Wartatrans.com, BENER MERIAH — Krisis air bersih masih membayangi kehidupan warga di pengungsian Desa Pantan Kemuneng, Kabupaten Bener Meriah, pascabencana. Di tengah keterbatasan akses dan lambannya pemulihan sarana dasar, Forum Galasantara memilih turun langsung dengan memfasilitasi distribusi 10.000 liter air bersih ke dua titik pengungsian.
Aksi tersebut dipimpin Ketua Umum Forum Galasantara, Wen Rimba Raya, bersama Sekretaris Jenderal Nanang Hasani, SE., MM, dengan dukungan teknis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh. Distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah darurat untuk menjawab kebutuhan paling mendesak para pengungsi.


Menurut Wen Rimba Raya, air bersih merupakan hak dasar yang tak bisa ditunda oleh mekanisme birokrasi yang berlapis. Ia menilai, dalam situasi darurat, kehadiran langsung di lapangan jauh lebih relevan dibandingkan wacana bantuan yang kerap berhenti pada pernyataan.
“Kondisi di pengungsian menunjukkan bahwa persoalan mendasar seperti air bersih belum sepenuhnya tertangani. Ini tidak bisa menunggu,” ujar Wen di sela penyaluran bantuan.
Forum Galasantara memandang krisis air bersih di Pantan Kemuneng sebagai potret rapuhnya sistem respons cepat terhadap kebutuhan dasar pengungsi. Karena itu, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan, sekaligus mendorong kolaborasi lintas lembaga agar penanganan bencana tidak semata bergantung pada negara.
Bagi Forum Galasantara, peran masyarakat sipil menjadi penyangga penting ketika respons struktural belum sepenuhnya menjangkau korban. Kehadiran di lapangan, kata Wen, adalah bentuk keberpihakan nyata—bukan sekadar simbol solidaritas.*** (Jasa)
























