Menu

Mode Gelap
ASDP Perkuat Konektivitas, Dorong Percepatan Distribusi Bantuan Gempa NTT PELNI Mulai Angkut Bantuan Pascagempa NTT dengan KM Tidar Citilink Terbangi Rute Bandung ke Medan, Denpasar, Surabaya, Palembang, dan Balikpapan Peringatan Hari Kemerdekaan RI, Kemenhub Jamin Akses Transportasi di Daerah Terdampak Bencana Di Istana Kepresidenan Yogyakarta IPEMAH LUTYO Tampilkan Didong Gayo dan Tari Guel Meriahkan Pesta Rakyat HUT RI ke-81 KAI Commuter Tambah Perjalanan hingga Dini Hari, Antisipasi Lonjakan Penumpang Usai Pesta Rakyat HUT RI

PERON

KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional KRL 12 Kereta

badge-check


 KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional KRL 12 Kereta Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus mempercepat pengembangan Stasiun Bogor guna meningkatkan kapasitas layanan Commuter Line.

Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 yang ditinjau langsung oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin pada Senin (1/6) disebut berjalan lebih cepat dari target.

Bobby mengatakan percepatan pekerjaan tersebut menjadi langkah penting untuk mengakomodasi pertumbuhan mobilitas masyarakat di lintas Bogor Line yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line,” ujar Bobby.

Pengembangan peron yang dimulai sejak 15 April 2026 itu ditargetkan rampung pada Juli 2026. Perpanjangan peron dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line 12 kereta (SF12) yang memiliki kapasitas angkut lebih besar dibandingkan rangkaian saat ini.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, peningkatan kapasitas layanan diperlukan seiring pertumbuhan pelanggan Bogor Line yang terus menunjukkan tren positif. Volume pelanggan Bogor Line tercatat meningkat dari 102 juta pelanggan pada 2022 menjadi 155 juta pelanggan pada 2025. Hingga April 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 51,86 juta orang.

Menurut Anne, dalam tiga tahun terakhir volume pelanggan Bogor Line bertambah sekitar 52,9 juta pelanggan atau tumbuh 51,9 persen. Bogor Line juga menjadi salah satu koridor utama mobilitas masyarakat Jabodetabek, dengan mayoritas pengguna berada pada usia produktif dan melakukan perjalanan untuk bekerja maupun bersekolah.

Tingginya mobilitas juga tercermin dari aktivitas di Stasiun Bogor. Sepanjang 2025, jumlah pelanggan yang masuk melalui stasiun tersebut mencapai 18,19 juta orang, sementara pelanggan keluar mencapai 18,17 juta orang. Pada Januari hingga April 2026, volume pelanggan yang melakukan gate in mencapai 6,14 juta orang dan gate out sebanyak 5,96 juta orang.

Saat ini, Stasiun Bogor melayani 392 perjalanan Commuter Line setiap hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan, menjadikannya salah satu stasiun dengan aktivitas operasional tertinggi di jaringan Commuter Line Jabodetabek.

Selain meningkatkan kapasitas layanan KRL, KAI juga memperkuat konektivitas Stasiun Bogor dengan Stasiun Bogor Paledang melalui skybridge antarstasiun. Fasilitas tersebut memudahkan pelanggan melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi menggunakan KA Pangrango serta terintegrasi dengan layanan Trans Pakuan dan JR Connexion.

Peningkatan konektivitas itu turut mendorong pertumbuhan pelanggan KA Pangrango. Jumlah pengguna layanan Bogor–Sukabumi tersebut naik dari 786.001 pelanggan pada 2023 menjadi 1,1 juta pelanggan pada 2025. Pada triwulan pertama 2026, KA Pangrango telah melayani 281.659 pelanggan.

Dalam proyek pengembangan ini, KAI juga membangun kanopi baru yang terhubung dengan area selasar stasiun untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan pembangunan konstruksi calon peron baru.

Selama proses pengerjaan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter melakukan pengaturan arus pelanggan, optimalisasi pelayanan petugas, serta penyampaian informasi perjalanan secara intensif untuk menjaga kelancaran mobilitas di area stasiun.

“Bogor Line merupakan koridor dengan volume pelanggan terbesar di jaringan Commuter Line Jabodetabek. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas layanan akan terus kami lakukan secara bertahap. Pengembangan Stasiun Bogor, penguatan konektivitas melalui Bogor Paledang, serta integrasi antarmoda menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan terhubung bagi masyarakat,” kata Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Commuter Tambah Perjalanan hingga Dini Hari, Antisipasi Lonjakan Penumpang Usai Pesta Rakyat HUT RI

17 Agustus 2026 - 21:04 WIB

HUT ke-81 RI, Stasiun Juanda Jadi Tujuan Utama Warga Menuju Monas

17 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Whoosh Meriahkan Kemerdekaan RI dengan Paduan Suara dan Siagakan Puluhan Petugas Pakai Kostum Nusantara

17 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Hari Ini Tarif Rp8 Berlaku di LRT Jabodebek dan Sebagian Besar Commuter Line, 27.620 Tiket Diskon KAI Terjual

17 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Dirut KAI Tekankan Keselamatan, Profesionalisme, dan Perluasan Manfaat Kereta Api pada HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Hindari Kepadatan Monas Saat HUT RI, 27 KA Keberangkatan Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara

17 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Spesial HUT ke-81 RI: KAI Commuter Hadirkan Tarif Promo Rp8 dan Kereta Tambahan hingga Bagi-Bagi Kopi Gratis

17 Agustus 2026 - 11:46 WIB

HUT RI ke-81, KAI Commuter Bagikan Kopi dan Roti Gratis di Stasiun BNI City dan Juanda

17 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

17 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

16 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Trending di PERON