Wartatrans.com, MOROWALI UTARA —Kasus dugaan malapraktik yang menimpa almarhum Rudin, pasien operasi amandel di RSUD Kolonodale yang sempat viral dan menyita perhatian publik, kini mendapat perhatian serius dari Komnas HAM Sulawesi Tengah.

Sebanyak empat orang anggota Komnas HAM Sulteng mendatangi rumah keluarga almarhum Rudin di Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara (Morut), pada Kamis, 5 Februari 2026.
Kedatangan tim ini merupakan bagian dari investigasi atas dugaan malapraktik yang disebut-sebut menjadi penyebab meninggalnya pasien tersebut.
Di rumah duka, tim Komnas HAM mendengarkan secara langsung penuturan keluarga mengenai kronologis kejadian, mulai dari saat almarhum mendapatkan pelayanan medis hingga peristiwa yang berujung pada kematiannya di RSUD Kolonodale.
Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh dari pihak keluarga sebagai bagian penting dalam proses pengumpulan fakta.
Sebelum mengunjungi rumah keluarga almarhum, tim Komnas HAM Sulteng terlebih dahulu mendatangi manajemen RSUD Kolonodale untuk meminta penjelasan terkait prosedur penanganan pasien.
Selain itu, mereka juga dikabarkan sempat menemui Komisi I DPRD Morowali Utara guna menggali informasi tambahan terkait kasus tersebut.
Tidak hanya itu, sejumlah pihak lain juga dimintai keterangan oleh Komnas HAM dalam rangkaian investigasi ini. Mulai dari Dinas Kesehatan Morowali Utara, DPRD Morut, Pemerintah Daerah Morowali Utara, hingga Polres Morowali Utara.
Ketua Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer, saat diwawancarai media ini menyampaikan bahwa pihaknya masih terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak guna mendapatkan fakta yang komprehensif terkait peristiwa tersebut.
Sejumlah pihak di temui di Morut, mulai dari RSUD Kolonodale, Dinas Kesehatan Morut, DPRD Morut, Pemda Morut hingga Polres Morut.
Ia menambahkan, pihaknya akan mengunjungi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Polda setelah tim Komnas HAM merampungkan pengumpulan data awal di Morowali Utara.
“Untuk IDI dan Polda, itu sesudah ada hasil dari Morut,” ujar Livand Breemer (5/3).
Kehadiran Komnas HAM di Morowali Utara diharapkan mampu memberikan kejelasan atas kasus yang menjadi sorotan masyarakat tersebut, sekaligus memastikan bahwa hak-hak pasien dan keluarganya mendapat perhatian dalam proses penanganan perkara.*** (AGS)




























