Wartatrans.com, BENER MERIAH — Bencana alam di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Setelah longsor dan banjir yang masih menyisakan dampak di sejumlah wilayah, gempa bumi kembali mengguncang daerah tersebut pada Selasa malam, 30 Desember 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bermagnitudo 4,5 terjadi pada pukul 20.43 WIB. Pusat gempa berada sekitar 6–7 kilometer barat daya Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di koordinat 4,73 Lintang Utara dan 96,80 Bujur Timur, dengan kedalaman 7 kilometer.

BMKG menyebut gempa tersebut tergolong dangkal sehingga getarannya dirasakan cukup kuat oleh warga Bener Meriah dan wilayah sekitarnya, termasuk Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Gempa utama diikuti oleh beberapa gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil, masing-masing sekitar M3,0, M4,0, dan M2,4, yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan pada malam yang sama. Hingga Selasa malam, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas Gunung Api Burni Telong yang berada di Kabupaten Bener Meriah juga masih menjadi perhatian. Gunung tersebut saat ini berstatus Level II atau Waspada. Meski tidak sedang mengalami erupsi, aktivitas kegempaan di sekitar gunung api terus dipantau oleh petugas.
Belum terpantau adanya aktivitas visual signifikan seperti letusan atau semburan asap kawah. Namun, peningkatan kegempaan vulkanik dan tektonik di sekitar kawasan gunung menunjukkan dinamika yang masih aktif.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama karena wilayah Bener Meriah masih rentan akibat longsor dan banjir yang terjadi sebelumnya. BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta warga hanya mengakses informasi dari sumber resmi dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.*** (Kamaruzzaman)










