Menu

Mode Gelap
Ramaikan GBK, Penonton Pertandingan Persija-Persib Tembus 58.961 Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026 Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka Akses Masyarakat Saksikan Langsung MTQ Nasional XXXI di Semarang KAI Daop 4 Semarang Siap Layani Mobilitas Masyarakat pada MTQ Nasional XXXI, Penumpang Melonjak Naik KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

PERON

KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional

badge-check


 KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani angkutan bahan bakar minyak atau BBM sebanyak 1.570.911 ton selama Januari–Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat 4,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.510.287 ton.

Secara volume, terdapat peningkatan sebesar 60.624 ton. Dengan capaian tersebut, rata-rata sekitar 7.410 ton BBM setiap hari didistribusikan melalui jaringan perkeretaapian untuk membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kelancaran distribusi BBM memiliki hubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari perjalanan menuju tempat kerja, distribusi bahan pangan dan barang kebutuhan, kegiatan pertanian, aktivitas usaha, hingga penyelenggaraan pelayanan publik.

“BBM berkaitan langsung dengan ritme kehidupan masyarakat. Ketersediaannya mendukung masyarakat beraktivitas, pelaku usaha menjalankan distribusi, serta barang kebutuhan mencapai berbagai daerah. Melalui layanan berbasis rel, KAI membantu menjaga aliran energi dari pusat pasokan menuju daerah distribusi secara terjadwal,” ujar Anne.

Peran distribusi dalam negeri menjadi semakin penting di tengah dinamika pasar energi dunia. Laporan Oil Market Report International Energy Agency edisi Juli 2026 mencatat pasokan minyak global masih berada di bawah tingkat sebelum konflik, sementara pasar produk olahan seperti bensin dan diesel tetap ketat. Situasi tersebut menunjukkan bahwa keandalan jaringan logistik domestik menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

Dalam layanan angkutan BBM, KAI bersinergi dengan Pertamina Group untuk mendistribusikan Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar menggunakan gerbong ketel. Layanan tersebut menghubungkan pusat pasokan dan terminal BBM dengan daerah tujuan distribusi di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra.

Penggunaan rangkaian kereta api memberikan kapasitas besar dalam satu perjalanan serta jadwal yang terukur. Pola tersebut membantu menjaga kesinambungan pasokan antardaerah sekaligus membagi beban distribusi logistik dari jalan raya, terutama untuk pengiriman BBM dalam volume besar dan berulang.

KAI juga mendukung kebijakan energi nasional melalui penyesuaian distribusi Bio Solar dari B40 menjadi B50 sejak Juli 2026. Kebijakan mandatori B50 memperbesar pemanfaatan biodiesel berbasis sumber daya domestik, menekan ketergantungan terhadap impor solar, serta memperluas nilai ekonomi bagi industri dan petani kelapa sawit.

“Ketahanan energi membutuhkan pasokan, infrastruktur, dan distribusi yang berjalan selaras. KAI mengambil peran pada sisi transportasi dengan memastikan rangkaian, gerbong ketel, jalur, serta proses operasional berada dalam kondisi andal agar energi dapat sampai ke daerah tujuan secara aman dan tepat waktu,” kata Anne.

Untuk menjaga keselamatan dan keandalan layanan, KAI menjalankan pemeriksaan sarana secara berkala, memastikan kesiapan awak sarana perkeretaapian, serta memperkuat koordinasi dalam proses pengisian, perjalanan, dan pembongkaran BBM. Pengawasan operasional dilaksanakan sesuai ketentuan keselamatan pengangkutan barang khusus.

KAI akan terus memperkuat sinergi bersama Pertamina Group, pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran rantai pasok energi, memperkuat sistem logistik nasional, serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di berbagai daerah.(fahmi)

 

Baca Lainnya

KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

12 September 2026 - 15:43 WIB

KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi

12 September 2026 - 07:14 WIB

Lawang Sewu Tarik 376 Ribu Pengunjung hingga Agustus 2026, Sejarah Kereta Api Jadi Daya Tarik

11 September 2026 - 21:59 WIB

Serukan Peningkatan Keselamatan Transportasi, Menhub Dudy Kumpulkan UPT se-Jawa Timur

11 September 2026 - 21:47 WIB

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Target Angkut hingga 80.000 Penumpang/Hari

11 September 2026 - 21:25 WIB

Angkutan Petikemas KAI Tumbuh 19,24 Persen, Tembus 3,9 Juta Ton hingga Agustus 2026

11 September 2026 - 05:06 WIB

Dari Lubuk Linggau hingga Ketapang, Kereta Api Menjadi Bagian dari Pertumbuhan Kota Sejak 159 Tahun Lalu

11 September 2026 - 01:06 WIB

Kebutuhan Pembangunan LRT Jakarta Fase 2A Rp7,8 Triliun

10 September 2026 - 12:57 WIB

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Lintas Bogor, Operasional Kembali Normal

10 September 2026 - 10:29 WIB

Whoosh Tetap Melaju di Tengah Erupsi Anak Krakatau, Ini Langkah Pengamanan KCIC

10 September 2026 - 07:15 WIB

Trending di PERISTIWA