WIB

Satu KRL CLI-225 Kembali Beroperasi, Commuter Line Bogor Tambah 4 Perjalanan

19 September 2026 - 11:34 WIB

Akses Kota Baru Parahyangan ke Stasiun Whoosh Padalarang Disiapkan, Ada Skybridge

18 September 2026 - 07:54 WIB

KAI Catat 182.208 Pelanggan Manfaatkan Kereta Ekonomi Kerakyatan

18 September 2026 - 07:19 WIB

Kereta Makan M1 Kian Nyaman, KAI Services Perkuat Pengalaman Kuliner Penumpang

18 September 2026 - 06:44 WIB

KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis

17 September 2026 - 16:04 WIB

Tarif Rp3.000, Kereta Petani dan Pedagang KAI Telah Layani 43.780 Pelanggan

17 September 2026 - 14:53 WIB

KAI Operasikan 113 PLTS di 92 Lokasi, Total Kapasitas Capai 4,43 MWp

17 September 2026 - 14:39 WIB

Trending di PERON