Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

PERON

KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional

badge-check


 KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani angkutan bahan bakar minyak atau BBM sebanyak 1.570.911 ton selama Januari–Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat 4,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.510.287 ton.

Secara volume, terdapat peningkatan sebesar 60.624 ton. Dengan capaian tersebut, rata-rata sekitar 7.410 ton BBM setiap hari didistribusikan melalui jaringan perkeretaapian untuk membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kelancaran distribusi BBM memiliki hubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari perjalanan menuju tempat kerja, distribusi bahan pangan dan barang kebutuhan, kegiatan pertanian, aktivitas usaha, hingga penyelenggaraan pelayanan publik.

“BBM berkaitan langsung dengan ritme kehidupan masyarakat. Ketersediaannya mendukung masyarakat beraktivitas, pelaku usaha menjalankan distribusi, serta barang kebutuhan mencapai berbagai daerah. Melalui layanan berbasis rel, KAI membantu menjaga aliran energi dari pusat pasokan menuju daerah distribusi secara terjadwal,” ujar Anne.

Peran distribusi dalam negeri menjadi semakin penting di tengah dinamika pasar energi dunia. Laporan Oil Market Report International Energy Agency edisi Juli 2026 mencatat pasokan minyak global masih berada di bawah tingkat sebelum konflik, sementara pasar produk olahan seperti bensin dan diesel tetap ketat. Situasi tersebut menunjukkan bahwa keandalan jaringan logistik domestik menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

Dalam layanan angkutan BBM, KAI bersinergi dengan Pertamina Group untuk mendistribusikan Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar menggunakan gerbong ketel. Layanan tersebut menghubungkan pusat pasokan dan terminal BBM dengan daerah tujuan distribusi di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra.

Penggunaan rangkaian kereta api memberikan kapasitas besar dalam satu perjalanan serta jadwal yang terukur. Pola tersebut membantu menjaga kesinambungan pasokan antardaerah sekaligus membagi beban distribusi logistik dari jalan raya, terutama untuk pengiriman BBM dalam volume besar dan berulang.

KAI juga mendukung kebijakan energi nasional melalui penyesuaian distribusi Bio Solar dari B40 menjadi B50 sejak Juli 2026. Kebijakan mandatori B50 memperbesar pemanfaatan biodiesel berbasis sumber daya domestik, menekan ketergantungan terhadap impor solar, serta memperluas nilai ekonomi bagi industri dan petani kelapa sawit.

“Ketahanan energi membutuhkan pasokan, infrastruktur, dan distribusi yang berjalan selaras. KAI mengambil peran pada sisi transportasi dengan memastikan rangkaian, gerbong ketel, jalur, serta proses operasional berada dalam kondisi andal agar energi dapat sampai ke daerah tujuan secara aman dan tepat waktu,” kata Anne.

Untuk menjaga keselamatan dan keandalan layanan, KAI menjalankan pemeriksaan sarana secara berkala, memastikan kesiapan awak sarana perkeretaapian, serta memperkuat koordinasi dalam proses pengisian, perjalanan, dan pembongkaran BBM. Pengawasan operasional dilaksanakan sesuai ketentuan keselamatan pengangkutan barang khusus.

KAI akan terus memperkuat sinergi bersama Pertamina Group, pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran rantai pasok energi, memperkuat sistem logistik nasional, serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di berbagai daerah.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Rekrutmen KAI Masuk Tahap Wawancara, KAI Divre III Ingatkan Pelamar Waspadai Penipuan

4 November 2026 - 15:17 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 8.466 Kursi dan 39 Perjalanan Kereta

4 November 2026 - 14:24 WIB

KAI Commuter Catat 303,9 Juta Pengguna hingga Oktober 2026

4 November 2026 - 13:05 WIB

KAI Services Hadirkan Milo, Mesin Pembersih Lantai Modern untuk Tingkatkan Kebersihan Stasiun

4 November 2026 - 12:24 WIB

GAPEKA 2026 Pangkas Waktu KA, Ini 10 Daftar Kereta Menjadi Lebih Cepat 1,5 Jam hingga 31 Menit

4 November 2026 - 11:58 WIB

Trending di PERON