Menu

Mode Gelap
Top 10 Stasiun KA Jarak Jauh Layani 23,15 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, Pasar Senen Jadi yang Tersibuk Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

PERISTIWA

Krisis Air Bersih di Pengungsian Pantan Kemuneng, Forum Galasantara Turun Langsung

badge-check


 Krisis Air Bersih di Pengungsian Pantan Kemuneng, Forum Galasantara Turun Langsung Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH — Krisis air bersih masih membayangi kehidupan warga di pengungsian Desa Pantan Kemuneng, Kabupaten Bener Meriah, pascabencana. Di tengah keterbatasan akses dan lambannya pemulihan sarana dasar, Forum Galasantara memilih turun langsung dengan memfasilitasi distribusi 10.000 liter air bersih ke dua titik pengungsian.

Aksi tersebut dipimpin Ketua Umum Forum Galasantara, Wen Rimba Raya, bersama Sekretaris Jenderal Nanang Hasani, SE., MM, dengan dukungan teknis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh. Distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah darurat untuk menjawab kebutuhan paling mendesak para pengungsi.

Menurut Wen Rimba Raya, air bersih merupakan hak dasar yang tak bisa ditunda oleh mekanisme birokrasi yang berlapis. Ia menilai, dalam situasi darurat, kehadiran langsung di lapangan jauh lebih relevan dibandingkan wacana bantuan yang kerap berhenti pada pernyataan.

“Kondisi di pengungsian menunjukkan bahwa persoalan mendasar seperti air bersih belum sepenuhnya tertangani. Ini tidak bisa menunggu,” ujar Wen di sela penyaluran bantuan.

Forum Galasantara memandang krisis air bersih di Pantan Kemuneng sebagai potret rapuhnya sistem respons cepat terhadap kebutuhan dasar pengungsi. Karena itu, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan, sekaligus mendorong kolaborasi lintas lembaga agar penanganan bencana tidak semata bergantung pada negara.

Bagi Forum Galasantara, peran masyarakat sipil menjadi penyangga penting ketika respons struktural belum sepenuhnya menjangkau korban. Kehadiran di lapangan, kata Wen, adalah bentuk keberpihakan nyata—bukan sekadar simbol solidaritas.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

Trending di ANJUNGAN