Menu

Mode Gelap
AHY: Jadilah Versi Terbaik Diri Sendiri, Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia Kemenhub Dukung Proses Evakuasi dan Persiapan Salvage KMP Virgo Transport 8 Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat BWL Bupati Pati Nonaktif Sudewo Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Bentrok Antar Pendukung Dikecam Warga Semarang Anggota DPRD Jawa Barat Dorong Penguatan KWT Srikandi Alamanda sebagai Penggerak Ketahanan Pangan dan Ekonomi Perempuan Jonggol 6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD

ANJUNGAN

Ketua Dewan Penasihat IPERINDO: Penting SMK3 dan Penguatan Regulasi Maritim!

badge-check


 Bambang Haryo saat memberikan sambutan Perbesar

Bambang Haryo saat memberikan sambutan

Wartatrans.com, JAKARTA – Ketua Dewan Penasehat Ikatan Perusahaan Industri Kapal Indonesia (IPERINDO) Bambang Haryo Soekartono yang juga Anggota Komisi VII DPR menekankan pentingnya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan penguatan regulasi maritim.

Ini menurutnya sebagai bagian dari kebangkitan industri maritim serta pembenahan regulasi sektor maritim.

Dia menyampaikannya dalam Awareness Safety Leadership dan Bimbingan Teknis SMK3 yang digelar IPERINDO di Gedung PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Jakarta Utara, Selasa (25/11/2025).

Di hadapan sekitar 100 perusahaan galangan kapal serta undangan lain yang hadir, Bambang menegaskan bahwa maritim harus kembali ditempatkan sebagai sektor strategis dalam pembangunan nasional.

“Kita harus menyuarakan industri maritim lebih keras lagi, sehingga dunia maritim lebih diperhatikan. Tanpa kapal yang berlayar, logistik tidak terdistribusi dan masyarakat tidak bisa berpindah antarpulau,” ujarnya.

Menurutnya, transportasi laut adalah fondasi utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan 2/3 wilayahnya adalah laut.

Bambang menyampaikan bahwa industri galangan kapal merupakan sektor padat karya, padat teknologi, dan padat modal, sehingga kualitas sumber daya manusia menjadi aset terbesar yang menentukan produktivitas.

“Operasional galangan sangat bergantung pada SDM. Modal bisa berkembang atau hancur tergantung pada kualitas SDM yang mengelolanya,” ujarnya.

Karenanya, SMK3 harus dipahami sebagai investasi, bukan beban biaya.

“Masih ada galangan yang menganggap SMK3 sebagai beban. Padahal ini adalah investasi yang bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi alat, dan menambah  kepercayaan masyarakat.” tambahnya.

Dikatakan juga, industri galangan memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi sehingga penerapan SMK3 wajib dilakukan secara konsisten, bukan hanya sebatas mendapatkan sertifikasi.

Menurutnya, sektor maritim membutuhkan perhatian struktural berupa regulasi khusus dan kelembagaan yang lebih fokus.

“Maritim ini sangat kompleks, ada perikanan, offshore, transportasi, dan banyak lagi. Sudah seharusnya ada Direktur Industri Maritim yang berdiri sendiri agar sektor ini lebih terdengar lebih diperhatikan dan tidak diremehkan,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa UU Keselamatan Kerjav yang  telah ada sejak Tahun 1970 sudah tidak relevan dengan perkembangan industri saat ini.

“Undang-undang itu sudah berusia puluhan tahun, sudah waktunya direvisi. Saya akan mendorong Badan Legislasi DPR untuk mengevaluasinya.” ujarnya.

Bambang berharap penerapan SMK3 tidak hanya dilakukan oleh galangan kapal, tetapi juga oleh sektor pelayaran yang menjadi pengguna jasa.

Dengan lebih dari 21 ribu kapal di bawah BKI, dia menilai edukasi dan pemahaman K3 sangat penting untuk mencegah kecelakaan kerja yang merugikan galangan maupun operator kapal.

“Bila terjadi kecelakaan, reputasi galangan ikut terdampak. Kita ingin industri ini menuju zero incident sehingga kepercayaan publik semakin besar.” ungkapnya.

Dia juga mengapresiasi gelaran Bimtek SMK3 dan berharap program tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat budaya keselamatan di industri galangan kapal nasional.

“Semoga Bimtek ini membawa manfaat besar bagi industri galangan. IPERINDO akan terus mendorong anggota yang belum menerapkan SMK3 agar segera berbenah,” pungkas Bambang. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kemenhub Dukung Proses Evakuasi dan Persiapan Salvage KMP Virgo Transport 8

22 September 2026 - 20:08 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat BWL

22 September 2026 - 18:16 WIB

Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara Diperkuat

22 September 2026 - 13:50 WIB

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

22 September 2026 - 12:40 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Kelancaran Pasokan Gandum untuk Industri Pangan Nasional

22 September 2026 - 12:28 WIB

Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali

21 September 2026 - 10:52 WIB

Penyebab Kecelakaan Virgo Transport 8 Perlu Dibuktikan Secara Menyeluruh

21 September 2026 - 10:12 WIB

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026

20 September 2026 - 16:42 WIB

Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal PELNI Hadapi Situasi Darurat

20 September 2026 - 16:34 WIB

Trending di ANJUNGAN