Menu ✖

Mode Gelap
Naik Kereta Saat Hamil Ada Aturannya, KAI Wajibkan Surat Kesehatan dan Pendamping Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta Menteri Kebudayaan Fadli Zon Luncurkan Gala Indonesia Bercerita 2026–2027, Perkuat Pelestarian Cerita Rakyat Nusantara Bedah Puisi “Ay Lien dalam Empat Babak”, Menguak Jejak Kemanusiaan dan Sejarah dalam Diskusi Sastra di Magelang Truk Molen Diduga Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

RAGAM

Kampung Jamat Krisis Air Bersih dan Darurat Berlapis

badge-check


 Kampung Jamat Krisis Air Bersih dan Darurat Berlapis Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Warga Kampung Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini menghadapi krisis air bersih pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Selain masih terisolasi akibat putusnya akses jalan, masyarakat juga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumber air yang selama ini digunakan warga rusak dan tercemar lumpur akibat longsor. Sebagian aliran air tertimbun material tanah dan bebatuan, sementara sebagian lainnya tidak lagi layak konsumsi. Kondisi ini memaksa warga mengambil air dari sumber darurat di sungai dengan jarak yang cukup jauh dan medan yang sulit.

Ancaman Kesehatan Warga
Keterbatasan air bersih berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.

Air yang tersedia terpaksa digunakan secara terbatas untuk minum, memasak, dan keperluan mandi, sementara sanitasi menjadi sangat minim.

“Kami harus menghemat air. Untuk mandi saja sangat terbatas, apalagi untuk mencuci,” ujar salah seorang warga Kampung Jamat.
Terisolasi dan Minim Bantuan
Putusnya akses jalan darat membuat bantuan air bersih dan sarana penampungan air sulit masuk ke kampung.

Bantuan yang pernah datang belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga, sementara musim hujan yang tidak menentu menambah kekhawatiran akan penyakit akibat air kotor.
Harapan Mendesak
Masyarakat sangat berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan air bersih, seperti tangki air, pipa darurat, tandon, serta perbaikan sumber mata air yang rusak.

Selain itu, pemulihan akses jalan dinilai menjadi kunci utama agar distribusi bantuan bisa berjalan lancar.

Hingga saat ini, Kampung Jamat masih berada dalam kondisi darurat berlapis — terisolasi, krisis air bersih, keterbatasan logistik, dan ekonomi masyarakat yang terus melemah. Warga berharap perhatian serius agar krisis kemanusiaan ini tidak terus berlarut.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dorong Green Port, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Bertenaga Listrik

30 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Trending di ANJUNGAN