Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

RAGAM

Kabut Tebal Hentikan Arus di Tol Giza–Alexandria

badge-check


 Kabut Tebal Hentikan Arus di Tol Giza–Alexandria Perbesar

Wartatrans.com, KAIRO — Kabut tebal menghentikan arus lalu lintas di jalan tol Giza–Alexandria, Mesir, Jumat pagi (26/12/2025). Jarak pandang yang hanya sekitar 10 meter membuat aparat keamanan menghentikan ratusan kendaraan demi mencegah kecelakaan beruntun.

Penghentian kendaraan dilakukan sejak pukul 09.00 waktu setempat. Hingga lebih dari setengah jam, kabut belum juga menipis sehingga kendaraan belum diizinkan melanjutkan perjalanan.
“Kalau dipaksakan sangat berbahaya. Jarak pandang cuma sekitar 10 meter, sering terjadi kecelakaan. Kami sudah menunggu sekitar setengah jam,” kata Diki Ahmad Zulkarnaen (50), warga negara Indonesia asal Bandung yang hendak menuju Alexandria.

Menurut Diki, kemacetan di ruas tol ini kerap berlangsung lama saat kabut turun. Antrean kendaraan bisa mencapai satu hingga dua jam, seiring terus bertambahnya mobil yang melintas di jalur tersebut.

Di tengah kemacetan, sebagian pengendara memanfaatkan waktu menunggu untuk beristirahat, buang hajat, atau membeli makanan dan minuman dari pedagang yang biasa berjualan di lokasi rawan kabut itu.

Tol Giza–Alexandria merupakan jalur utama sepanjang sekitar 200 kilometer dan termasuk salah satu ruas tersibuk di Mesir. Semakin lama kabut menyelimuti jalan, semakin banyak kendaraan yang terpaksa berhenti.

Diki mengatakan kabut tebal di ruas tol tersebut merupakan fenomena rutin saat musim dingin, yang berlangsung sekitar Oktober hingga Februari. “Kalau sudah masuk Januari, biasanya kabut makin tebal. Udara makin dingin, pandangan makin pendek,” ujar pria yang telah lama bermukim di Kairo itu.***

Laporan wartawan Wartatrans.com langsung dari Mesir : Muzafal Syah.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut

5 November 2026 - 21:14 WIB

Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker

5 November 2026 - 20:44 WIB

Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar

5 November 2026 - 20:23 WIB

Pegiat Sosial Lhokseumawe Mutia Sari Terima Penghargaan Kehormatan dari Ketua FPTI Kota Batam

5 November 2026 - 18:45 WIB

Langkah Strategis Polres Fakfak Meretas Problematika Pengangguran Daerah

5 November 2026 - 14:44 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pendidikan Politik dan Sosialisasi Kebangsaan di Desa Jabon, Parung

5 November 2026 - 12:44 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

Catatan M. Mujiburrohman: Prabowo Akrobat Politik –  Ketika Oligarki Mulai Kehilangan Kendali

4 November 2026 - 21:56 WIB

KKP Gelar Puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan di 27 Titik Indonesia

4 November 2026 - 21:19 WIB

Borong Empat Penghargaan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial

4 November 2026 - 20:23 WIB

Trending di ANJUNGAN