Menu

Mode Gelap
Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan KAI Siapkan Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi KAJJ, KRL hingga Monas Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik Aset KAI Group Meningkat Jadi Rp105,43 Triliun pada 2025, Perkuat Layanan Berbasis Rel

RAGAM

Kampung Jamat Krisis Air Bersih dan Darurat Berlapis

badge-check


 Kampung Jamat Krisis Air Bersih dan Darurat Berlapis Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Warga Kampung Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini menghadapi krisis air bersih pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Selain masih terisolasi akibat putusnya akses jalan, masyarakat juga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumber air yang selama ini digunakan warga rusak dan tercemar lumpur akibat longsor. Sebagian aliran air tertimbun material tanah dan bebatuan, sementara sebagian lainnya tidak lagi layak konsumsi. Kondisi ini memaksa warga mengambil air dari sumber darurat di sungai dengan jarak yang cukup jauh dan medan yang sulit.

Ancaman Kesehatan Warga
Keterbatasan air bersih berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.

Air yang tersedia terpaksa digunakan secara terbatas untuk minum, memasak, dan keperluan mandi, sementara sanitasi menjadi sangat minim.

“Kami harus menghemat air. Untuk mandi saja sangat terbatas, apalagi untuk mencuci,” ujar salah seorang warga Kampung Jamat.
Terisolasi dan Minim Bantuan
Putusnya akses jalan darat membuat bantuan air bersih dan sarana penampungan air sulit masuk ke kampung.

Bantuan yang pernah datang belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga, sementara musim hujan yang tidak menentu menambah kekhawatiran akan penyakit akibat air kotor.
Harapan Mendesak
Masyarakat sangat berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan air bersih, seperti tangki air, pipa darurat, tandon, serta perbaikan sumber mata air yang rusak.

Selain itu, pemulihan akses jalan dinilai menjadi kunci utama agar distribusi bantuan bisa berjalan lancar.

Hingga saat ini, Kampung Jamat masih berada dalam kondisi darurat berlapis — terisolasi, krisis air bersih, keterbatasan logistik, dan ekonomi masyarakat yang terus melemah. Warga berharap perhatian serius agar krisis kemanusiaan ini tidak terus berlarut.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Hadirkan Genre Bisnis Baru, 10 Bioskop Mini Alfamart Siap Ramaikan Jagat Hiburan

6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di RAGAM