Menu

Mode Gelap
KA Batara Kresna Jadi Pilihan Wisata Akhir Pekan dari Solo ke Wonogiri, Tarif Rp4.000 KAI Wisata Gandeng Jakarta Infrastruktur Propertindo, Hadirkan Integrasi Transportasi Wisata dan Media Iklan Digital Meningkat, Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 86,8 Juta pada Triwulan I 2026 Dica Melo Sukses Sebagai Brand Ambassador, Kembali Dikontrak Meinl. Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat KA Blora Jaya Tumbuh 72,76% pada Triwulan I 2026, Perjalanan yang Menghubungkan Harapan Banyak Masyarakat

RAGAM

Kabut Tebal Hentikan Arus di Tol Giza–Alexandria

badge-check


 Kabut Tebal Hentikan Arus di Tol Giza–Alexandria Perbesar

Wartatrans.com, KAIRO — Kabut tebal menghentikan arus lalu lintas di jalan tol Giza–Alexandria, Mesir, Jumat pagi (26/12/2025). Jarak pandang yang hanya sekitar 10 meter membuat aparat keamanan menghentikan ratusan kendaraan demi mencegah kecelakaan beruntun.

Penghentian kendaraan dilakukan sejak pukul 09.00 waktu setempat. Hingga lebih dari setengah jam, kabut belum juga menipis sehingga kendaraan belum diizinkan melanjutkan perjalanan.
“Kalau dipaksakan sangat berbahaya. Jarak pandang cuma sekitar 10 meter, sering terjadi kecelakaan. Kami sudah menunggu sekitar setengah jam,” kata Diki Ahmad Zulkarnaen (50), warga negara Indonesia asal Bandung yang hendak menuju Alexandria.

Menurut Diki, kemacetan di ruas tol ini kerap berlangsung lama saat kabut turun. Antrean kendaraan bisa mencapai satu hingga dua jam, seiring terus bertambahnya mobil yang melintas di jalur tersebut.

Di tengah kemacetan, sebagian pengendara memanfaatkan waktu menunggu untuk beristirahat, buang hajat, atau membeli makanan dan minuman dari pedagang yang biasa berjualan di lokasi rawan kabut itu.

Tol Giza–Alexandria merupakan jalur utama sepanjang sekitar 200 kilometer dan termasuk salah satu ruas tersibuk di Mesir. Semakin lama kabut menyelimuti jalan, semakin banyak kendaraan yang terpaksa berhenti.

Diki mengatakan kabut tebal di ruas tol tersebut merupakan fenomena rutin saat musim dingin, yang berlangsung sekitar Oktober hingga Februari. “Kalau sudah masuk Januari, biasanya kabut makin tebal. Udara makin dingin, pandangan makin pendek,” ujar pria yang telah lama bermukim di Kairo itu.***

Laporan wartawan Wartatrans.com langsung dari Mesir : Muzafal Syah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Kajati Sulteng Kunker ke Tolitoli, Resmikan Mess Kejari Hasil Hibah Pemda

16 April 2026 - 16:40 WIB

HBH Seusama Jadi Momentum Penggalangan Dana Balai Pengajian, Kegiatan Digelar di Jakarta dan Aceh

16 April 2026 - 14:09 WIB

SEUSAMA Gelar Halal Bihalal dan Mulai Pembangunan Balai Pengajian di Aceh Utara

16 April 2026 - 11:35 WIB

Trending di RAGAM