Menu

Mode Gelap
KA Blora Jaya Tumbuh 72,76% pada Triwulan I 2026, Perjalanan yang Menghubungkan Harapan Banyak Masyarakat KAI Kirim 780 Gerbong Datar Produk Dalam Negeri ke Palembang, Perkuat Angkutan Batu Bara dan Logistik Nasional AISMOLI Sebut Sodium Ion Pas untuk Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia ASDP Hadirkan Fasilitas Belajar Modern Inklusif, Dukung SDM Unggul CANSO Apresiasi Penerapan ATMAS AirNav Indonesia BPSDMP Kemenhub Gencar Sosialisasi SIPENCATAR 2026

PERISTIWA

Krisis Air Bersih di Pengungsian Pantan Kemuneng, Forum Galasantara Turun Langsung

badge-check


 Krisis Air Bersih di Pengungsian Pantan Kemuneng, Forum Galasantara Turun Langsung Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH — Krisis air bersih masih membayangi kehidupan warga di pengungsian Desa Pantan Kemuneng, Kabupaten Bener Meriah, pascabencana. Di tengah keterbatasan akses dan lambannya pemulihan sarana dasar, Forum Galasantara memilih turun langsung dengan memfasilitasi distribusi 10.000 liter air bersih ke dua titik pengungsian.

Aksi tersebut dipimpin Ketua Umum Forum Galasantara, Wen Rimba Raya, bersama Sekretaris Jenderal Nanang Hasani, SE., MM, dengan dukungan teknis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh. Distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah darurat untuk menjawab kebutuhan paling mendesak para pengungsi.

Menurut Wen Rimba Raya, air bersih merupakan hak dasar yang tak bisa ditunda oleh mekanisme birokrasi yang berlapis. Ia menilai, dalam situasi darurat, kehadiran langsung di lapangan jauh lebih relevan dibandingkan wacana bantuan yang kerap berhenti pada pernyataan.

“Kondisi di pengungsian menunjukkan bahwa persoalan mendasar seperti air bersih belum sepenuhnya tertangani. Ini tidak bisa menunggu,” ujar Wen di sela penyaluran bantuan.

Forum Galasantara memandang krisis air bersih di Pantan Kemuneng sebagai potret rapuhnya sistem respons cepat terhadap kebutuhan dasar pengungsi. Karena itu, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan, sekaligus mendorong kolaborasi lintas lembaga agar penanganan bencana tidak semata bergantung pada negara.

Bagi Forum Galasantara, peran masyarakat sipil menjadi penyangga penting ketika respons struktural belum sepenuhnya menjangkau korban. Kehadiran di lapangan, kata Wen, adalah bentuk keberpihakan nyata—bukan sekadar simbol solidaritas.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Helikopter Jatuh di Sekadau, Seluruh Penumpang Dilaporkan Tewas

17 April 2026 - 10:42 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Kajati Sulteng Kunker ke Tolitoli, Resmikan Mess Kejari Hasil Hibah Pemda

16 April 2026 - 16:40 WIB

HBH Seusama Jadi Momentum Penggalangan Dana Balai Pengajian, Kegiatan Digelar di Jakarta dan Aceh

16 April 2026 - 14:09 WIB

Trending di RAGAM