Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

SUMBER DAYA

Kisah Nyata Kami di Tempat untuk Menjadi Generasi yang Lebih Waras di Negri yang Penuh Drama

badge-check


 Kisah Nyata Kami di Tempat untuk Menjadi Generasi yang Lebih Waras di Negri yang Penuh Drama Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Di pagi yang tampak biasa ini, kita melihat banyak adik-adik berangkat ke sekolah dengan penuh keceriaan. Diantar orang tua, naik kendaraan—entah itu Avanza, Alphard, atau sepeda motor—mereka melaju di jalan yang relatif mulus, dengan tas rapi di punggung dan harapan besar di mata.

Kemudahan itu sering terasa biasa. Bahkan kadang tak disadari. Namun, di sudut lain dataran tinggi Gayo, tepatnya di SDN 10 Linge, pagi tidak selalu datang dengan kemudahan.

Di sana, sekolah bukan sekadar rutinitas. Ia adalah perjuangan. Adik-adik harus menapaki jalan yang sulit, licin, bahkan berbahaya. Sisa-sisa banjir dan longsor masih membekas. Jalan yang rusak, lumpur yang dalam, hingga jalur yang nyaris putus menjadi bagian dari perjalanan mereka setiap hari.

Langkah kecil mereka harus melawan rasa takut, dingin, dan lelah—hanya untuk sampai ke ruang kelas.

Tak ada pilihan lain. Mereka tetap berjalan. Di saat sebagian dari kita mungkin mengeluh karena macet atau hujan ringan, mereka justru membuktikan arti tekun yang sebenarnya. Tanpa banyak kata, tanpa keluhan, mereka terus melangkah demi satu tujuan: belajar.

Inilah wajah lain pendidikan kita hari ini. Perjuangan yang sering luput dari perhatian, namun menyimpan kekuatan besar. Dari jalan yang terjal itu, lahir keteguhan. Dari keterbatasan itu, tumbuh harapan. Kisah ini bukan untuk membandingkan, tapi untuk mengingatkan.

Bahwa kemudahan adalah kesempatan. Dan perjuangan adalah kekuatan. Untuk adik-adik yang hari ini berangkat dengan segala fasilitas, manfaatkanlah itu sebaik mungkin. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena di luar sana ada saudara kalian yang harus berjuang lebih keras hanya untuk mendapatkan hal yang sama.

Dan untuk adik-adik di SDN 10 Linge, langkah kalian hari ini adalah bukti bahwa masa depan tidak ditentukan oleh seberapa mudah jalan yang dilalui, tapi seberapa kuat kalian bertahan dan terus berjalan.

Kalian adalah harapan itu.***

(Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

24 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pelindo Semai Harapan di Langowan melalui Relawan Bakti BUMN Batch IX

24 Agustus 2026 - 16:36 WIB

IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

22 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap

21 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Pelindo–Pelni Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

21 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Mulai Rp215 Ribu, DAMRI Buka Layanan Kalianda–Jakarta via Lintas Sumatera

21 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Posko Bersama Dibuka, Kemenhub-Pelindo-PELNI Perkuat Respons Kemanusiaan untuk NTT

21 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Peduli Kesehatan Masyarakat, Pelindo dan IHC Gelar Pemeriksaan Gratis bagi Balita dan Lansia

21 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Trending di RAGAM