Menu ✖

Mode Gelap
Pangkalan KPLP Tanjung Priok Kerahkan Kekuatan Armada Laut untuk Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda ASDP Utamakan Keselamatan, Berhasil Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Kemenhub Perkuat Layanan Kepelabuhanan di Kupang Fokus Penanganan Penumpang, Kemenhub Pastikan Penanggulangan Kebakaran KMP Batumandi Sekjen PBB Sambangi Hambalang, Prabowo Bahas Perdamaian Dunia dan Palestina Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026

SUMBER DAYA

Kisah Nyata Kami di Tempat untuk Menjadi Generasi yang Lebih Waras di Negri yang Penuh Drama

badge-check


 Kisah Nyata Kami di Tempat untuk Menjadi Generasi yang Lebih Waras di Negri yang Penuh Drama Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Di pagi yang tampak biasa ini, kita melihat banyak adik-adik berangkat ke sekolah dengan penuh keceriaan. Diantar orang tua, naik kendaraan—entah itu Avanza, Alphard, atau sepeda motor—mereka melaju di jalan yang relatif mulus, dengan tas rapi di punggung dan harapan besar di mata.

Kemudahan itu sering terasa biasa. Bahkan kadang tak disadari. Namun, di sudut lain dataran tinggi Gayo, tepatnya di SDN 10 Linge, pagi tidak selalu datang dengan kemudahan.

Di sana, sekolah bukan sekadar rutinitas. Ia adalah perjuangan. Adik-adik harus menapaki jalan yang sulit, licin, bahkan berbahaya. Sisa-sisa banjir dan longsor masih membekas. Jalan yang rusak, lumpur yang dalam, hingga jalur yang nyaris putus menjadi bagian dari perjalanan mereka setiap hari.

Langkah kecil mereka harus melawan rasa takut, dingin, dan lelah—hanya untuk sampai ke ruang kelas.

Tak ada pilihan lain. Mereka tetap berjalan. Di saat sebagian dari kita mungkin mengeluh karena macet atau hujan ringan, mereka justru membuktikan arti tekun yang sebenarnya. Tanpa banyak kata, tanpa keluhan, mereka terus melangkah demi satu tujuan: belajar.

Inilah wajah lain pendidikan kita hari ini. Perjuangan yang sering luput dari perhatian, namun menyimpan kekuatan besar. Dari jalan yang terjal itu, lahir keteguhan. Dari keterbatasan itu, tumbuh harapan. Kisah ini bukan untuk membandingkan, tapi untuk mengingatkan.

Bahwa kemudahan adalah kesempatan. Dan perjuangan adalah kekuatan. Untuk adik-adik yang hari ini berangkat dengan segala fasilitas, manfaatkanlah itu sebaik mungkin. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena di luar sana ada saudara kalian yang harus berjuang lebih keras hanya untuk mendapatkan hal yang sama.

Dan untuk adik-adik di SDN 10 Linge, langkah kalian hari ini adalah bukti bahwa masa depan tidak ditentukan oleh seberapa mudah jalan yang dilalui, tapi seberapa kuat kalian bertahan dan terus berjalan.

Kalian adalah harapan itu.***

(Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pangkalan KPLP Tanjung Priok Kerahkan Kekuatan Armada Laut untuk Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

20 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026

20 Oktober 2026 - 17:36 WIB

ACCADEMI dan Kemenko Polkam Samakan Perspektif Komunikasi Publik di Era Tsunami Informasi

20 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor

20 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Arus Petikemas Terus Menguat, Terminal Teluk Lamong Catat 2,29 Juta TEUs

19 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026

19 Oktober 2026 - 22:35 WIB

ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII

19 Oktober 2026 - 18:23 WIB

DAMRI Sampaikan Permohonan Maaf Atas Potensi Gangguan Perjalanan Akibat Kelangkaan BBM

19 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Trending di JALUR