Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Services menggelar sosialisasi pencegahan fraud di wilayah Regional 6 Yogyakarta pada Jumat (22/5) sebagai upaya mencegah terjadinya kecurangan serta pelanggaran disiplin dan etika di lingkungan perusahaan.
Kegiatan yang berlangsung di BPTT Darman Prasetyo, Yogyakarta tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pegawai terkait potensi tindakan kecurangan yang dilakukan secara sengaja untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun kelompok dengan merugikan pihak lain.

Dalam pemaparannya, tim Internal Auditor Kantor Pusat KAI Services menjelaskan sejumlah faktor yang dapat mendorong seseorang melakukan fraud, di antaranya tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi. Kondisi tersebut dapat dipicu lemahnya pengendalian internal, kurangnya pengawasan, hingga tekanan ekonomi.
Senior Manager Internal Audit KAI Services, Aual Cahyadi, mengatakan perusahaan berkomitmen menjunjung tinggi integritas dengan menolak segala bentuk potensi fraud di lingkungan kerja.
“KAI Services senantiasa melakukan edukasi kepada seluruh insan perusahaan tentang berbagai modus fraud, tanda-tanda kecurangan, hingga cara melaporkannya. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan memperkuat budaya integritas,” ujar Aual.
Sementara itu, Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendriwintoko, menegaskan KAI Services berkomitmen menjalankan kegiatan usaha secara berintegritas dan bersih dari praktik korupsi maupun bentuk kecurangan lainnya.
“KAI Services memiliki Whistleblowing System sebagai sarana bagi setiap insan perusahaan untuk melaporkan dugaan pelanggaran atau kecurangan yang dilakukan oknum pegawai dengan tetap melindungi kerahasiaan data pelapor. Sistem ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” ujar Ixfan.
Salah satu peserta sosialisasi, Adrian, menilai kegiatan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pegawai untuk menjaga integritas dalam bekerja.
“Perusahaan memberikan sarana berupa Whistleblowing System untuk melaporkan setiap kecurangan yang terjadi di lingkungan kerja. Ini menjadi semangat bagi kami untuk menjaga integritas agar lingkungan kerja tetap kondusif dan bebas dari segala bentuk kecurangan,” katanya.(fahmi)































