Menu ✖

Mode Gelap
Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026 Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar

PERISTIWA

Krisis Air Bersih di Pengungsian Pantan Kemuneng, Forum Galasantara Turun Langsung

badge-check


 Krisis Air Bersih di Pengungsian Pantan Kemuneng, Forum Galasantara Turun Langsung Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH — Krisis air bersih masih membayangi kehidupan warga di pengungsian Desa Pantan Kemuneng, Kabupaten Bener Meriah, pascabencana. Di tengah keterbatasan akses dan lambannya pemulihan sarana dasar, Forum Galasantara memilih turun langsung dengan memfasilitasi distribusi 10.000 liter air bersih ke dua titik pengungsian.

Aksi tersebut dipimpin Ketua Umum Forum Galasantara, Wen Rimba Raya, bersama Sekretaris Jenderal Nanang Hasani, SE., MM, dengan dukungan teknis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh. Distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah darurat untuk menjawab kebutuhan paling mendesak para pengungsi.

Menurut Wen Rimba Raya, air bersih merupakan hak dasar yang tak bisa ditunda oleh mekanisme birokrasi yang berlapis. Ia menilai, dalam situasi darurat, kehadiran langsung di lapangan jauh lebih relevan dibandingkan wacana bantuan yang kerap berhenti pada pernyataan.

“Kondisi di pengungsian menunjukkan bahwa persoalan mendasar seperti air bersih belum sepenuhnya tertangani. Ini tidak bisa menunggu,” ujar Wen di sela penyaluran bantuan.

Forum Galasantara memandang krisis air bersih di Pantan Kemuneng sebagai potret rapuhnya sistem respons cepat terhadap kebutuhan dasar pengungsi. Karena itu, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan, sekaligus mendorong kolaborasi lintas lembaga agar penanganan bencana tidak semata bergantung pada negara.

Bagi Forum Galasantara, peran masyarakat sipil menjadi penyangga penting ketika respons struktural belum sepenuhnya menjangkau korban. Kehadiran di lapangan, kata Wen, adalah bentuk keberpihakan nyata—bukan sekadar simbol solidaritas.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

12 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Trending di EKOBIS