Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

PERISTIWA

Krisis Air Bersih di Pengungsian Pantan Kemuneng, Forum Galasantara Turun Langsung

badge-check


 Krisis Air Bersih di Pengungsian Pantan Kemuneng, Forum Galasantara Turun Langsung Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH — Krisis air bersih masih membayangi kehidupan warga di pengungsian Desa Pantan Kemuneng, Kabupaten Bener Meriah, pascabencana. Di tengah keterbatasan akses dan lambannya pemulihan sarana dasar, Forum Galasantara memilih turun langsung dengan memfasilitasi distribusi 10.000 liter air bersih ke dua titik pengungsian.

Aksi tersebut dipimpin Ketua Umum Forum Galasantara, Wen Rimba Raya, bersama Sekretaris Jenderal Nanang Hasani, SE., MM, dengan dukungan teknis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh. Distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah darurat untuk menjawab kebutuhan paling mendesak para pengungsi.

Menurut Wen Rimba Raya, air bersih merupakan hak dasar yang tak bisa ditunda oleh mekanisme birokrasi yang berlapis. Ia menilai, dalam situasi darurat, kehadiran langsung di lapangan jauh lebih relevan dibandingkan wacana bantuan yang kerap berhenti pada pernyataan.

“Kondisi di pengungsian menunjukkan bahwa persoalan mendasar seperti air bersih belum sepenuhnya tertangani. Ini tidak bisa menunggu,” ujar Wen di sela penyaluran bantuan.

Forum Galasantara memandang krisis air bersih di Pantan Kemuneng sebagai potret rapuhnya sistem respons cepat terhadap kebutuhan dasar pengungsi. Karena itu, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan, sekaligus mendorong kolaborasi lintas lembaga agar penanganan bencana tidak semata bergantung pada negara.

Bagi Forum Galasantara, peran masyarakat sipil menjadi penyangga penting ketika respons struktural belum sepenuhnya menjangkau korban. Kehadiran di lapangan, kata Wen, adalah bentuk keberpihakan nyata—bukan sekadar simbol solidaritas.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di PERISTIWA