Menu ✖

Mode Gelap
Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru Seni, Seniman, Karya Seni, Pekerja Seni dan Penikmat Seni KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina BRSN DPP PKS Kunjungi Tiga Provinsi di Pulau Jawa, Perkuat Konsolidasi dan Program Join PKS Denny Sambangi PKS, Putusan MK dan MA Jadi Sorotan Baru dalam Desakan Pemakzulan Gibran KM Dorolonda Singgah Perdana di Pelabuhan Donggala Sulteng

RAGAM

Longsor di Tambang Ilegal Buranga, Satu Penambang Tewas Tertimbun

badge-check


 Longsor di Tambang Ilegal Buranga, Satu Penambang Tewas Tertimbun Perbesar

Wartatrans.com, PARIGI MOUTONG — Aktivitas pertambangan emas ilegal di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong kembali memakan korban jiwa.

Seorang penambang tradisional dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di lokasi galian, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, insiden terjadi di area pertambangan emas ilegal yang dikelola seorang pengusaha asal Jakarta berinisial DN.

Malam itu, sejumlah warga tengah mendulang emas di sekitar bekas galian alat berat milik pengusaha tersebut. Diduga akibat struktur tanah yang labil usai pengerukan menggunakan alat berat, tebing di sekitar lokasi tiba-tiba runtuh.

Para penambang tradisional yang berada di area tersebut berhamburan menyelamatkan diri. Dua orang dilaporkan tertimbun material longsor. Satu korban berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, sementara satu lainnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di lokasi kejadian.

Korban meninggal diketahui bernama Aco (31), warga Dusun II Desa Buranga. Sehari-hari, ia bekerja sebagai petani dan ikut mendulang emas untuk menambah penghasilan keluarga. Jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Jumat kemarin (13/2/2026).

Sejumlah warga menyebut longsor terjadi tidak lama setelah aktivitas pendulangan berlangsung di sekitar bekas jalur pengerukan alat berat. Material tanah yang menggantung di sisi tebing diduga tidak lagi stabil, sehingga memicu runtuhan mendadak.

Hingga Sabtu (14/2/2026), pihak kepolisian dari Polres Parigi Moutong masih dalam upaya konfirmasi terkait insiden tersebut, termasuk menelusuri dugaan praktik pertambangan tanpa izin di wilayah itu.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko tinggi aktivitas pertambangan ilegal yang memadukan penggunaan alat berat dan pendulangan tradisional tanpa standar keselamatan kerja yang memadai.

Warga berharap ada langkah tegas untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya di lokasi tambang Buranga.*** (RBP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dorong Green Port, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Bertenaga Listrik

30 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Pelindo dan Pemkab Bangka Barat Bahas Pengelolaan Pelabuhan Mentok

30 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Catatan Iwan Piliang: Dari Ranah Minang Ke Singapura – Jejak Besar yang Terlupakan 

30 Oktober 2026 - 12:36 WIB

IDSurvey Tegaskan Peran Strategis Pemastian Mutu untuk Daya Saing Industri Nasional

30 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Trending di NASIONAL