Menu

Mode Gelap
Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ Libur Panjang, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Pengguna Commuter Line Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sambut Positif Rencana Pameran “Ja Kartun” dalam Rangka HUT Jakarta KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional KRL 12 Kereta Swadaya Warga Pulihkan Jembatan Enang Enang, Akses Jalan Nasional Kembali Terbuka Patroli Malam Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Cegah Kamtibmas

PERON

KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional KRL 12 Kereta

badge-check


 KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional KRL 12 Kereta Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus mempercepat pengembangan Stasiun Bogor guna meningkatkan kapasitas layanan Commuter Line.

Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 yang ditinjau langsung oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin pada Senin (1/6) disebut berjalan lebih cepat dari target.

Bobby mengatakan percepatan pekerjaan tersebut menjadi langkah penting untuk mengakomodasi pertumbuhan mobilitas masyarakat di lintas Bogor Line yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line,” ujar Bobby.

Pengembangan peron yang dimulai sejak 15 April 2026 itu ditargetkan rampung pada Juli 2026. Perpanjangan peron dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line 12 kereta (SF12) yang memiliki kapasitas angkut lebih besar dibandingkan rangkaian saat ini.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, peningkatan kapasitas layanan diperlukan seiring pertumbuhan pelanggan Bogor Line yang terus menunjukkan tren positif. Volume pelanggan Bogor Line tercatat meningkat dari 102 juta pelanggan pada 2022 menjadi 155 juta pelanggan pada 2025. Hingga April 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 51,86 juta orang.

Menurut Anne, dalam tiga tahun terakhir volume pelanggan Bogor Line bertambah sekitar 52,9 juta pelanggan atau tumbuh 51,9 persen. Bogor Line juga menjadi salah satu koridor utama mobilitas masyarakat Jabodetabek, dengan mayoritas pengguna berada pada usia produktif dan melakukan perjalanan untuk bekerja maupun bersekolah.

Tingginya mobilitas juga tercermin dari aktivitas di Stasiun Bogor. Sepanjang 2025, jumlah pelanggan yang masuk melalui stasiun tersebut mencapai 18,19 juta orang, sementara pelanggan keluar mencapai 18,17 juta orang. Pada Januari hingga April 2026, volume pelanggan yang melakukan gate in mencapai 6,14 juta orang dan gate out sebanyak 5,96 juta orang.

Saat ini, Stasiun Bogor melayani 392 perjalanan Commuter Line setiap hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan, menjadikannya salah satu stasiun dengan aktivitas operasional tertinggi di jaringan Commuter Line Jabodetabek.

Selain meningkatkan kapasitas layanan KRL, KAI juga memperkuat konektivitas Stasiun Bogor dengan Stasiun Bogor Paledang melalui skybridge antarstasiun. Fasilitas tersebut memudahkan pelanggan melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi menggunakan KA Pangrango serta terintegrasi dengan layanan Trans Pakuan dan JR Connexion.

Peningkatan konektivitas itu turut mendorong pertumbuhan pelanggan KA Pangrango. Jumlah pengguna layanan Bogor–Sukabumi tersebut naik dari 786.001 pelanggan pada 2023 menjadi 1,1 juta pelanggan pada 2025. Pada triwulan pertama 2026, KA Pangrango telah melayani 281.659 pelanggan.

Dalam proyek pengembangan ini, KAI juga membangun kanopi baru yang terhubung dengan area selasar stasiun untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan pembangunan konstruksi calon peron baru.

Selama proses pengerjaan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter melakukan pengaturan arus pelanggan, optimalisasi pelayanan petugas, serta penyampaian informasi perjalanan secara intensif untuk menjaga kelancaran mobilitas di area stasiun.

“Bogor Line merupakan koridor dengan volume pelanggan terbesar di jaringan Commuter Line Jabodetabek. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas layanan akan terus kami lakukan secara bertahap. Pengembangan Stasiun Bogor, penguatan konektivitas melalui Bogor Paledang, serta integrasi antarmoda menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan terhubung bagi masyarakat,” kata Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ

2 Juni 2026 - 18:59 WIB

Libur Panjang, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Pengguna Commuter Line

2 Juni 2026 - 18:27 WIB

KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan pada Puncak Arus Balik, 78% Penumpang Whoosh Mengarah ke Jakarta

1 Juni 2026 - 09:42 WIB

Puncak Arus Balik Long Weekend, Kedatangan Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Capai 41.534 Orang

1 Juni 2026 - 09:36 WIB

Penjualan Tiket Long Weekend Tembus 1,3 Juta, KAI Layani 956 Ribu Pelanggan dalam Lima Hari

1 Juni 2026 - 09:00 WIB

KAI Services Hadirkan Kuliner Khas Banyuwangi di Kereta Api Tujuan Ketapang

1 Juni 2026 - 08:20 WIB

Arus Balik Long Weekend, Penumpang Whoosh Diprediksi Capai 20 Ribu Orang

1 Juni 2026 - 08:14 WIB

KAI Layani 736.819 Pelanggan Selama Empat Hari Long Weekend

31 Mei 2026 - 05:16 WIB

Hari Keempat Libur Panjang, Penjualan Tiket KA Divre III Palembang Tembus 139 Persen

30 Mei 2026 - 06:44 WIB

KAI Berangkatkan 154 Ribu Penumpang saat Puncak Perjalanan Libur Panjang Jumat

30 Mei 2026 - 06:35 WIB

Trending di PERON