Menu

Mode Gelap
PTP Nonpetikemas Paparkan Strategi ESG dan DEI pada IDEAS Conference 2026 Semester I 2026 Layani 1,39 Juta Pelanggan, KAI Siapkan Dukungan untuk Kajian KA Sumut-Aceh Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus Mahalnya Hak Siar FIFA dan Agresi Raksasa Streaming, TVRI Pertaruhkan Rp1,3 Triliun demi Piala Dunia 2026 Wali Kota Langsa Serahkan Seragam Sekolah Gratis bagi Anak Yatim Piatu di Langsa Lama Lelang Frekuensi 700 MHz-26 GHz: Ajukan Rp5,458 Triliun, Telkomsel Kuasai “Jalur Emas”

SUMBER DAYA

Kisah Nyata Kami di Tempat untuk Menjadi Generasi yang Lebih Waras di Negri yang Penuh Drama

badge-check


 Kisah Nyata Kami di Tempat untuk Menjadi Generasi yang Lebih Waras di Negri yang Penuh Drama Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Di pagi yang tampak biasa ini, kita melihat banyak adik-adik berangkat ke sekolah dengan penuh keceriaan. Diantar orang tua, naik kendaraan—entah itu Avanza, Alphard, atau sepeda motor—mereka melaju di jalan yang relatif mulus, dengan tas rapi di punggung dan harapan besar di mata.

Kemudahan itu sering terasa biasa. Bahkan kadang tak disadari. Namun, di sudut lain dataran tinggi Gayo, tepatnya di SDN 10 Linge, pagi tidak selalu datang dengan kemudahan.

Di sana, sekolah bukan sekadar rutinitas. Ia adalah perjuangan. Adik-adik harus menapaki jalan yang sulit, licin, bahkan berbahaya. Sisa-sisa banjir dan longsor masih membekas. Jalan yang rusak, lumpur yang dalam, hingga jalur yang nyaris putus menjadi bagian dari perjalanan mereka setiap hari.

Langkah kecil mereka harus melawan rasa takut, dingin, dan lelah—hanya untuk sampai ke ruang kelas.

Tak ada pilihan lain. Mereka tetap berjalan. Di saat sebagian dari kita mungkin mengeluh karena macet atau hujan ringan, mereka justru membuktikan arti tekun yang sebenarnya. Tanpa banyak kata, tanpa keluhan, mereka terus melangkah demi satu tujuan: belajar.

Inilah wajah lain pendidikan kita hari ini. Perjuangan yang sering luput dari perhatian, namun menyimpan kekuatan besar. Dari jalan yang terjal itu, lahir keteguhan. Dari keterbatasan itu, tumbuh harapan. Kisah ini bukan untuk membandingkan, tapi untuk mengingatkan.

Bahwa kemudahan adalah kesempatan. Dan perjuangan adalah kekuatan. Untuk adik-adik yang hari ini berangkat dengan segala fasilitas, manfaatkanlah itu sebaik mungkin. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena di luar sana ada saudara kalian yang harus berjuang lebih keras hanya untuk mendapatkan hal yang sama.

Dan untuk adik-adik di SDN 10 Linge, langkah kalian hari ini adalah bukti bahwa masa depan tidak ditentukan oleh seberapa mudah jalan yang dilalui, tapi seberapa kuat kalian bertahan dan terus berjalan.

Kalian adalah harapan itu.***

(Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wali Kota Langsa Serahkan Seragam Sekolah Gratis bagi Anak Yatim Piatu di Langsa Lama

11 Juli 2026 - 01:56 WIB

Revtalisasi MTSN Subulussalam Diduga Minim Koordinasi, Kegiatan Belajar Mengajar Terganggu

10 Juli 2026 - 17:33 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Silaturahmi dengan PWI-LS DKI Jakarta

9 Juli 2026 - 20:35 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

Serap Aspirasi Peserta DPM, Poltekpel Surabaya Gelar Forum Konsultasi Publik

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

9 Juli 2026 - 11:12 WIB

Terminal Teluk Lamong dan BPD GINSI Jawa Timur Satukan Langkah Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan

9 Juli 2026 - 06:56 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

BP3 Curug dan TNI AU Gelar Pelatihan Dangerous Goods

8 Juli 2026 - 09:33 WIB

Trending di SUMBER DAYA