Wartatrans.com, JAKARTA – Setiap perjalanan kereta api ditopang aktivitas yang luas, mulai dari perawatan sarana, pengelolaan stasiun, depo, balai yasa, hingga pelayanan pelanggan. Sepanjang 2025, KAI mencatat pengelolaan 14.562,40 ton limbah dari aktivitas perusahaan yang mencakup limbah B3 dan non-B3.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pengelolaan lingkungan dilakukan dari proses operasional hingga menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih ramah lingkungan bagi pelanggan.

“Pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari proses kerja sehari-hari. KAI terus memperkuat pengelolaan limbah sekaligus menghadirkan fasilitas dan inovasi yang membantu pelanggan membangun kebiasaan perjalanan yang lebih bertanggung jawab,” ujar Anne.
Sepanjang 2025, tercatat 2.683,81 ton limbah B3 dari aktivitas perusahaan. KAI juga mencatat 11.564,41 ton limbah dan sampah non-B3 yang pengelolaannya antara lain melibatkan pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.
Upaya mengurangi timbulan sampah juga hadir langsung di stasiun. Hingga akhir 2025, KAI menyediakan 124 unit Water Station di 70 stasiun. Fasilitas tersebut memungkinkan pelanggan mengisi ulang air minum dengan membawa tumbler atau botol pribadi sehingga penggunaan kemasan sekali pakai dapat dikurangi.
Di dalam layanan perjalanan, KAI turut menggunakan wooden cutlery serta waste bag berbahan plastic daur ulang sebagai bagian dari pemanfaatan material yang lebih ramah lingkungan. Kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai juga terus diterapkan dalam aktivitas perusahaan.
“Melalui Water Station, pelanggan dapat membawa tumbler dan mengisi ulang air selama perjalanan. Kebiasaan sederhana seperti ini jika dilakukan secara luas akan membantu mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dalam ekosistem transportasi publik,” kata Anne.
KAI juga menjalankan edukasi Green Travel kepada pekerja, pemasok, tenant, dan pelanggan. Edukasi tersebut mendorong penggunaan barang yang dapat dipakai kembali, pengurangan plastik sekali pakai, serta pengelolaan sampah secara lebih tertib selama berada di stasiun maupun dalam perjalanan.
Pengurangan penggunaan material turut diperkuat melalui digitalisasi perjalanan, antara lain pemanfaatan e-boarding pada Access by KAI dan Face Recognition Boarding Gate yang mengurangi kebutuhan pencetakan boarding pass berbahan kertas.
“KAI akan terus memperkuat pengelolaan limbah, penggunaan material yang lebih ramah lingkungan, digitalisasi, serta fasilitas yang mendukung perubahan kebiasaan pelanggan. Kami ingin setiap perjalanan semakin efisien dalam menggunakan sumber daya dan memberi dampak yang semakin baik bagi lingkungan,” tutup Anne.(fahmi)































