Menu

Mode Gelap
KAI Bidik Pertumbuhan Baru Menuju 2045, Perkuat Aset dan Teknologi Dua Insiden Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi Pascagempa NTT, InJourney Group Gercep Salurkan Bantuan Desa Linge Bangkit Lewat “Asal Linge Awal Serule”, Semarak HUT RI ke-81 3 Dekade Bersama, Sefas Akhirnya Akuisisi 100% SPBU Shell SBY Art Community Menggelar Pameran Lukisan, Dibuka Gubernur Pramono Anung

PERON

KAI Bidik Pertumbuhan Baru Menuju 2045, Perkuat Aset dan Teknologi

badge-check


 KAI Bidik Pertumbuhan Baru Menuju 2045, Perkuat Aset dan Teknologi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan transformasi bisnis untuk memperluas sumber pertumbuhan perusahaan menuju 2045. Strategi tersebut diarahkan melalui optimalisasi aset, pemanfaatan teknologi, penguatan kapabilitas, serta pengembangan bisnis non-farebox.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan arah transformasi tersebut dalam SBM ITB Industrial Summit 2026 di Hotel AYANA Midplaza Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dalam forum yang mempertemukan pemimpin industri, regulator, investor, dan akademisi tersebut, Bobby menjadi pembicara pada Parallel Session – Transportation Sector dengan paparan bertajuk “Growth Beyond the Limits: Transforming Railways for Indonesia’s Economic Future.”

Bobby mengatakan pertumbuhan KAI ke depan tidak cukup hanya mengandalkan bisnis transportasi. Perusahaan perlu memperluas sumber nilai dengan mengoptimalkan aset, teknologi, keahlian, dan basis pelanggan.

Pada 2025, KAI Group mencatat 503,5 juta pelanggan atau meningkat 8,52 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 464 juta pelanggan. KAI juga mencatat sekitar 2,8 juta interaksi pelanggan setiap hari.

“Skala KAI sudah sangat besar. Tantangan sekaligus peluang berikutnya adalah meningkatkan kontribusi aset, teknologi, keahlian, dan basis pelanggan sebagai sumber pertumbuhan baru yang memberi nilai lebih besar bagi perusahaan dan perekonomian,” ujar Bobby.

Saat ini, sekitar 94 persen pendapatan KAI masih berasal dari bisnis transportasi. Sementara kontribusi bisnis non-farebox baru sekitar 6 persen.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi KAI untuk mengembangkan empat mesin pertumbuhan, yakni aset operasional, aset berwujud, aset berbasis kapabilitas, dan aset teknologi.

KAI memiliki sekitar 327,8 juta meter persegi aset lahan perkeretaapian yang dapat dikembangkan melalui optimalisasi kawasan dan properti, Transit-Oriented Development (TOD), layanan digital, maintenance, repair, and overhaul (MRO), manufaktur, hingga pengembangan keahlian perkeretaapian.

“Pertumbuhan ke depan harus lebih produktif. KAI perlu semakin kuat dalam operasi, semakin optimal dalam mengelola aset, dan semakin cepat memanfaatkan teknologi,” kata Bobby.

Transformasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi kereta api terhadap efisiensi transportasi dan logistik nasional. Menurut Bobby, semakin besarnya peran kereta api dapat memperkuat daya saing industri melalui mobilitas orang dan barang yang lebih efisien.

KAI juga mulai mendorong pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas operasi sekaligus mengoptimalkan kapasitas jaringan yang tersedia.

Dalam peta jalan menuju 2045, KAI menargetkan volume pelanggan mencapai sekitar 1,4 miliar pelanggan per tahun. Pada saat yang sama, kontribusi bisnis non-farebox ditargetkan meningkat menjadi sekitar 20–25 persen.

“Kita perlu bergerak dari menunggu permintaan menjadi menciptakan peluang. Industri yang maju membangun kesempatan, lalu pertumbuhan mengikuti,” ujar Bobby.

Bobby menegaskan, transformasi menuju 2045 membutuhkan kemampuan KAI dalam membaca perubahan, memperkuat sumber pertumbuhan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat.

“Menuju 2045, KAI menargetkan posisi sebagai world-class railway operator. Untuk mencapainya, kami harus memperkuat produktivitas, memperluas sumber pertumbuhan, dan memastikan perkeretaapian memberi kontribusi yang semakin besar terhadap konektivitas serta daya saing Indonesia,” tutup Bobby.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Dua Insiden Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi

20 Agustus 2026 - 10:20 WIB

KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta

19 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket

19 Agustus 2026 - 20:46 WIB

KAI dan KCIC Gelar EduTrain, Ajak Anak Panti Kenal Teknologi Perkeretaapian

19 Agustus 2026 - 14:23 WIB

17 Agustus Jadi Puncak Perjalanan, KAI Catat 216.158 Pelanggan dalam Sehari

18 Agustus 2026 - 20:33 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas yang Gagalkan Pencurian Kabel Persinyalan di Cikarang

18 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Tarif Rp8 dan Diskon 17 Persen KAI Group Dipakai 1,08 Juta Pelanggan pada 17 Agustus

18 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Libur Panjang HUT ke-81 RI, KAI Daop 1 Catat 385 Ribu Pergerakan Penumpang

18 Agustus 2026 - 12:53 WIB

KAI Commuter Luncurkan KMT Edisi Khusus HUT ke-81 RI, Siapkan 15.000 Kartu dengan 3 Desain

18 Agustus 2026 - 12:33 WIB

KCIC Hadirkan Kartu Langganan Whoosh Edisi Khusus dan Semarak Merah Putih

18 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Trending di PERON